Aa Gym Perempuan dari Rotterdam (ODOP Day 35 of 99)

rotterdam1

Sumber foto : Rotterdam School of Management, Erasmus University

Ngaji online One Week One Juz (OWOJ) pekan lalu, sharing diisi oleh Teteh Rini yang saat ini tinggal di Rotterdam, Belanda. Beliau menyampaikan nasihat tentang Bersegera dalam Beramal.

Setelah kami mengkhatamkan juz 5, Teh Rini membuka forum taushiyah dengan mengingatkan betapa sering kita yang ibu-ibu ini menyesal akan suatu hal. Misalnya menyesal karena harga sayur di toko lain lebih murah, menyesal karena membeli barang yang tidak diperlukan hanya karena tergoda diskon, atau menyesal karena catatan belanjaan kelupaan dibawa…

Penyesalan semacam ini, masih bisa diperbaiki di kemudian hari. Kita bisa melakukan manajemen belanja yang lebih baik untuk menghindari penyesalan yang tidak perlu semacam ini. Tapi ada penyesalan yang tidak bisa diulang kembali. Yakni menyesal menghabiskan waktu di dunia tidak untuk beribadah kepada Allah Swt.

Karena logat Sunda Teh Rini yang kental, peserta kasak-kusuk, “Ini jadi berasa seperti mendengar Aa Gym ngomong…”
“Iya ini Aa Gym versi muslimah…”
Hehehe…

Aa Gym… eh, Teh Rini lantas membacakan sejumlah ayat di dalam Alquran yang menceritakan bahwa manusia-manusia yang menyesal di akhirat ini, kelak akan meminta kepada Allah untuk dikembalikan lagi ke dunia. Bahkan meminta untuk dijadikan tanah saja agar tak perlu mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah mereka kerjakan di dunia.

Nyi Iteung versi Rotterdam lantas membagikan sejumlah kiat dengan harapan kami semua tidak mengalami penyesalan yang dimaksudkan. Di antaranya adalah bersegera dalam beramal sholih, karena sesungguhnya berapa pun banyaknya kesalahan yang dilakukan manusia, ampunan Allah Swt seluas langit dan bumi…

Agar amal kita diterima Allah, ada dua syarat yang perlu diperhatikan, yakni keikhlasan lillahi ta’ala, dan benar sesuai agama. Supaya ikhlas, ada ilmunya. Agar benar menurut agama, harus tahu ilmunya.

Teh Rini mencontohkan para sahabat Rasulullah Saww yang tak ragu-ragu bersegera daam beramal shalih. Ketika ayat tentang jilbab diturunkan, para shahabiyah langsung berjilbab, bahkan sampai menyobek kain-kain korden untuk membuat jilbab. Saat ayat keharaman khamr diturunkan, para sahabat langsung membuang khamr-kamr yang tersisa…

Di dalam prakteknya sekarang, kadang kita masih sering menunda amal sholih. Misalnya tidak segera menyegerakan sholat saat mendenar suara adzan dari komputer… Ya, karena nggak ada masid yang boleh mengumandangkan azan di Eropa dan negara Barat pada umumnya…

Teh Rini mengingatkan akan hadits memanfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara:
(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
(5) Hidupmu sebelum datang matimu.

Teh Rini sedikit menyinggung paradigma kapitalisme vs Islam dalam pemanfaatan 5 perkara di atas, “Kalau menurut sistem ekonomi kapitalis, kita muda, sehat, punya waktu, masa hidup, tujuannya adalah untuk menggulirkan roda eknomi. Tetapi di dalam Islam, masa muda, kesehatan, waktu yang ada, dan kehidupan kita, ditujukan untuk menggulirkan roda pahala sebelum datang masa kematian…”

Maka orang yang cerdasa menurut ajaran Islam adalah orang yang mengingat kematian. Karena pasti akan mempersiapkan diri untuk sukses dunia akhirat.

Di akhir taushiyah, Teh Rini mendoakan, kalau sekarang kita ibu-ibu bisa berkumpul di kajian online, kenapa tidak kita bercita-cita berkumpul juga kelak di surga Allah nanti? Amiin, amiin, amiin, ya Robbal’ alamiin…

Colchester, Essex, 15 Februari 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s