PKS ‘Menginfiltrasi’ LPDP dan PPI? (ODOP Day 96 of 99)

Awal November lalu ada artikel The case of Buni Yani ‘He did not deal with anyone’ yang menyoroti program beasiswa LPDP dan kaitannya dengan PKS. Di forum reddit sampe ada yang nulis dengan judul Efek Buni Yani terhadap Mahasiswa Indonesia di Belanda, dan Terkuaknya Infiltrasi PKS di LPDP.

Artikel dibuka dengan deskripsi Buni Yani sebagai salah satu PhD student di Belanda, yang akhirnya pulang ke Indonesia. Ujung-ujungnya, ya soal Ahok. Lantas, mulai dihubungkan, karena katanya Buni Yani khan sekolahnya di Leiden, sementara mahasiswa Indonesia di Leiden itu dinilai sudah banyak yang ‘radikal’ dengan indikator banyaknya student Indonesia yang diduga berafiliasi dengan PKS. Katanya, kader-kader PKS di Belanda berusaha menguasai PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) demi kemudahan akses dalam kaderisasi di Belanda. Artikel juga menyoroti kondisi di Wageningen University yang dikatakan mayoritas student Indonesianya berasal dari IPB Bogor yang merupakan salah satu kampus ‘sarang kelompok radikal’. Lantas Buni Yani dinyatakan punya hubugan dengan HTI, yang ditulis berafiliasi dengan IS. Gak ketinggalan diturunkan juga laporan dari University of Twente yang berafiliasi dengan ITB dengan sikon yang katanya hampir serupa yakni mahasiswa Indonesianya banyak yang terpengaruh PKS.

Kisah beralih ke beasiswa LPDP di bawah kepemimpinan Bu Sri Mulyani. Beberapa tahun terakhir dana untuk LPDP memang besar banget. Dan, kata artikelnya, 87% orang Indonesia di Belanda adalah muslim.

Artikel ini menyorot tajam student Indonesia di Belanda yang dikatakan kurang berkualitas. Sebagai penyeimbang, artikel juga mengkritik pemerintah Belanda yang menjadikan pendidikan tinggi untuk mengeruk dana lebih besar dari negara lain, dalam hal ini, yo dari Indonesia, lah… sehingga menurunkan standar dalam seleksi penerimaan mahasiswa.

Artikel jadi bahan gosip renyah apalagi setelah muncul artikel terkait dugaan diskriminasi dalam seleksi beasiswa LPDP. Selain diskriminasi dalam jenis kelamin dan masalah pribadi, disinyalir seleksi LPDP juga diskriminasi terhadap agama calon awardee.

Secara kasar, artikel menggiring pembaca mengaitkan bahwa awardee LPDP banyak yang kader PKS. Ini secara jelas dilihat dari cara nulisnya:

Fitri, a headstrong fourth-year PhD student of cultural studies at the University of Amsterdam, can not suppress a smile when she thinks back to her selection procedure. ‘It was so easy to get an LPD- grant. That will remain the same soon. Holland is very happy with LPDP , I know. Through me, the UvA (University of Amsterdam) receives ten thousand euros a year. ‘ The LPDP selection also went SMOOTHLY for a friend who started as a PhD in Wageningen last year . ‘She’s a POCK , you can also see how she dresses. All engineering and agricultural students are PKS . But it expands. Everyone wants to be pious nowadays, because that brings benefits. The PKS has played that cleverly. My niece, who studies medicine in Groningen, goes to a Quran study class every week. Not me.’

Di bagian menjelang akhir, Nong Darol Mahmada (istri Guntur Romli) menyatakan bahwa Buni Yani dimanfaatkan oleh FPI, “‘He was stupid, even though he was the manipulative mastermind on Facebook. Buni did not do it to support Anies. Prabowo is consistent: anti-Chinese, anti- PKI(communists), he uses Islamization as an instrument in his struggle for power. Jokowi should act more strictly against Islamist clubs. ‘”

Karena saya bukan bagian dari PKS, saya tentu tidak berhak memberikan komentar apa pun terkait dugaan infiltrasi LPDP oleh PKS. Tetapi, menurut saya, artikel ini sesungguhnya bukan sekadar ditujukan untuk menjatuhkan PKS. Tetapi yang disasar adalah semua muslim yang dalam pilkada Jakarta kemarin mendukung kampanye Menolak Pemimpin Kafir. Jadi, kelompok pengajian selain PKS yang mendukung aksi 212, jangan santai-melambai.

Setelah rohis dituding sebagai sarang teroris, pembubaran pengajian Ustadz Felix Siauw, Ustadz Abdul Somad ditolak masuk Hong Kong, mungkin ke depan kita akan mendapati pernyataan awardee LPDP yang muslim adalah bagian dari kelopok ‘radikal dan intoleran’… Solusinya? Seleksi awardee LPDP harus lebih ketat, terutama bagi calon awardee dengan ‘penampilan seperti kader PKS’ (baca: berpenampilan sesuai yang syariah Islam).

Colchester, 28 Desember 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s