Quality Time atau Quantity Time? (ODOP Day 61 of 99)

Sebagaimana semua pilihan, pilihan-pilihan orangtua memiliki konsekuensi-konsekuensi terhadap hubungan orang tua dengan anak. Ada orang tua yang memilih bekerja di rumah sehingga bisa punya banyak waktu bersama anak. Tetapi ada juga orang tua yang tidak meniti karier apa pun, namun juga tidak meluangkan banyak waktu untuk anak di rumah.

Lantas mana yang lebih penting, quality time or quantity time?

Untuk mencapai kualitas hubungan yang baik, dalam hubungan apa pun, dibutuhkan kuantitas interaksi yang baik. Kuantitas interaksi ini menjadi ratusan kali lebih penting apabila kita berbicara tentang anak. Dan menjadi ribuan kali lebih penting pada anak usia 0-2 tahun yang sedang dalam tahap membangun kelekatan dengan orang lain di dunianya yang baru.

Memiliki kuantitas waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan anak adalah syarat wajib untuk mendapatkan interaksi yang baik. Dalam perkembangannya anak membutuhkan interaksi dengan orang dewasa, juga dengan teman sebaya, lebih tua dan lebih muda.

Pada dasarnya, orang tua membutuhkan interaksi dengan anak; lebih dari anak membutuhkannya dari orang tua. Meski orang tua sangat sibuk, pastikan ada 1-2 rutinitas harian yang dilakukan bersama anak dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Anak akan menantikan momen-momen seperti ini.

Berdasarkan hasil penelitian, kita tidak mungkin bisa memiliki interaksi berkualitas tanpa kuantitas interaksi. Ini tidak hanya berlaku dalam hal parenting, tetapi juga pada semua hubungan (relatinship). Pada anak-anak, adanya waktu yang cukup secara kuantitas adalah hal yang sangat penting dan bagian dari perkembangan mereka. Penanaman nilai-nilai kehidupan, mengajarkan kebiasaan membaca yang baik, membentuk pola makan sehat dan other lifelong habits lainnya, seluruhnya memerlukan interaksi yang konstan dari orang dewasa yang memiliki target, tujuan, dan kualitas yang sama seperti yang diharapkan. Persoalannya adalah, bagaimana jika orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi buah hatinya, sehingga anak-anak memerlukan ‘orangtua pengganti’ yang mengawal potensi-potensi mereka. Kecuali Anda adalah orang yang teramat sangat beruntung, maka hampir tidak mungkin menemukan seseorang yang sebaik orang tuanya sendiri dalam hal mengasuh dan mendidik anak.

Yang perlu digarisbawahi adalah, mengasuh dan mendidik anak beriringan dengan banyak hak sebagai orang tua kepada anak, sekaligus banyak tanggungjawab orang tua kepada anak, dan mengalokasikan waktu kepada anak adalah salah satu pondasi mendasar dari peran besar sebagai orang tua.

Salah satu hal terpenting adalah keberadaan orang tua di sisi anak ketika anak benar-benar memerlukannya. Tidak ada jawaban mutlak berapa dosis minimum jumlah ‘kuantitas waktu’ yang diperlukan anak yang harus didedikasikan orang tua kepada anak-anaknya dalam rangka menjadi orang tua yang baik, tetapi saya percaya bahwa orang tua yang sensitif akan mengembangkan ‘sistem alarm’-nya sendiri yang akan memperingatkan para orang tua ini jika mereka tidak memberikan cukup waktu untuk anak-anak mereka. Maka, orang tua harus benar-benar memperhatikan perasaan bersalahnya jika merasa tak bisa menyediakan cukup waktu untuk anak-anaknya.

There is no easy answer in what’s the minimum number of hours you need to dedicate to be a good parent, but I believe sensitive parent will develop their own “alarm system” that warn them when they are not spending enough time with their children. In this case, do listen to your guilt 🙂

Dalam kondisi ideal, pengasuh utama dan pertama anak adalah orang tuanya.

Sumber:
Quality Time or Quantity Time, keluargakita.com
Najelaa Shihab, Reflection on Being A Mother, mommiesdaily

Colchester, 15 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s