Late Post: Muslimah Inggris Dukung Aksi Damai 212 (ODOP Day 2 of 99)

212

Ini reportase kegiatan kajian online Mutiara Ummat yang nggak lolos diterima oleh kantor berita Antara karena ternyata Mbak Hasna, salah satu narasumbernya juga mengirimkan ke Antara. Yang dimuat tulisannya Mbak Hasna, bisa dibaca di klik di sini.

***

Simpati kepada Aksi Super Damai 212 terus mengalir. Ini terungkap dalam diskusi Menyoal Bela Islam Bela Alquran yang diselenggarakan komunitas Muslimat Indonesia Antar Negara untuk Ummat (Mutiara Ummat) hari Minggu (4/12).

Sebagai pemandu diskusi, Maya Puspitasari, kandidat PhD di School of Education, University of Glasgow mengawali dengan mempertanyaan aksi dalam perspektif Islam.

“Sebenarnya respon umat Islam terhadap ucapan Basuki Purnama atas Al Maidah 51 adalah hal yang wajar sebagai bukti kecintaan terhadap agama,” ungkap Mela Amalia yang tinggal di Liverpool.

Tetapi, menurut peraih gelar master di bidang agama Islam dari UIN Sunan Gunung Djati ini, “Tidak cukup umat Islam melakukan aksi damai untuk membela, tetapi juga dituntut untuk 7M yakni membaca, memahami, mentadaburi, menghafalkan, mengamalkan, menyampaikan, serta memperjuangkannya.”

Reaksi umat Islam Indonesia di Birmingham diungkapkan Arie Vatresia, dosen Universitas Bengkulu yang sedang menempuh pendidikan PhD di University of Birmingham. Menurutnya, dalam tataran individu, penghinaan terhadap Islam dan diskriminasi terhadap muslim adalah hal yang banyak terjadi, sehingga bagi sebagian muslim Indonesia di Birmingham dirasakan menjadi hal yang biasa.

Dyah Prawesti yang mewakili Divisi Muslimah Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR) menuturkan besarnya peran media dalam membentuk persepsi umat Islam Indonesia di Inggris terhadap polemik Basuki Purnama. Karenanya Kibar UK merilis pernyataan resmi mendukung aksi damai Bela Islam Bela Alquran.

“Setidaknya ada 3 alasan, yakni sikap sebagai bagian dari muslim Indonesia, untuk mendorong penegakan hukum di Indonesia, dan mendukung fatwa MUI,” urai Dyah yang juga dokter spesialis kandungan dan kebidanan di The Hillingdon Hospitals NHS Foundation Trust.

Cara pemerintah menyikapi aksi mendapat sorotan dari Hasna Azmi Fadhilah, staf dosen IPDN.

“Ada perbedaan frekuensi antara pemerintah dan peserta aksi, sebagian besar peserta bertujuan menyampaikan aspirasi, namun pemerintah justru menanggapi berbeda, misalnya menyebut aksi 411 ditunggangi aktor politik,” terang peraih gelar master di bidang ilmu politik di University of Essex ini.

Ummu Syakira dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia membandingkan kasus Basuki  Purnama dengan kasus lain seperti Permadi, Arswendo, Lia Aminuddin, serta Rusgiani.

“Sebenarnya kami hanya mengharapkan keadilan,” tuturnya, “Pembelaan terhadap Alquran adalah harapan sesuai janji Allah Swt bahwa siapa saja yang membela Alquran, maka Alquran akan menjadi pembelanya pada hari kiamat.”

Ia mengungkapkan, “Peserta aksi bergerak dengan nuansa ukhuwah Islamiyah, dengan satu tujuan yaitu agar ada sanksi tegas terhadap penista Alquran,” katanya.

Pada sesi diskusi, Lisna di Townsville, Australia menanyakan sikap yang semestinya diambil muslim jika dipimpin oleh nonmuslim seperti dirinya. Dyah Prawesti menyampaikan harapan agar umat Islam di Indonesia yang memiliki kesempatan memilih pemimpin muslim menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya.

Menanggapi pertanyaan Savitry Khairunnisa di Norwegia tentang Basuki Purnama yang telah meminta maaf, Ummu Syakira menyatakan bahwa sebagai umat Islam kita tentu memaafkan namun proses hukum terhadap beliau harus tetap dilanjutkan karena Indonesia adalah negara hukum.

Dari Swedia, Rosdiana Ramli mengajukan kemungkinan jika akhirnya Basuki Purnama diputuskan tidak bersalah. Menurut Hasna, sebaiknya umat Islam berpikir positif dan siap menerima apa pun hasil persidangan.

“Umat Islam di Indonesia saat ini sudah lebih melek politik dan berani menyampaikan aspirasinya,” lanjutnya, “Tetapi tetap harus jeli dan berhati-hati dalam menerima informasi dari media.”

Di akhir diskusi seluruh narasumber sepakat untuk mengawal tuntutan Aksi Bela Islam meminta keadilan hukum atas polemik ucapan Basuki Purnama tentang Al Maidah 51 secara damai.

Colchester, Essex, 4 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s