Sports Day

Sports Day hari terakhir… Setelah hari Selasa sport day-nya Year 1 (Reception s/d Year 2), hari Rabu Sport Day utk kelas Nursery, hari ini Sport Day untuk Year 3 s/d Year 6…

House-nya Krucils, Tiger, dengan warna kostum kuning, jadi juara umum… mengalahkan Monkey (merah), Dolphin (biru) dan Elephant (hijau).

Penerimaan piala diwakili oleh captain dan vice captain, gadis cantik Chinese jangkung berkulitkuning, dan calon pemuda legam berambut kriwil keturunan Afrika..

Advertisements

PKS ‘Menginfiltrasi’ LPDP dan PPI? (ODOP Day 96 of 99)

Awal November lalu ada artikel The case of Buni Yani ‘He did not deal with anyone’ yang menyoroti program beasiswa LPDP dan kaitannya dengan PKS. Di forum reddit sampe ada yang nulis dengan judul Efek Buni Yani terhadap Mahasiswa Indonesia di Belanda, dan Terkuaknya Infiltrasi PKS di LPDP.

Artikel dibuka dengan deskripsi Buni Yani sebagai salah satu PhD student di Belanda, yang akhirnya pulang ke Indonesia. Ujung-ujungnya, ya soal Ahok. Lantas, mulai dihubungkan, karena katanya Buni Yani khan sekolahnya di Leiden, sementara mahasiswa Indonesia di Leiden itu dinilai sudah banyak yang ‘radikal’ dengan indikator banyaknya student Indonesia yang diduga berafiliasi dengan PKS. Katanya, kader-kader PKS di Belanda berusaha menguasai PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) demi kemudahan akses dalam kaderisasi di Belanda. Artikel juga menyoroti kondisi di Wageningen University yang dikatakan mayoritas student Indonesianya berasal dari IPB Bogor yang merupakan salah satu kampus ‘sarang kelompok radikal’. Lantas Buni Yani dinyatakan punya hubugan dengan HTI, yang ditulis berafiliasi dengan IS. Gak ketinggalan diturunkan juga laporan dari University of Twente yang berafiliasi dengan ITB dengan sikon yang katanya hampir serupa yakni mahasiswa Indonesianya banyak yang terpengaruh PKS.

Continue reading

Interpretasi Hasil Survei Alvara (ODOP Day 90 of 99)

Hasil survei Alvara terbaru menunjukkan, dukungan terhadap syariah dan khilafah tumbuh kian subur di kalangan pelajar dan mahasiswa. Lembaga pendidikan dituding melakukan pembiaran dan keliru menerapkan metode pembelajaran sehingga pemikiran ini terbentuk dalam generasi muda bangsa.

Latar belakang Alvara melakukan riset/survei sebenarnya adalah untuk melihat potensi pada masyarakat menengah terutama generasi milenial saat ini yang proporsinya adalah sebanyak 34% populasi penduduk dengan rentang usia 17-34 tahun dan kalangan menengah yang berjumlah sekitar 66%. Potret generasi milenial ini menjadi penting karena di tangan merekalah masa depan Indonesia berada.

Hasil survei menunjukkan bahwa ulama terpopuler menurut mahasiswa adalah Ustadz Yusuf Mansyur (20,9%), Mamah Dedeh (20,7%) dan Aa Gym (16%). Di bawahnya adalah Prof Quraish Shihab,  Arifin Ilham, Felix Siauw, Oky Setiana Dewi, Gus Mus. Dari sini terungkap bahwa media massa memiliki pengaruh yang sangat kuat dan pendapat tokoh yang banyak muncul di media massa inilah menjadi referensi utama mahasiswa. Hal lain yang terungkap dari hasil survei ini adalah cara penyampaian secara populer ternyata lebih bisa diterima oleh mahasiswa dibandingkan cara penyampaian serius ala ‘pesantren’ oleh ulama yang memiliki pesantren dan pengasuh banyak santri.

