Pilek dan Hidung Tersumbat pada Anak (ODOP Day 10 of 99)

pilek

Catatan penting, gambar hanya ilustrasi. Berikut saya tuliskan penanganan pilek dan hidung tersumbat sesuai kebijakan dunia kedokteran pada umumnya. Teks pada foto berbunyi, ” Hirup uap air panas yang ditetesi minyak kayu putih/minyak telon.” Boleh, ngga apa-apa kalau memang memungkinkan.

Kalimat berikutnya, “Jaga ruangan kamar agar tetap lembab dengan mematikan AC dan menyiapkan ember yang berisi air panas yang ditetesi minyak telon di sudut kamar.”  Engga ada masalah.

Nah, kalimat terakhir, “Untuk bayi, bisa ditempeli di pelipisnya pala bubuk yang ditetesi minyak telon.” Saya yakin tidak ada dokter yang menyarankan ini. Takutnya malah timbul iritasi pada kulit bayi/anak.

Pilek dan hidung tersumbat biasanya tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari selesma (common cold). Karenanya penanganan pilek dan hidung tersumbat pada umumnya sama sebagaimana menangani selesma. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan jika anak menderita selesma.

Saran secara umum
1) Memperbanyak asupan cairan. Berikan ASI sesuka bayi, dan berikan minuman hangat kepada anak.
2) Istirahat, berbaring. Pada anak-anak yang sudah besar, mungkin mereka lebih nyaman jika bantal ditinggikan, atau tidur dengan posisi miring.
3) Memperbanyak makanan sehat yakni sayur dan buah-buahan, semua jenis makanan yang kaya serat dan rendah lemak untuk meningkatkan stamina tubuh.
4) Memandikan anak dengan air hangat.
5) Menjaga udara tetap lembab, misalnya dengan menggunakan vaporiser.
6) Menjaga temperatur ruangan tetap nyaman, misalnya enan memberikan selimut kepada anak.

Biasanya dokter akan meresepkan:
1) Painkillers, atau pereda nyeri seperti parasetamol dan/atau ibuprofen.
2) Dekongestan, untuk mengurangi hidung tersumbat. Bisa berbentuk oral (diminum/dimakan), atau nasal spray (spray yang disemprotkan ke hidung).

Obat-obat semacam ini dijual bebas bisa dibeli tanpa resep dokter. Baca selalu keterangan pada kemasan apakah aman untuk bayi, anak, ibu hamil, anak-anak denan penyakit tertentu dan seterusnya.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi hidung tersumbat:
1) Berkumur dengan air garam hangat dan mengisap permen menthol.
2) Mengoleskan vapour rubs pada dada dan punggung. Merk yang umum di Indonesia kayaknya Vicks… ada yang lain? Apa pun merknya, cek keterangan pada kemasan, apakah bisa digunakan kepada bayi atau semua anak.
3) Nasal saline drop (obat tetes hidung)
4) Suplemen vitamin C dan mineral seng (zinc). Baca kemasan, yang pasti nggak mungkin untuk bayi yang masih dalam periode ASI eksklusif.

Kapan harus ke dokter?
1) Kalau gejala mnetap sampai lebih dari 3 minggu.
2) Gejala semakin berat, anak nampak sangat sakit.
3) Bayi usia 0-3 bulan demam sampai 38*C, atau bayi 3-6 bulan demam sampai 39*C.
4) Anak nampak sesak, ditandai kulit sekiar leher tertarik ke dalam kalau anak menarik napas, atau cuping hidung kempis, atau kulit di sekitar dada tertarik ke dalam ketika anak menarik napas.
5) Ada darah dalam ingus anak.
6) Anak mengeluh telinganya sakit, bayi mungkin akan lebih sering mengusap telinganya, atau sangat rewel.
7) Anak mengeluh tenggorokan sakit dan tonsil (amandel) nampak membesar.
8) Apa pun yang membuat Anda kuatir… Trust to your feeling…

Eaaa… Tulisannya jauh lebih panjang dari posternya…

Sumber tulisan:
Colds in Children, http://www.nhs.uk/Conditions/Cold-common/Pages/Commoncoldinchildren.aspx
Symptom of a cold, http://www.nhs.uk/Conditions/Cold-common/Pages/Symptoms.aspx
Common Cold Treatment, http://www.nhs.uk/Conditions/Cold-common/Pages/Treatment.aspx

Colchester, Essex, 14 Januari 2017

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s