Pulang ke Nottingham (ODOP Day 7 of 99)

hisham-ali

Dinara, Dara, Mahdi bersama Brother Hisjam Ali dan PeDLN Kids. Foto oleh Mbak Ade Soetardjo.

Mbak Lilik Sugianti, salah satu teman di Nottingham melahirkan baby keduanya, Alisa, 2 bulan lalu. Ketika Mbak Lilik posting mengabarkan kalau suaminya sudah selesai studi PhD-nya, saya langsung punya feeling mereka pasti akan segera pulang ke Indonesia.

“Liburan Christmas-Tahun baru ke Nottingham, yuk, Yah, nengok baby-nya Mbak Lilik,” kata saya.
Rencana tinggal rencana karea Si Doi malah mudik ke Indonesia seorang diri. Kebetulan Desember memang Pengajian Derbyshare-Leicestershare-Nottinghamshare (PeDLN) sedang diliburkan karena bulan sebelumnya sudah padat karya.

“Kapan ada pengajian PeDLN?” tanya suami.
“Tanggal 7. Eh, di Beeston pula, lho, Pak. Khan bisa nostalgia,” saya mengompori.
Diputuskanlah Sabtu pagi ikut PeDLN.

Alhasil dari Ahad ke Ahad sepekan terakhir banyak acaranya. Dimulai hari Ahad pagi, 1 Januari 2017, salah satu tetangga Bu Dr. Murniati Mukhlisin ngisi Taushiyah Online Kibar. Lantas hari Selasa pagi Mutiara Ummat juga menyelenggarakan kajian online membahas Sukses Menjalani Ujian Hidup dan siangnya Indonesians in Colchester ngumpul di rumah. Jumat pagi kajian online muslimah PeDLN. Sabtunya datang ke Nottingham.

PeDLN bulan ini sebetulnya mengambil tema menceritakan Prophet Isa ‘alaihis salam. Tetapi, Brother Hisham Ja’far Ali, juga cerita-cerita tentang dirinya sendiri. Dan sebetulnya beliau malah membahas Maryam, bukan Nabi Isa. Mungkin karena momennya Christmas-nya sudah lewat… hehehe…

Berangkat dari Nottingham jam 9 pagi. Alhamdulillah ngga ada yang ketinggalan jadi nggak perlu balik ke rumah. Ada satu ketika, sudah 30 menit driving, Pak Sopir bilang, “Kacamataku ketinggalan…”
Berhubung ini perjalanan jarak jauh, terpaksa balik dulu ngambil di kacamata.

Seperti biasa, setelah 2 jam harus berhenti karena ada yang bilang, “I need toilet.”
Perjalanan lancar nyampai Nottingham masih jam 12.30. Akhirnya iseng nengok 21 Alford Close NG9 1QP sambil ngoceh, “Tuh, Mas, Mbak Dina, itu tuh rumah pertama kita dulu di situ… That was our first home… When Mas and Dinara were babies, we lived there…”

Jam 13.00 nyampai Middle Street Resource Centre. Mbak Meirna, ibu ketua PeDLN sudah siap-siap menyambut kedatangan para hadirin dan hadirat… hehehe… Saya pun mengeluarkan tumis tempe-sayuran. Bikinnya di Colchester, makannya di Nottingham.

Persis jam 17.00 acara selesai. Setelah ngisi bensin, langsung capcus ke rumah Mbak Lilik. Jalan-jalan sudah gelap karena maghribnya jam 16.00.

Secara udah hafal jalannya, akhrinya Pakne Krucils motong jalan lewat bagian dalam kampus University of Nottingham. Dan saya cerita, “This is Ayah’s old office…”

Pas lewat Queen Medical Centre (QMC) Hospital, saya menunjukkan ke krucils, “All of you were born in that big hospital… Maybe one day you’ll visit it again… as a doctist, doctor or dentist…”

Yang paling terkesan dengan Nottingham tentu saja anak-anak yang besar.
“Nottingham is beautiful and massive,” komentarnya dalam perjalanan menuju rumah Mbak Lilik dan Pak Ahmad Mukhlason. Jadinya pengen nyanyi, “Pulang ke Nottingham… Ada setangkup rindu dalam kelam… Masih seperti dulu, tiap sudut menyapa kami bersahabat… Penuh selaksa makna…”

Eh ternyata… di sana sudah duduk manis Mbak Irra sekeluarga dan Mbak Didin sekeluarga. Jadi ceritanya orang Leiceter, Derby, Colchester, ketemu di Nottingham. Terima kasih Mbak Lilik yang sudah meminjamkan Alisa untuk digilir di antara ibu-ibu… haha… Sayangnya Mahdi rewel jadi kesempatan saya menggendong dan poto bareng baby Alisa diwakili Pakne Krucils…

alisa

Foto oleh Mba Irra

alisa1

Foto pake kamera Mba Irra

Malamnya nginap di Mbak Didin di Derby sampai Ahad dhuhur. Dinara dan Dara katanya nggak mau pulang. Sudah rukun bener main My Little Pony punyanya Cindy. Mengingat Pakne Krucils yang mewanti-wanti ogah nyupir dalam kegelapan sementara jam 4 sore sudah maghrib, maka setelah sholat dhuhur perjalanan pun lanjut ke Loughborough. Matur nuwun Mbak Didin sekeluarga yang sudah ketiban repot menerima 6 orang yang ruuuaaameee…

Di Loughborough, belum juga salaman sama yang empunya rumah, krucils langsung wae njujug piano. Maklumlah, ini rumah keluarga yang bener-bener ng-art-ist dan nge-edukasi. Makasih banyak Mba Ade yang sudah buka playgroup dadakan untuk krucils. Tsaqif sampe bengong rumahnya kedatangan tamu yang menjajah… hahaha…

Sekitar jam 16.00 maka kami pun berpamitan dan bertolak ke Colchester. Alhamdulillah perjalanan lancar diselingi berhenti di service area sekali. Jam 19.45 nyampai rumah. Langsung ngebut mengeluarkan barang-barang dari mobil, kasih makan anak-anak dan menyiapkan mereka tidur.

Dari Ahad pagi 1 Januari yang dibuka dengan kajian online, Ahad malam 8 Januari pun diakhiri dengan kajian online. Alhamdulillah internet barokah. Bisa bikin banyak kajian online.

Nggak sia-sia maksa Pakne Krucils nyupir 8 jam Colchester-Nottingham-Derby-Loughborough-Colchester. Mau bagaimana lagi. Kadang ibu rumah tangga juga perlu piknik.

Colchester, 9 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s