Pak Hidayat Nurwahid dan Kokoh Felix Siauw Sehari Kemarin (ODOP Day 85 of 99)

Tulisan yg dibuat jam 12 malam… Judulnya nyontek Setahun Kemarin-nya Kahitna… Aih, jadi ketebak usia penulis… wkwkwk…

Jujur eike mengerutkan kening ketika membaca berita di detik.com berjudul Soal Seruan Ceramah Menag Lukman, Ini Kata PKS. Berita ini, di timeline eike, engga ada yg nge-post. Kalah rame dengan posting soal pendukung Ahok yang masih patah ati dan belum move on, dan berita soal Kokoh Felix yang pengajiannya dibubarkan polres Malang.

Di berita tersebut, Pak HNW tidak sepakat dengan pembatasan penceramah yang diberikan Menag. Mulanya eike bengong, apaan sih maksud Pak HNW?

Nah,  di Detik, berita Pak HNW itu cuma selisih 1 jam-an dari berita Ustaz Felix Siauw Bicara Soal Pembubaran Kajiannya di Malang. Maka isenglah eike maen ke fanspage Divisi Humas Polri. Dan, di sana dipajang dengan manisnya, dua lembar seruan Menteri Agama Republik Indonesia tentang Ceramah di Rumah Ibadah.

Menurut eike, poin yang paling ajaib justru poin ke-6 yang berbunyi, “Materi yang disampaikan tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan, ataupun merusak ikatan bangsa. Lah, jujur eike jadi bengong, agama eike khan Islam. Lha kalau ceramahnya tidak membawa agama, trus piye? Trus, siapa pun pasti tau, kalimat ‘menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan’ ini pasal karet yag bisa dibawa ke mana-mana.

Makin bengong pas baca poin ke-8, “Materi yang disampaikan tidak bermuatan kampanye politik praktis dan/atau promosi bisnis.”

Soal promosi bisnis eike belum pernah tahu. Tapi soal bermuatan kampanye politik, adududuh, lha ini apa bukan berarti berusaha memisahkan Islam dari politik?

Emang sih, sejak setahunan belakangan, banyak teman2 terutama yang laki-laki, mengaku mendapatkan pencerahan lewat mimbar khutbah Jumat yang menyerukan haramnya memilih pemimpin kafir alias nonmuslim. Eh, jangan salah, ustadz-ustadz itu juga menyerukan hal yang sama di Colchester, juga di forum semacam gathering Keluarga Islam Britania Raya (Kibar Gathering). Lha terus, yg diseru khan sesama muslim? Dalilnya Islam. Lokasinya di rumah ibadah orang Islam. Trus salahnya apa? Tapi dengan poin ke-8, kelak kalau ada lagi kandidat gubernur seperti BTP, khatib nggak boleh mengedukasi dan mengingatkan jamaah agar tidak memilih dia… Karena bisa saja bakalan kena dakwaan ‘bermuatan politik praktis’ nama pun poin karet…?

Trus, khatib juga engga boleh dong, mengkritik kebijakan pemerintah yang menggusur rakyat semacam BTP pas jadi gubernur, naiknya tarif listrik, soal Freeport, LGBT, di mimbar khutbah? Apa? Isi khutbahnya mau dicek dulu oleh Kemenag? Wajarlah Pak HNW ngeritik. Ini mah balik ke era orde baru judulnya.

Nah, eike awalnya juga nggak ngeh kenapa polisi membubarkan talkshow Felix yang tajuknya Cinta Mulia, Halalkan atau Ikhlaskan. Kenapa polisi membubarkan talkshow yang membahas keharaman pacaran? Kata Si Kokoh, polisi mendapat tekanan dari ormas yang belakangan dikenal suka membubarkan pengajian dan berpihak kepada penista agama… Tau ormaas mana? Eh Si Kokoh kaga menyebutkan merk… Jadi selamat kepo… wkwkwk…

Nah, menurut Polisi, acara dibubarkan karena tidak mendapatkan izin. Omaigod, pikir eike. EMang pengajian bahas cinta dan pacaran zaman Presiden Jokowi, musti izin polisi? Udah aman negara RI sampe polisi kelebihan waktu membubarkan pengajian bahas pacaran? Trus pengajian level RT, RW, remas kampung, himpunan mahasiswa, apa semua musti izin Pak Polisi juga, wahai Bapak Presiden, saya bertanya…???

Ada lagi yang bilang pengajian dibubarkan karena alasan makar. Sumpah, demi Allah, sambungannya di mana pengajian bahas pacaran haram dengan makar? Soal makar, ini jadi inget Pak Kapolri ganteng yang November kemaren jadi trending topik karena bilang kalau pengen tahu aktor makar aksi 212, tanya google… Wadauwww… Err… Soalnya saya termasuk yang meng-google dengan memasukkan kalimat ‘aktor makar 212’ dan hasil terbanyak keluarlah wajah Pak Kapolri ganteng tersebut… Apakah beliau aktor makarnya? Allahua’lam…

“Trus ke depan gimana kalo pengajian bahas pacaran aja dibubarin?” Yaa dakwah pasti akan tetap menemukan jalannya. Menag sudah mengeluarkan seruannya. Pak HNW sudah menyatakan ketidaksetujuannya. Polres Malang sudah membubarkan talkshow Fellix. Ustadz Salim A Fillah dan Ustadz Fauzil Azhim sudah memposting dukungan terhadap Felix.

Yang belum ada sekarang tinggal pernyataan Rektor Unibraw kenapa tetiba mendadak membatalkan perizinan talkshow Si Kokoh?

Tapi, wahai Pak Jokowi dan Pak Kapolres Tito, sekarang itu zamannya beda. Sekarang semua serba live. Udah engga kayak era orde baru di mana tipi cuma ada TVRI yang jadi corong penguasa. GMBI menggebuki anggota FPI, sambil nggoreng tempe kita di Eropa juga bisa liat rekamannya… Pak Tito, balok, Pak?

Cuma beberapa menit Felix memberikan klarifikasi live di facebook, sambil dasteran, emak di Amerika bisa langsung mendengarkan penjelasannya. Telat tuh detik.com.

Yak, ke depan, rasa-rasaya Felix gak mungkin dapet izin dari Kemenag untuk ceramah di masjid. Karena mengharamkan pacaran jelas berpotensi menimbulkan konflik bagi pasangan yang pacarnya insyaf. Ustadz Salim A Fillah dan Ustadz Fauzil Azhim, selamat mengurus perizinan… Ada dan tiada izin dari Kemenag, insyaAllah kalian kan selalu tetap di hatiku…. hehehe…

Colchester, 1 Mei 2017

Advertisements

2 thoughts on “Pak Hidayat Nurwahid dan Kokoh Felix Siauw Sehari Kemarin (ODOP Day 85 of 99)

  1. Hukum yg diterapkan di negeri ini seperti sarang laba2 dan para penegak hukumnya tak berkutik utk menegakkan hukum krn tekanan kelompok. Ini membuktikan bahwa hukum jahiliyah buatan manusia bukanlah hukum yang baik untuk manusia itu sendiri krn tdk sesuai dg fitrah manusia dan tak memuaskan akal manusia.

    Allah Swt sdh menegaskan dlm Al Maidah 50. Apakah hukum jahiliyah yg hendak engkau gunakan? Hukum siapakah yg lbh baik selain hukum Allah bagi orang2 yg yakin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s