Threading (Meronce, PAUD usia 3-4 tahun)

threading

Catatan dari guru (8 Okt 2015), “Dara is able to thread the beads on with ease, she concentrates on this activity for several minutes.” (Dara mampu merangkai manik-manik dengan mudah. Ia mampu berkonsentrasi melakukan aktivitas ini dalam beberapa menit.)

Sedikit penjelasan tentang kegiatan meronce diambil dari blog Meli Novikasari:

Kegiatan merangkai dan meronce memerlukan beberapa aspek atau pengetahuan dasar untuk membuatnya, diantaranya adalah aspek tujuan dan fungsi, prinsip penyusunan dan penataan, aspek bahan, aspek teknik, aspek penyelesaian.

  1. Aspek Tujuan dan Fungsi Pembuatan

Karya kerajinan seperti merangkai dan meronce mempunyai tujuan yang berbeda dengan melukis dan menggambar. Aspek ini yang menentukan bentuk akhir, misalnya: ketika akan membuat roncean gelang manik-manik, seorang anak yang kemudian membuatnya tidak diikatkan satu diantaranya sehingga mirip untaian bebas, maka tidak dapat dikatakan sebagai roncean.

Dilihat dari konsep umumnya merangkai dan meronce mempunyai tujuan:

  1. Permainan

Merangkai maupun meronce dapat berfungsi untuk alat bermain anak, benda-benda yang akan dirangkai tidak di tujukan untuk kebutuhan tertentu melainkan untuk melatih memperoleh kepuasan rasa dan memahami keindahan.

Seorang guru dapat meminta anak didiknya untuk membawa bekal makanan secukupnya, anak diminta untuk menata makanannya didalam piring plastik yang sudah disiapkan oleh guru. Maka dengan meminta menata, sekaligus anak terlibat dalam bermain.

  1. Kreasi dengan komposisi

Kemungkinan benda atau komponen lain dapat diminta oleh guru kepada anak untuk menyusun ala kadarnya. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari lingkungan sekitar, seperti: papan bekas, kotak sabun atau yang lain yang dibayanngkan dapat menjadi bangunan megah. Anak sengaja hanya bermain imajinasi saja, sehingga tujuan bermain ini untuk melatih imajinasi atau bayangan anak tentangkonstruksi suatu bangunan.

Secara garis besar manfaat penataan ini adalah;

  1. a) Melatih imajinasi melalui bentuk dan konstruksi bentuk dan bahan.
  2. b) Melatih ketelitian melalui kecermatan merangkai serta menyusun benda-benda tersebut.
  3. c) Melatih keajegan atau irama melalui urutan, tingkatan, serta kedudukan masing-masing benda terhadap benda yang lain,
  4. d) Melatih rasa kebersamaan, jika merangkai secara bersama-sama,
  5. e) Ekspresi atau mengutarakan pendapat melalui pengandaian bentuk untuk menyatakan keinginannya terhadap benda yang diminta.

Kegiatan bermain bagi anak sebenarnya merupakan latihan untuk mengenal benda serta sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya melalui peniruan.

  1. Gubahan atau inovasi

Merangkai dan meronce dapat ditujukan untuk melatih kreativitas, yaitu dengan cara mengubah fungsi lama menjadi fungsi baru. Seni merangkai ini lebih cendrung dikatakan sebagai seni bentuk dengan teknik merangkai dan meronce.

  1. Aspek Keindahan

Aspek keindahan dari merangkai dan meronce terletak pada cara menyusun benda-benda sebagai komponen rangkaian dapat menarik perhatian. Penataan ini menggunakan prinsip penyusunan seperti pada membentuk dan melukis, sebagai berikut.

  1. Kesatuan, yaitu prinsip menyusun yang bertujuan agar susunan tersebut menarik.
  2. Keseimbangan dengan memperhatikan masing-masing ukuran, bentuk serta pengikatnya, apakah berupa garis, warna pengikat serta yang lain.
  3. Irama adalah penyusun yang memperhatikan ukuran benda, besar kecil yang tersusun seperti irama music dengan rumus:

1)      a-b-a-b-a-b dst atau
2)      a-b-b-b-a yang dapat disusun berirama adalah warna, misalnya dengan warna panas dan dingin atau gelap-terang.

