Membidik Generasi Z (ODOP Day 92 of 99)

“Rencana rapat Januari,” kisah Pakne Krucils, “Lha kok mbahas Generasi Z alias generasi alfa…”
Saya ngintip ke materi yang dikirimkannya. Nggak paham. Ada kalimat semacam Senior Staff Conference. Objectives:  What does a challenger University offer its students and staff in 2025? How will the university deliver a transformative education that appeals to students mostly born in the 21st century. Dan di antaranya terselip kata-kata Generation Z/alpha.

Generasi Z atau generasi Alfa secara umum ditujukan kepada mereka yang lahir di tahun 1995-2010, yakni yang tahun depan, tahun 2018, berusia antara 8-23 tahun. Bisa dibilang anak-anak saya ini termasuk dalam rentang generasi Z. Kalau generasi milenial atau generasi Y yang sekarang berusia 20-40 sekarang sudah lulus kuliah dan berada di usia produktif, industri, termasuk industri pendidikan mulai membidik generasi Z sebagai pasar barunya.  Pembicaraan saya dan Pakne Krucils pun beralih ke soal generasi zaman now.

“Akhirnya tiba juga masanya ada anak nggak tahu cara muter kaset dan nggak kenal radio,” komen Si Doi.
Saya iseng nanya anak-anak, “Hey, children, pernah lihat radio?”
“Yes!” jawab krucils dengan semangat, “In Indonesia! In Mbahkung and Yangkung’s homes! They really love listening to the radio…”

Continue reading

Advertisements

Temanmu Laki-laki yang Pake Rok Itu… (ODOP Day 91 of 99)

Ilustrasi : Adegan dalam film The Boy in the Dress

Meski dalam satu kompleks yang sama, kelas krucils terbagi menjadi 2; infant school yang meliputi PAUD alias nursery (usia 3 tahun), Reception (4 tahun), Year 1 (5 tahun) dan Year 2 (6 tahun). Sedangkan junior school untuk anak usia 7-11 tahun (Year 3 s/d Year 6).

Setelah mengantar Dara masuk kelas Year 1, saya melihatnya sekilas. Anak berkulit putih berkacamata berusia sekitar 6 tahun dengan rambut sangat pendek, atau malah cepak. Anak itu sebenarnya biasa saja, dan tidak akan saya pikirkan kalau saja ia tak mengenakan rok. Mungkin anak perempuan yang sedang dalam kemoterapi, pikir saya.

Tapi beberapa hari kemudian saya berpapasan dengannya lagi. Kali ini ketika pulang sekolah bareng semua anak. Saya dan krucils melewatinya. Ketika berpapasan dengannya, Dinara menyapa anak itu, “Bye, Oscar…” (Ket: Ini bukan nama sebenarnya).

Continue reading

Interpretasi Hasil Survei Alvara (ODOP Day 90 of 99)

Hasil survei Alvara terbaru menunjukkan, dukungan terhadap syariah dan khilafah tumbuh kian subur di kalangan pelajar dan mahasiswa. Lembaga pendidikan dituding melakukan pembiaran dan keliru menerapkan metode pembelajaran sehingga pemikiran ini terbentuk dalam generasi muda bangsa.

Latar belakang Alvara melakukan riset/survei sebenarnya adalah untuk melihat potensi pada masyarakat menengah terutama generasi milenial saat ini yang proporsinya adalah sebanyak 34% populasi penduduk dengan rentang usia 17-34 tahun dan kalangan menengah yang berjumlah sekitar 66%. Potret generasi milenial ini menjadi penting karena di tangan merekalah masa depan Indonesia berada.

Hasil survei menunjukkan bahwa ulama terpopuler menurut mahasiswa adalah Ustadz Yusuf Mansyur (20,9%), Mamah Dedeh (20,7%) dan Aa Gym (16%). Di bawahnya adalah Prof Quraish Shihab,  Arifin Ilha, Felix Siauw, Oky Setiana Dewi, Gus Mus. Dari sini terungkap bahwa media massa memiliki pengaruh yang sangat kuat dan pendapat tokoh yang banyak muncul di media massa inilah menjadi referensi utama mahasiswa. Hal lain yang terungkap dari hasil survei ini adalah cara penyampaian secara populer ternyata lebih bisa diterima oleh mahasiswa dibandingkan cara penyampaian serius ala ‘pesantren’ oleh ulama yang memiliki pesantren dan pengasuh banyak santri.

