Tantangan Perempuan Indonesia Di Luar Negeri (ODOP Day 3 of 99)

audiensi

Sumber gambar: DPRD Surakarta

Berikut ini versi asli yang saya kirimkan ke Kantor Berita Antara. Versi yang dimuat di Antara bisa dilihat di sini.

***

Sikap muslim menghadapi tantangan dan ujian disorot oleh Komunitas Muslimat Indonesia Antar Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat). Pembahasan ini diangkat untuk membantu perempuan muslim menjalani kehidupan di manca negara yang tak selalu mudah, demikian Pengurus Mutiara Ummat, Nurisma Fira, menyampaikan kepada Antara London (Selasa, 3/1).

Hadir sebagai narasumber adalah Widya Hanum Sari Pertiwi, mahasiswa program PhD di International Graduate Centre of Education (IGCE), Charles Darwin University; dengan moderator Finna Dwi Cahya Fitriana yang bermukim di Al Khawr, Qatar.

Hanum, demikian narasumber menyebut dirinya, menyatakan bahwa setiap manusia menghadapi ujian dalam hidup. Bagi kaum hawa ujian bisa datang dari dirinya, anak, suami, keluarga besar, teman/ tetangga dan bahkan mungkin dari kolega kerjanya. Tak jarang juga ujian datang dari jenjang studi yang sedang ditempuhnya. Dalam Islam, manusia diberi ujian untuk dilihat yang terbaik amalnya. Hanum memberikan contoh bahwa para Nabi dan Rasul di masa lalu pun menghadapi beragam ujian.

Ibu dari tiga anak ini merujuk pada QS Al Insan ayat 2, “Dari ayat tersebut maka sebenarnya manusia diberikan pilihan, apakah memilih jalan kebaikan atau keburukan ketika dihadapkan pada ujian hidup.” Ujian juga berfungsi sebagai proses seleksi untuk diketahui siapa yang lebih baik amalnya berdasar QS Al Mulk ayat 2.

Pada dasarnya hidup adalah sebuah petualangan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan. Bagi muslim, ujian diberikan agar manusia dengan akalnya berpikir menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut sesuai dalam koridor Islam. Menurut Hanum, amal yang baik menurut ulama memiliki dua syarat yakni dikerjakan ikhlas semata untuk Allah dan benar sesuai aturan Islam.

Pengasuh Majelis Taklim Sharing dan Diskusi Soal Agama komunitas Indonesian Islamic Friendship Association (Shasisoma IIFA) di Darwin Australia ini memberikan sejumlah kiat agar muslim mampu sukses menjalani ujian hidup.

“Tidak perlu khawatir berlebihan terhadap hasil, namun fokus kepada proses,” ungkap pengajar di Universitas Kanjuruhan Malang ini. Selebihnya adalah berpikir sebelum bertindak, menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong, serta memiliki keyakinan bahwa setiap persoalan memiliki solusi. Indikator kesuksesan dalam menjalani ujian hidup adalah dengan terwujudnya peningkatan keimanan dan bertambah pengetahuan tentang cara Islam mengatasi berbagai problem kehidupan.

Di sesi dialog, seorang ibu di Thailand mengajukan pertanyaan sikap yang sebaiknya diambil istri terkait ketimpangan pemahaman Islam pasangan suami-istri yang sering menjadi problem dalam rumah tangga.

Kisah pribadinya yang merasa hampa sejak harus menempuh pendidikan dan bekerja paruh waktu di Korea Selatan diceritakankan oleh seorang peserta, “Saya sudah banyak berorganisasi, sering bepergian bersama teman-teman, menikmati beragam hiburan seperti menonton film, dan sering asyik dengan dunia medsos, tapi saya merasa hampa. Apakah saya sedang diuji Allah?”

Pertanyaan cara memosisikan takwa dalam kehidupan dilontarkan partisipan pelajar program pendidikan S2 di Taiwan. Fakta terjadinya perzinahan, gossip, dan adu domba di tempat kerja diajukan oleh seorang ibu yang berdomisili di Korea Selatan. Dari Swedia seorang ibu mengonsultasikan keluarganya yang kawin campur di mana ia merasa kesulitan memahamkan Islam kepada suami dan mengajarkan Islam kepada anak-anaknya.

“Apakah bencana banjir yang terjadi di Bima adalah bentuk kasih sayang atau peringatan dari Allah akibat banyaknya kerusakan akibat ulah manusia?” ditanyakan peserta dari Sheffield, Inggris Britania Raya. Pertanyaan terakhir terkait sikap menghadapi kekerasan di dalam rumah tangga, diajukan oleh seorang buruh migran yang sedang berdomisili di Taiwan.

Hanum dan Finna menjawab seluruh pertanyaan dari peserta. Forum berlangsung santai namun khidmat sepanjang 2 jam. Di akhir acara Hanum menyampaikan tips sukses menjalani ujian hidup, “Ikhlas, menyelesaikan semua persoalan sesuai peraturan Islam, tetap mencari ilmu dan mengamalkan ilmu.”

Colchester, Essex, 4 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s