Persiapan Menulis dan Membaca (Montessori Bagian 4) (ODOP Day 72 of 99)

Sumber gambar: Montessori Compass

Dalam metode Montessori, menulis diajarkan terlebih dahulu daripada membaca. Karena menulis adalah untuk menyampaikan pikiran kita, sementara aktivitas membaca adalah berusaha memahami pemikiran orang lain. Menurut Montessori, ini baru diajarkan ketika anak berusia 4-5 tahun.

Semua material yang anak mainkan, secara tidak langsung mempersiapkan mereka untuk menulis dan membaca. Misalnya, gerakan dilakukan dari kiri ke kanan  (untuk menulis), dari atas kebawah (untuk membaca). Di practical life kita menguatkan otot jempol, telunjuk, tengah, gunanya untuk memegang pensil.

Prinsip menulis dan membaca di antaranya:
– Melatih anak memegang buku.
– Mendeskripsikan segala sesuatu sebanyak-banyaknya kepada anak. Banyaknya kosakata ini yang kelak akan menjadi modal anak dalam menyampaikan ide, gagasan, atau pemikirannya. Aktivitas mendeskripsikan sebanyak-banyaknya ini merangsang berpikir runtut, logis, mampu merepresentasikan pikiran dan perasaannya, dan menyiapkannya pada kegiatan menulis.

Tahapan sebelum menulis dan membaca adalah pengenalan huruf dan belajar menulis

Pengenalan Huruf

  • Mengenalkan huruf dengan metode phonic, yakni bunyinya bagaimana, bukan itu huruf apa. Jadi tidak mengenalkan ini huruf a, be, ce, de, tetapi langsung dikenalkan bunyinnya a, ba, ca, da, e, ff, ga, dan seterusnya.
  • Menggunakan Large Moveable Alphabet (LMA) untuk melatih muscle memory-nya (lihat gambar) sehingga anak langsung bisa mengindera bahwa huruf konsonan berwarna merah dan huruf vokal berwarna biru.

Large Moveable Alphabet (sumber gambar Journey to Montessori)

Belajar Menulis

  • Tidak menggunakan kertas dan pinsil, tetapi menggunakan sandpaper letter (lihat gambar), atau garam, atau kinetik sand

Sand paper letter (sumber gambar Montessori for Everyone)

  • Cara mengenalkan menulis huruf sama seperti mengenalkan benda, satu per satu
  • Dimulai dari huruf dengan 1 suku kata yang hurufnya jelas berbeda (tidak mirip, biasanya yang bunyinya mirip adalah B dan D). Misal kata cat, mur, teh.
  • Menggunakan Large Movement Alphabet, kita ajak anak meletakkan huruf c, a, t untuk kata cat. Lantas dicocokkan dengan kartunya. (dari Fira: saya juga ga jelas ini maksunya gimana, tapi lihat di youtube nemu klik di sini)
  • Membiasakan anak melihat tulisan. Misalnya, menempelkan kata ‘meja’ di meja, kata ‘pintu’ di pintu, sebanyak-banyaknya.

Mengajarkan anak multibahasa

  • Pada dasarnya karena anak tinggal di Indonesia dan akan banyak berkomunikasi dengan orang Indonesia, anak wajib lancar berbahasa Indonesia.
  • Jika ibu ingin anak fasih berbahasa asing lainnya, maka pengajar (misalnya salah satu orang tua) harus konsisten menggunakan bahasa tersebut.

Colchester, 26 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s