Transportasi Konvensional VS Transportasi Online di Barat (ODOP Day 84 of 99)

Foto ilustrasi bus tingkat, salah satu alat transportasi publik di London. Sumber gambar independent

Ini coret-coretan sharing One Week One Juz (OWOJ) edisi Kamis, 23 Maret 2017 yang disampaikan Mbak Arie (PhD Student bidang Computer Science di Univ of Birmingham UK).

Bahasan ini dipilih karena beberapa hari sebelumnya ramai diberitakan demonstrasi anarkis dari para sopir taksi menentang aplikasi ride. Mbak Arie mengajak peserta merenungkan dan membandingkan sistem transportasi publik (yang dikelola pemerintah) di negara maju dan di Indonesia. Karena semua peserta OWOJ tinggal di Eropa Barat, yang notabene negara maju, semua sudah bisa mengindera dan membandingkan bagaimana pemerintah di negara maju VS di Indonesia dalam mengelola transportasi publik.

Continue reading

Mengajarkan Bahasa Indonesia ke Anak di Swedia (Day 67 of 99)

Pengajian online One Week One Juz (OWOJ) setiap Kamis dua pekan lalu, Kak Rosdiana Ramli yang bersuamikan laki-laki Swedia dan sekarang tinggal di Vasteras, Swedia; berbagi pengalaman mengajarkan kedua putrinya berbahasa Indonesia. Kedua putri Kak Ros (usia 17 dan 11) lancar berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan.

Menurut Kak Ros, awalnya beliau berbahasa Inggris dengan anak sulung ketika anak masih balita. Lantas di kindergarten (semacam PAUD dan TK) melihat ibu-ibu dari negara lain, misalnya dari Arab, berbahasa Arab kepada anak-anaknya. Akhirnya menginspirasi Kak Ros untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada anak sulung yang saat itu berusia 4 tahun.

Continue reading

Balada Mama PhD (ODOP Day 55 of 99)

Sumber foto: University of Glasgow

Pengajian online One Week One Juz hari Kamis lalu, Mbak Maya (Glasgow, United Kingdom) sharing tentang Hikmah dari Bandung ke Glasgow. Beliau berbagi pengalamannya menjalani peran sebagai istri, ibu, sekaligus PhD student. Di tahun 2011, Mbak Maya sudah menjadi mahasiswa master di University of Glasgow. Setelah lulus, oleh para dekan dan rektor di tempatnya mengajar beliau didorong untuk langsung ke S3.

Mbak Maya sempat galau karena waktu itu umurnya sudah 30 dan mama beliau menginginkan Mbak Maya menikah dulu sebelum sekolah S3. Alhamdulillah ternyata dapat jodoh yang juga berencana sekolah S3 di UK. Setelah menikah 5 bulan, ternyata Mbak Maya langsung hamil. Jadilah baby Marcella ikut ke mana-mana termasuk pas pembekalan staf Dikti.

Continue reading

Memegang Teguh Islam di Paris (ODOP Day 43 of 99)

France

Sumber foto : bestourism.com

Ngaji online One Week One Juz (OWOJ) pekan lalu yang memberikan taushiyah adalah Mbak Titik yang berdomisili di Paris, Perancis. Beliau ibu dari 2 anak. Mbak Titik baru sekitar hampir satu tahun tinggal di Paris mendampingin suami yang menempuh pendidikan di negara tersebut.

Sebagai ibu rumah tangga, Mbak Titik relatif tidak banyak menemui hambatan dalam menjalankan syariat Islam. Tantangan terberat justru adalah menjaga ke-Islam-an anak-anak. Beberapa hal yang menjadi catatan saya di antaranya adalah:

Continue reading

Aa Gym Perempuan dari Rotterdam (ODOP Day 35 of 99)

rotterdam1

Sumber foto : Rotterdam School of Management, Erasmus University

Ngaji online One Week One Juz (OWOJ) pekan lalu, sharing diisi oleh Teteh Rini yang saat ini tinggal di Rotterdam, Belanda. Beliau menyampaikan nasihat tentang Bersegera dalam Beramal.

Setelah kami mengkhatamkan juz 5, Teh Rini membuka forum taushiyah dengan mengingatkan betapa sering kita yang ibu-ibu ini menyesal akan suatu hal. Misalnya menyesal karena harga sayur di toko lain lebih murah, menyesal karena membeli barang yang tidak diperlukan hanya karena tergoda diskon, atau menyesal karena catatan belanjaan kelupaan dibawa…

Penyesalan semacam ini, masih bisa diperbaiki di kemudian hari. Kita bisa melakukan manajemen belanja yang lebih baik untuk menghindari penyesalan yang tidak perlu semacam ini. Tapi ada penyesalan yang tidak bisa diulang kembali. Yakni menyesal menghabiskan waktu di dunia tidak untuk beribadah kepada Allah Swt.

Continue reading

Tantangan Mengajarkan Bahasa Indonesia ke Anak di Eropa (ODOP Day 30 of 99)

norway

Foto: Bendera Norwegia… Sumbernya lupa… Google pastinya…

Pengajian online One Week One Juz (OWOJ) pekan lalu yang ngisi sharing Mbak Icha dari Haugesund, Norwegia. Sebetulnya Mbak Icha menceritakan Tantangan Keluarga Musim di Haugesund, Norwegia yang secara umum mirip dengan yang dihadapi keluarga muslim mana pun di belahan bumi Eropa.

Diskusi menjadi menarik ketika Mbak Siska di Swedia menanyakan ke Mbak Icha tips untuk mengajarkan anak berbahasa Indonesia karena Fatih (10 tahun), putranya Mbak Icha, fasih berbahasa Indonesia meski lahir di Inggris dan besar di Norwegia. Menurut Mbak Icha, Fatih menguasai bahasa Norsk, Inggris, Indonesia, dan sejumlah bahasa daerah di Indonesia.

Mengajarkan bahasa Indonesia ke anak ini juga problem yang saya hadapi. Meski saya berbahasa Indonesia sehari-hari di rumah, krucils berbicara 100% dalam bahasa Inggris.

Continue reading

Tentang Islam yang Terasingkan, Taushiyah dari Sheffield (ODOP Day 27 of 99)

sheffield

Sumber foto: Journey of a muslim

Pengajian online One Week One Juz (OWOJ) Kamis lalu, yang ngisi sharing Teh Rinta yang sekarang berdomisili di Sheffield. Beliau menyampaikan taushiyah yang untuk saya pribadi pas banget di hati, yakni Islam yang Terasingkan.

Teh Rinta mengawali taushiyahnya dengan membacakan hadits “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).

Siapa sebetulnya orang-orang yang terasing (al ghuroba’)? Menurut hadits, Dari ‘Abdurrahman bin Sannah. Ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabad, “Islam itu akan datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing seperti awalnya. Beruntunglah orang-orang yang asing.” Lalu ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ghuroba’, lalu beliau menjawab, “(Ghuroba atau orang yang terasing adalah) mereka yang memperbaiki manusia ketika rusak.” (HR. Ahmad 4: 74)

Continue reading