Tantangan Menjelaskan Qadha Qadar ke Anak di Inggris (ODOP Day 40 of 99)

colchester

Sumber foto Speel.me.uk

Fahdiy (8,5 thn), Dinara (akan 7 thn) dan Dara (5 thn) sudah mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan ajaib. Masih segar di dalam ingatan ketika winter lalu, belum juga pintu rumah hilang dari pandangan, pagi menuju ke sekolah mereka bertiga bertanya, “Kenapa ada bulan di pagi hari? Bukankah seharusnya bulan hanya muncul di malam hari? Kenapa bentuk bulan bisa bermacam-macam? Kenapa bulan bisa ada tiga warna; putih, kuning, dan merah?Kenapa Nabi Muhammad membelah bulan? Bagaimana Nabi Muhammad membelah bulan dan merekatkannya kembali? Apa yang terjadi pada bulan ketika Nabi Muhammad membelahnya?”

Pertanyaan yang tak pernah bisa saya jawab. Sudah diwakilkan ke Pakne Krucils, dibilangnya, “Anak-anak nggak nanya ke aku, kok… Ya udah nggak tak bahas lagi…”

“Bunda, do you think Allah only controls living things?” tanya seorang anak ketika kami berjalan kaki sepulang sekolah.
“Ya, tidak,” jawab saya sembari mencoba menerka-nerka arah pertanyaan anak, “Allah juga mengontrol pergerakan planet, matahari, bintang, bulan, angin, dan air hujan…”
“What about cars?”
“Iya, mobil juga…”
“If I drive a car, who controls it? I or Allah?”
Jeng jeng….

“Ya driver-nya…”
“So it’s not Allah who controls the car, but the driver, right?”
Ada saat-saat tertentu saya berkhayal menjadi ibu yang luar biasa cerdas sehingga selalu bisa menjawab pertanyaan anak. Misalnya seperti teteh-teteh yang sering berbagi kisah mengasuh buah hatinya lewat status-status facebooknya dimana mereka selalu pintar dan tidak pernah tidak bisa menjawab pertanyaan anak. Di dalam tulisannya, para teteh ini tidak pernah bercerita kalau pernah marah, keliru merespon pertanyaan anak, salah memahami anak, atau mati gaya menghadapi pertanyaan anak. Selalu sabar, selalu bijaksana, selalu cerdik dan selalu bisa menjawab pertanyaan anak, serta segudang hal-hal ideal yang buat saya sendiri masih cita-cita.

“The driver can control the car only if Allah will… Kadang-kadang driver juga tidak bisa mengontrol mobilnya, karena itu terjadi kecelakaan… Karena pengemudi tidak selalu bisa mengendalikan kendaraannya…”
“So on accident, it’s Allah who controls the car?”
Saya===> masih mikir, gimana menjawabnya. Tapi bocils udah ngomong lagi, “So if we drive, and the car moves, then I jump out of the car, and the car crashes, it’s Allah who makes the car crash?”

“Ya sudah nanti Bunda baca dulu, ya… Atau nanti malam kita tanya ke Ayah…” kata saya. Ya, respon yang I believe nggak akan pernah dilakukan oleh para supermothers as known as para ibu yang sering dijadikan kiblat dalam pengasuhan anak.

Jadi teringat, mungkin sudah waktunya menerangkan materi qadha-qadar ke anak-anak yang sudah melewati usia tujuh tahun. Kadang jadi agak sedih juga, karena merasa jadi ibu yang nggak pintar seperti para supermothers di facebook itu.

Tapi bisa jadi, Allah menjadikan saya sebagai ortunya anak-anak, supaya kami belajar bersama. Supaya anak-anak juga melihat bahwa saya bukan ibu jenius yang selalu punya jawaban atas segala pertanyaan. Karena ibunya tidak bisa langsung memberikan jawaban, harapan saya, anak-anak belajar bahwa mendapatkan pengetahuan itu juga tidak instan. Ada prosesnya. Dan di situ, diperlukan kemauan dan kesabaran.

Harapannya, mereka memahami sejak dini, bahwa seringkali untuk menemukan satu jawaban atas satu pertanyaan, diperlukan kesabaran. Harus sabar menunggu ibunya belajar dulu. Harus sabar menunggu ayahnya menjawab. Harus sabar untuk menemukan jawabannya secara mandiri entah lewat google, youtube, atau buku. Jadi ya harus mau berusaha jalan ke perpustakaan, sabar cari bukunya, dan sabar membacanya.

Mungkin rute yang dilewati akan terasa lebih jauh dan lebih panjang, dibandingkan kalau saya adalah supermother jenius yang selalu bisa menyuguhka jawaban secara instan. Tapi bisa jadi, dalam jangka panjang, proses ini mungkin justru yang diperlukan anak-anak di masa depan. Allahua’lam bis shawab.

Colchester, Essex, 17 Februari 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s