Kuliah tidak di Fakultas/Jurusan Favorit (ODOP Day 88 of 99)

 

Libera Assini, sumber foto The Telegraph

Adalah Libera Assini, siswi cantik dari sekolah negeri terbaik di UK ini muncul dalam berita karena prestasi akademiknya. Ia meraih 11 nilai A* dan 2 nilai A dalam ujian nasional A Level tiga tahun lalu.

Siswa SMA normal biasanya hanya mengambil 3-5 mata pelajaran dalam ujian A Level. Libera Assini yang memperoleh nilai A* dalam 8 subyek yakni Government and Politics, Chemistry, Physics, Maths, Further Maths, French, Italian and Critical Thinking. Gadis berayah Italia dan beribu Taiwan ini mendapat nilai A pada 3 subyek yakni Chinese, History, dan General Studies.

Dengan prestasinya yang super gemilang seperti itu, bayangan saya, kalau di Indonesia, Libera sudah pasti akan memilih Fakultas dan Jurusan Kedokteran Umum. Atau teknik.

Ternyata tidak. Ia memilih memperdalam belajar di bidang filosofi, politik, dan ekonomi di salah satu universitas papan atas kelas internasional, yakni di Oxford University. Ia tidak memilih kedokteran. Atau teknik. Dia yang mendapatkan A* di mata pelajaran kimia, fisika, matematika dasar dan matematika lanjutan ini ternyata memilih bidang ilmu sosial yakni politik dan filosofi. Yakali kalau ekonomi mah sebetulnya juga harus kuat matematikanya, sih.

Dari sini saya jadi semakin paham kenapa di negara-negara maju, di semua bidang ada kader terbaiknya. Bukan cuma yang di jurusan IPA, tapi juga ilmu sosial, bahkan olahraga dan seni.

Saya gak bisa membayangkan kalau Libera Assini adalah anak saya. Kayaknya saya bakal merayu-rayu dia untuk masuk fakultas kedokteran sama seperti saya dulu. Kalau nggak kedokteran, ya farmasi, atau keperawatan, atau gizi… Hahaha…

Tapi kalau dia anak suami saya, besar kemungkinan dia akan tetap berada di jalurnya sekarang. Soalnya dulu pas lulus SMA, ndaftar, dan ketrima di Matematika ITB, guru-guru SMA Pakne Krucils menyayangkan dan selalu bertanya, “Kenapa kamu nggak masuk fakultas teknik saja?” secara mestinya doi bisa, lah, -kalo mau- nembus fakultas teknik di salah satu PTN terbaik di Indonesia.

Tapi ya memang matematika dan jurusan matematika adalah panggilan jiwa Pakne Krucils. Bukan fakultas teknik. Apalagi kedokteran. He loves math, i think more than he loves me…

Tulisan ini sebetulnya ikut nimbrung postingannya Pak I Made Andi Arsana, dosen Fakultas Teknik Geodesi UGM yang nulis Kuliah di Jurusan atau Fakultas yang Tidak Populer? Santai Saja! Beliau nulis itu kayaknya untuk menjawab kegalauan beberapa mahasiswanya.

Well, Pakne Krucils juga beberapa kali menerima email curhatan mahasiswa-mahasiswa jurusan matematika yang galau karena jurusan yang dipilihnya nampak ‘tidak menjanjikan secara materi’, nggak kayak fakultas kedokteran, donk… atau mungkin teknik… hihihi…

Bagaimana Si Doi menjawab curhatan-curhatan itu? Entahlah, saya lupa… wkwkwk…

Tetapi intinya, gegara punya suami orang MIPA, dan karena Libera Assini itulah, saya jadi nyadar bahwa karier di dunia ini bukan hanya jadi dokter atau engineering. Konon, salah satu profesi bergengsi di Finlandia adalah guru. Ya kalau bener, pantes aja khan kalau Finland selalu menjadi negeri dengan kualitas sistem pendidikan terbaik di dunia. Lha wong IKIP yang jadi favoritnya.

Eniwei, suami saya nonton 3 Idiots sampe tiga kali. Mungkin lebih. Haha. Kayaknya dia nostalgia masa-masa selepas SMA pada saat kebanjiran pertanyaan kenapa nggak masuk teknik padahal dia siswa cemerlang di SMA-nya (yang adalah SMA favorit di kotanya). Eh tapi Si Pia (Kareena Kapoor) pacarnya Rancho (Aamir Khan) khan tetep dokter… Ya mungkin salah satu ibrah film ini adalah mahasiswi kedokteran lebih gampang dapet suami anak teknik… Meski ada juga anak kedokteran yang suaminya anak MIPA jurusan matematika yang tidak favorit itu…

Karena sekarang jadi ortu dari 4 anak, dan tinggal tidak di Indonesia yang kedokteran dan teknik minded, moga-moga kelak tinggal membebaskan saja anak-anak mau jadi apa. Kesuksesan di dalam hidup ini bukan kalau dapet suami anak teknik, dapet istri dokter, S3 di negara maju, kerja mapan di negara maju, dan sejenisnya.

Sukses di dalam hidup ini, kalau menurut saya, adalah ketika kita bisa memberikan kontribusi positif yang sangat besar bagi manusia dan alam semesta. Kalau sebagai muslim, sukses berarti bisa tetep istiqamah berada dalam aturan Allah Swt, plus memberikan kontribusi positif terhadap ummat Islam dan masa depan dakwah. Nggak masalah kalau kontribusi itu disumbangkan oleh alumnus Harvard University atau Al Azhar Cairo. Oxford-Cambridge atau Universitas Islam Madinah. Semuanya universitas bagus. Tinggal kembali ke individunya saja.

Itulah sebabnya kalau buat kita yang muslim, standar kesuksesan bukan cuma sukses dunia, Tapi juga sukses akhirat. Jenis sukses yang terakhir inilah yang nggak dikenal oleh sistem kehidupan dan pendidikan sekuler dalam ideologi kapitalisme. Sayangnya mindset cuma sukses dunia ini sudah mulai menginfiltrasi kaum muslimin. Bahkan sudah kronis, dengan indikasi banyak muslim yang sukses di dunia karier eh ternyata nggak beres dalam akhlak dan agama.

Tapi jangan juga dibalik yang penting akhlak dan agamanya bagus meski kontribusi terhadap ummat dan dakwah minimalis. Sebagai khoiru ummah, sudah semestinya ummat Islam menetapkan standar hidup yang tinggi, yakni sukses dunia akhirat.

Sukses di akhirat cuma ada satu jalur, yakni harus belajar dan mempraktekkan Islam secara serius. Nah kalau sukses di dunia, Allah Swt sudah memberikan sangat banyak pilihan, sesuai bakat-minat-dan kompetensi. Jangan batasi potensi diri hanya pada fakultas atau jurusan yang saat ini favorit. Bolehlah di sini nyontek Libera Assini yang gemar belajar dan menguasai banyak subjek. Karena, kelak kalau sistem pemerintahan Islam ditegakkan sempurna, justru malah banyak muslim yang polymath. InsyaAllah.

Colchester, 23 September 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s