Continue reading

FPI, HTI, GP Ansor/Banser, dan ‘Islam Radikal’ Pendukung Anies Baswedan (ODOP Day 86 of 99)

Untuk memahami tulisan ini, mesti membaca lengkap dulu tulisan 2 JAM BERSAMA ANSOR-nya Setiawan Budi (klik di sini). Saya menggarisbawahi kalimat ini, “Satu yang bikin kaget, dari keterangan Pak Masruri (Ketua Ansor Batam), Pemerintah itu kesusahan saat ingin membubarkan HTI (sampai disini saya belum dapat, apa bentuk kesusahan pemerintah itu) . HTI akan dibubarkan apabila ada KEHEBOHAN dimasyarakat tentang mereka, dan ansorlah yang akan selalu hadang mereka sehingga terciptalah kehebohan itu..watdepak..!!!”

“Ketika saya meminta pada pak masruri, “apakah ansor tidak meminta pada pemerintah dulu untuk bubarkan HTI? tekanlah pemerintah agar keluarkan putusannya. Doronglah MUI agar lakukan kajian pada HTI, dan keluarkan fatwany. Nanti setelah pemerintah keluarkan putusan, maka kita bisa bersama-sama menjaganya. Tidak harus ansor yang bergerak dan merasa cinta NKRI sendiri. Karena kamipun mencintai negeri ini. Hanya saja kami tidak mau gegabah bertindak dengan main hakim sendiri. Sebelum ada putusan dan fatwa MUI..maka mereka adalah warga yang dilindungi UU kita. Namun apabila ada fatwa dan putusan penguasa..kita bisa bersama-sama menindaknya seperti ajaran ahmadyah dan gafatar. Ada dasar kita dalam bertindak..bukan dasar dr fatwa sendiri.”

“Pak masruri hanya tersenyum, secara tersirat beliau mengatakan ini sudah perintah. Saya maklum..mkn doktrin dr atas sudah begitu.”

***

Continue reading

Pak Hidayat Nurwahid dan Kokoh Felix Siauw Sehari Kemarin (ODOP Day 85 of 99)

Tulisan yg dibuat jam 12 malam… Judulnya nyontek Setahun Kemarin-nya Kahitna… Aih, jadi ketebak usia penulis… wkwkwk…

Jujur eike mengerutkan kening ketika membaca berita di detik.com berjudul Soal Seruan Ceramah Menag Lukman, Ini Kata PKS. Berita ini, di timeline eike, engga ada yg nge-post. Kalah rame dengan posting soal pendukung Ahok yang masih patah ati dan belum move on, dan berita soal Kokoh Felix yang pengajiannya dibubarkan polres Malang.

Di berita tersebut, Pak HNW tidak sepakat dengan pembatasan penceramah yang diberikan Menag. Mulanya eike bengong, apaan sih maksud Pak HNW?

Continue reading

Kritik untuk Kajian Kriminalisasi Ulama (Day 32 of 99)

sertifikasi-khatib

Sumber foto : Facebook Mba Asri Supatmiati

Kemarin, saya menjadi salah satu narasumber kajian online berjudul Di Balik Upaya Mengkriminalkan Ulama menjelang Pilkada Jakarta. Kalau ada yang tidak puas dengan kajian tersebut, saya adalah orang pertama yang paling dan sangat tidak puas dengan kajian tersebut.

Sejak awal saya merasa bahwa tema diskusi kajian ini terlalu sulit untuk saya. Saya merasa bahwa saya harus berbicara hanya untuk memberikan peringatan kepada masyarakat muslim, bahwa terjadi upaya sistematis kriminalisasi ulama. Kritik utama saya terhadap kajian ini adalah, kekurangan para narasumber (termasuk saya sendiri, dong, jadinya) dalam menyampaikan data dan fakta riil untuk membuktikan bahwa memang sedang terjadi upaya menjadikan para ulama sebagai kriminal. Kecuali para ulama yang selalu mendukung pemerintah, tentu saja, nggak ada yang perlu dikhawatirkan.

Continue reading