Continue reading

Di Jannah, Sungai Apa yang Kamu Mau? (ODOP Day 89 of 99)

Malam itu saya membacakan kisah dari buku The Rivers of Milk and Honey. Semua anak sudah berada di dalam selimutnya. Fahdiy dan Dinara sebetulnya sudah bisa baca buku sendiri tapi mereka lebih seneng kalo dibacakan oleh emaknya. Mungkin krn sambil baca, kita jadi suka ngobrol macam-macam.
Sesuai dugaan, buku ini sebetulnya berisi tentang kisah taman surga. Separuh isi buku malah hanya ‘petuah’ bahwa surga, paradise, heaven, jannah, hanya diperuntukkan bagi para believers, alias orang-orang yg beriman. Krucils mulai nanya aneh-aneh ketika digambarkan di jannah kelak ada sungai-sungai.

Continue reading

Kuliah tidak di Fakultas/Jurusan Favorit (ODOP Day 88 of 99)

 

Libera Assini, sumber foto The Telegraph

Adalah Libera Assini, siswi cantik dari sekolah negeri terbaik di UK ini muncul dalam berita karena prestasi akademiknya. Ia meraih 11 nilai A* dan 2 nilai A dalam ujian nasional A Level tiga tahun lalu.

Siswa SMA normal biasanya hanya mengambil 3-5 mata pelajaran dalam ujian A Level. Libera Assini yang memperoleh nilai A* dalam 8 subyek yakni Government and Politics, Chemistry, Physics, Maths, Further Maths, French, Italian and Critical Thinking. Gadis berayah Italia dan beribu Taiwan ini mendapat nilai A pada 3 subyek yakni Chinese, History, dan General Studies.

Dengan prestasinya yang super gemilang seperti itu, bayangan saya, kalau di Indonesia, Libera sudah pasti akan memilih Fakultas dan Jurusan Kedokteran Umum. Atau teknik.

Continue reading

[Buku] Rahasia Masa Kanak-kanak (ODOP Day 87 of 99)

Judul buku : Rahasia Masa Kanak-kanak
Penulis : Maria Montessori
Penerbit : Pustaka Pelajar
Edisi : I (pertama)
Tahun : 2016
Jumlah halaman : xxix + 316 halaman

Buku ini adalah terjemahan dari The Secret of Childhood yang ditulis Maria Montessori. Versi originalnya diterbitkan pertama kali di tahun 1936 dan sudah mengalami cetak ulang berkali-kali serta diterjemakan ke berbagai bahasa.

Continue reading

FPI, HTI, GP Ansor/Banser, dan ‘Islam Radikal’ Pendukung Anies Baswedan (ODOP Day 86 of 99)

Untuk memahami tulisan ini, mesti membaca lengkap dulu tulisan 2 JAM BERSAMA ANSOR-nya Setiawan Budi (klik di sini). Saya menggarisbawahi kalimat ini, “Satu yang bikin kaget, dari keterangan Pak Masruri (Ketua Ansor Batam), Pemerintah itu kesusahan saat ingin membubarkan HTI (sampai disini saya belum dapat, apa bentuk kesusahan pemerintah itu) . HTI akan dibubarkan apabila ada KEHEBOHAN dimasyarakat tentang mereka, dan ansorlah yang akan selalu hadang mereka sehingga terciptalah kehebohan itu..watdepak..!!!”

“Ketika saya meminta pada pak masruri, “apakah ansor tidak meminta pada pemerintah dulu untuk bubarkan HTI? tekanlah pemerintah agar keluarkan putusannya. Doronglah MUI agar lakukan kajian pada HTI, dan keluarkan fatwany. Nanti setelah pemerintah keluarkan putusan, maka kita bisa bersama-sama menjaganya. Tidak harus ansor yang bergerak dan merasa cinta NKRI sendiri. Karena kamipun mencintai negeri ini. Hanya saja kami tidak mau gegabah bertindak dengan main hakim sendiri. Sebelum ada putusan dan fatwa MUI..maka mereka adalah warga yang dilindungi UU kita. Namun apabila ada fatwa dan putusan penguasa..kita bisa bersama-sama menindaknya seperti ajaran ahmadyah dan gafatar. Ada dasar kita dalam bertindak..bukan dasar dr fatwa sendiri.”

“Pak masruri hanya tersenyum, secara tersirat beliau mengatakan ini sudah perintah. Saya maklum..mkn doktrin dr atas sudah begitu.”

***

Continue reading