Aspek keindahan dapat diajarkan secara langsung dengan berlatih, untuk itu guru senantiasa mampu memotivasi dengan beberapa anjuran. Pemberian contoh diperlukan untuk mengasah pengamatan serta rasa. Seorang guru ketika akan member contoh perlu mengklasifikasi:

  1. apakah anak telah mempunyai konsep penataan
  2. jika sudah, guru melanjutkan dengan beberapa pertanyaan tentang konsep tersebut
  3. jika anak belum mempunyai konsep penciptaan,guru dapat memancingnya dengan pertanyaan, tentang gagasan apa yang akan di tuangkan dalam rangkaian tersebut.
  1. Aspek Kerajinan dan Ketekunan

Aspek kerajinan meliputi kemampuan mengamati bentuk berdasarkan kegunaannya, berdasarkan tujuan penelitian dan penciptaan. Aspek kerajinan menuntut ketelitian yaitu usaha member pelatihan, menyusun, menata rangkaian yang sesuai dengan rancangan susunannya tidak mudah rusak. Ketelitian yang di maksud adalah cermat dalam memilih bahan dan memilih bentuk yang akan di susun secara konseptual, serta ketelitian dalam menyelesaikan tugasnya:

  1. a) Tidak mudah rusak
  2. b) Warna dan bentuknya sesuai
  3. c) Sesuai dengan tujuan penciptaan, apakah untuk kebutuhan praktis, hiasan serta ekspresi.

MEDIUM BERKARYA MERANGKAI DAN MERONCE

Berdasarkan jenis dan bentuknya bahan merangkai dapat di kelompokan menjadi dua yaitu :
1. Bahan alami (Contoh bahan alami misalnya : buah, batang, cabang serta bebatuan.)
2. Bahan artifisial (buatan, Contoh bahan artifisial misalnya: buah kering, limbah papan kayu lapis dll.)

Bagaimana dengan tugas yang diberikan kepada anak ?

Latihan merangkai yang paling mudah diberikan kepada anak-anak ketika berada dalam kelas adalah menyusun makanan bekal diminta untuk di rangkai kembali dengan menyediakan piring plastik agar tidak mudah pecah. Setelah di beri penjelasan, mereka dapat mengembangkan dengan belajar kelompok dalam menata kue-kue. Tujuan pelatihan ini adalah mengajak anak bersosialisasi di antara anak.

Bentuk Bahan

Bentuk rangkaian bervariasi, mulai dari bahan yang teratur yaitu: kubus, bulat, kerucut, maupun trapesium.

  1. Bentuk Beraturan (contoh : kerucut, trapesium, lengkung tipis, lengkung tebal, dll.)
  2. Bentuk Tidak Beraturan (contoh : bunga, buah, ranting pohon.)

 

Sebenarnya karakter meronce pun juga harus didapatkan, apakah roncean ini untuk keperluan konstruksi atau hiasan. Roncean untuk keperluan konstruksi dapat dilihat pada tas belanja yang dironce dengan manik-manik makrame.

Prinsip rangkaian dan roncean dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Rangkaian harus menarik.
  2. Mempunyai karakter.
  3. Kualitas bahan juga mempengaruhi hasil akhir penataan.
  4. Mampu memberikan motivasi dan pengembangan daya nalar serta melatih kepekaan anak.
  5. Mengembangkan daya nalar melalui keterampilan menyusun dan menata atau merangkai dan meronce.

Manfaat kegiatan meronce di kelas:

  1. Mengevaluasi kemampuan penglihatan anak
  2. Merangsang daya imajinasi dan nalar anak
  3. Menghafal benda yang ada di lingkungan sekitar beserta fungsinya
  4. Mengetes kepuasaan dan rasa senang serta mampu member argumentasi penataan
  5. Melatih rasa sosial dan kesetiakawanan.

Colcheter, 17 Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s