Matematika (Montessori 12) (ODOP Day 82 of 99)

Pada dasarnya, anak sudah dikelilingi oleh matematika. Permainan-permainan untuk merangsang sensori punsebenarnya sudah sangat matematika. Biasanya matematika sering diidentikkan dengan angka. Padahal sebetulnya matematka adalah tentang pola.

Angka sendiri sebetulnya tidak bisa didefinisikan atau dipahami, karena merupakan sesuatu yang abstrak. Ya, sebetulnya semua di matematika adalah gagasan abstrak. Kemampuan menghitung, menjumlah menggunakan hubungan numerik, adalah kemampuan abstraksi.

Angka menjadi abstrak ketika kita belajar artimatika, karenanya anak dikenalkan matemtika melalui hal yang konkret terlebih dahulu: bentuk, ruang, jumlah dan semua hubungannya. Di kelas Montessori, matematika diwujudkan dalam  aritmatika, geometri, statistik, dan kalkulus. Sejak awal, melalui beragam aktivitas dan permainan di kelas Montessori, anak dikenalkan dengan angka, sistem desimal, komputasi, tabel aritmatika, pecahan, dan angka-angka positif. Artimatika dikenalkan kepada anak sejak anak berusia 4-6 tahun.

Belajar matematika di kelas Montessori dimulai dari hal yang konkret, kemudian berlanjut ke yang abstrak. Dari yang sederhana (simple) ke yang kompleks. Yang dikenalkan di awal adalah prosesnya, faktanya mengikuti belakangan. Semua mainan/material dalam kelas Montessori selalu mengenalkan anak kepada urutan, koordinasi, konsentrasi, dan kemandirian. Kegiatan matematika sendiri dibagi ke dalam lima kelompok.

Kelompok pertama, yakni mainan/material yang bertujuan menyiapkan anak pada kegiatan berhitung dan mengajarkan nilai kuantitas. Beberapa material yang digunakan untuk menggambarkan angka dan kuantitas di antaranya number rods dan number cards. Kemudian anak dikenalkan dengan urutan (sequence) lewat spindle box, cards and counters, the sort bead stairs, dan beragam permainan yang mengenalkan berhitung 1-10 yang mendorong anak mengenal konsep numerik.

Kelompok kedua, berkenalan dengan sistem desimal dengan menggunakan the golden bead. Anak dikenalkan dengan penyebutan satuan, puluhan, ratusan, ribuan. Dengan golden bead, penyebutan satuan-puluhan-ratusan-ribuan diwujudkan dalam hal yang konkret, bukan abstrak.

Kelompok ketiga, operasi berhitung dengan menggunakan golden bead. Di sini dikenalkan proses menjumlah, mengurangi, mengalikan, dan membagi.

Pada kelompok keempat, adalah pelajaran tentang linear counting. Material/mainan yang tersedia mengenalkan anak kepada kelipatan misalnya lima, sepuluh, limabelas, duapuluh dan seterusnya. Biasanya menggunakan the one-hundred board dan the bead chains.

Kelompok kelima terdiri dari kegiatan yang menggunakan strip bords, snake game, dan memory. Mulai berkenalan dengan pembagian.

Semua gambar lebih jelas bisa dilihat di sini.

Colchester, 24 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s