Google Merayakan 37 Tahun Taman Nasional Komodo (ODOP Day 53 of 99)

komodo-dragon

“Training with the Go Jet Academy… Four explorers on a global adventure… Xuli, Kyan, Lars, Foz… They are the Go Jetters… Go!!!”

Demikian kata pengantar setiap kali krucils membuka laman Cbeebees i-player. Salah satu favorit krucls adalah serial Go Jetters yang di setiap episode berdurasi sekitar 10 menit, dengan target pemirsa berusia 4-6 tahun.

Serial Go Jetters dimaksudkan untuk mengajarkan mata pelajaran geografi. Konsepnya mungkin adalah belajar geografi dari nonton film. Tokoh-tokohnya adalah Xuli, Kyan, Lars, dan Foz, dengan gurunya Ubercorn. Sebagaimana kisah petualangan, tentu harus ada tokoh antagonis, di sini adalah Grandmaster Glitch dan para anak buahnya yang disebut Grimbot.

“Outside the world is turning… Guided by the Ubercorn… Four heroes always learning… There’s just so much to explore… So jump on board, yeah!!!”
“Go, go, go, go…. Go Jetters… Around the world…”

Petualangan para Go Jetters pernah berlangsung di Menara Eiffel, karena Grandmaster Glitch berusaha mencuri menara untuk dijadikan antena TV. Lantas di piramida Mesir karena Grandmaster Glitch ingin mencurinya untuk mainan. Di padang pasir Sahara, sang tokoh antagonis menginginkan banyak pasir untuk membuat istana pasir dan menakut-nakuti para onta. Grandmaster Glith pernah membendung air terjun Niagara di Kanada untuk membuat kolam lumpur raksasa.

Go Jetters harus menyelamatkan semuanya dari Grandmaster Glitch dan para Grimbot-nya. Petualangan berlangsung dari Sydney Opera House, Patung Liberty di Amerika Serikat, Tembok Besar Cina, Menara Pisa Italia, Taj Mahal India, Hutan Amazon, Laut Mati di Yordania, juga di Big Ben London Inggris.

Tema yang diangkat tak melulu bangunan fisik. Ada seri di mana petualangan dilakukan di Strokkur Geyser, Islandia, agar anak-anak belajar mengenal geyser. Di Kutub Selatan, karena Grandmaster Glitch membuat banyak asap agar para Jetters yang sedang berlibur tidak bisa melihat Aurora (Northern Lantern), di Rio De Janeiro para Jetters menyelamatkan festival tari Samba, dan banyak lagi.

“I want to go to Komodo National Park!!!” rengek krucils setelah nonton seri Go Jetters ke-25.
Saya memejamkan mata. Emangnya gampang apa berangkat ke Nusa Tenggara Timur.

“Too dangerous, bahaya, nggak aman buat anak-anak,” kata saya yang sedang malas banyak ngomong.
Seperti biasa, langsung mendapat respon, “Why?”
“The komodo can eat you… Mereka besar, karnivora, dan mereka bisa memakan manusia!”
“But we just watch them from far… not close…”

Saya nengok Pakne Krucils, “Alasan aslinya, sih, ya mahaaaaalllll….”

Hari ini Taman Nasional Komodo berusia 37 tahun. Terima kasih Google yang sudah membuatkan doodle untuk memperingatinya. Terima kasih untuk BBC yang membuat seri Komodo National Park sehingga krucils bisa belajar mengenal Indonesia meski sedang berada di UK.

Meski, tetep, pelajaran terbaik tentang Indonesia, ya mudik… Hehehehe…

Ada yang mau nonton Go Jeetters seri Komodo National Park? Klik di sini.

Colchester, 6 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s