TV dan Internet, Penghalang Terbesar Krucils Menghafal Alquran Di Colchester

DSCF3273

Sebagian Kibar Colchester Kids alias TPA Keluarga Islam Britania Raya Colchester. Fahdiy udah kabur sebelum sempat dipoto. Dan anak2 yang remaja sudah tentu ogah dipaksa foto ala balita semacam beginian…

Karena suatu hal, pertemuan forum menghafal Alquran dilaksanakan di rumah. Menurut saya, karena nggak ada TV, dan nggak ada makanan, jadi jamaahnya bisa lebih fokus untuk entah membaca atau menghafalkan Alquran. Sebetulnya udah masak sih,  soto ayam, dan udah nyiapin muffin beli di TESCO. Tapi memang sudah nekad pokoknya sebelum forum berakhir, makanan nggak boleh keluar. Kejam memang. Tapi lumayan hasilnya. Anyway, hamdan lillah Pak Arief datang bawa es krim dan Oom Rudy bawa donat plus cookies.

Dinara setor An Naas dan Al Fiil. Fahdiy nyetor Al Fiil sampai An Naas. Bunda nyetor borongan dari An Naba’, An Nazi’at, ‘Abasa, At Takwir, Al Infithar, Al Muthoffifin, Al Insyiqaq, dan Al Buruj. D tengah-tengah forum, Yasmin, tetangga Bangladesh belakang rumah datang berkunjung ngasih oleh-oleh habis mudik. Secara dia ngajak kedua anaknya, Si Ashfat yangg sekelas denga Dinara langsung akrab. Makin rame deh forumnya.

Hari ini At Thoriq, Al A’la, Al Ghosyiyah sudah terpegang. Al Fajr memang belum diseriusi. Dua hari terakhir mencoba berkenalan dengan Juz 29. Isinya cuma 5 surat; Al Mulk, Al Qalam (Nun), Al Waqi’ah (Al Haqqah), Al Ma’arif, dan Nuh. InsyaAllah 3 ayat pertama Al Mulk sudah hafal, dari total 30 ayat.

September nanti kelihatannya harus tega untuk mencabut koneksi internet atau menyembunyikan laptop dan tablet. Atau program menjalankan program 1821-nya Abah Ihsan. Pokoknya harus ada pembatasan karena krucils belum punya kemampuan mengontrol kelekatannya dengan gadget.

Minimal dikurangi dulu nge-net-nya. InsyaAllah optimis hafalannya akan bertambah. Sama kayak Bundanya. Setelah puasa media sosial akhirnya bisa fokus baca novel bermutu dan menghafal Alquran.

Mungkin artikel di bawah ini ada benarnya. Diposting sebagai pengingat bahwa di awal tahun ajaran baru September 2016 nanti, program diet nge-net untuk krucils dan bapaknya harus Bunda jalankan.

Colchester, 3 Mei 2016

***

PENGHALAN TERBESAR MENGHAFAL ALQURAN
(Kusrin MZ, Sumber website SMP IT Darul Hikmah)

Masing-masing diantara kita tentu saja bercita-cita untuk mengahafal Al-Quran. Karena begitu besarnya kemuliaan bagi penghafal Al-Quran baik di dunia apalagi di akhirat. Kita merasakan semangat dan merasa bahwa kita sebenarnya mampu menghafalnya dengan cara membacanya secara konsisten, menghafal ayat demi ayat, surat pendek menuju surat panjang, juz demi juz. Namun setelah itu berbagai gangguan dan bisikan batin membuat kita malas dan semangat mengendor dengan alasan banyak surat yang mirip, kata-kata yang sulit, waktu sempit dan banyak kesibukan.

Parahnya lagi , sesudah itu banyak di antara kita mengaku lemah dan berkata, “Menghafal memang sulit,”, “Menghafal setiap hari itu mustahil”. Sementara kita tidak menyadari bahwa kesulitan mengahafal Al-Quran itu bukanlah karena Al-Quran itu yang sulit. Padahal Allah telah menjadikan kemudahan dalam menghafal Al-Quran. (lihat QS: [54]: 17).

Berbagai sarana menghafal dan membaca Al-Quran sudah kita miliki secara lengkap. Akan tetapi yang menjadi problemnya adalah cara menggunakan segala sarana tersebut. Kalau demikian, apa yang menyebabkan kita menjadi lemah? Apa yang menjadi penghalang di tengah jalan?. Apa yang menghalangi kita untuk menghafal? Apa yang menghalangi untuk membaca Al-Quran?

Dari sekian banyak penghalang menghafal Al-Quran, yang paling menonjol adalah: maksiat dan dosa. Dosa-dosa kita kepada Allah itulah yang menyebabkan kita lemah untuk menghafal. Dosa-dosa itu pulalah yang mendorong akal kita untuk mudah lupa, menerbangkan hafalan yang sudah hafal dan menyebabkan ayat terbolak-balik serta melenyapkan ayat-ayat mirip. Terkadang kita merasa puas dengan pernyataan bahwa dosa itu yang menjadi penghalang. Akan tetapi coba kita bertanya kepada diri sendiri, “Kenapa anak-anak kecil lebih mampu menghafal daripada orang dewasa? Apakah karena otaknya lebih bersih, masih terbebas dari banyak masalah dan kesedihan? Atau karena dosanya belum menumpuk sebagaimana orang dewasa?

Kejernihan otak kadang memang memiliki peranan. Akan tetapi peran utama justru berasal dari jiwa yang belum terkotori maksiat dan belum bertumpuk dosa. Kita tidak pernah mengaitkan antara semua perbuatan dengan hasil yang kita capai. Apakah semua perbuatan itu akan bisa menyebabkan Allah menjadi ridho atau tidak? Apakah semua perbuatan termasuk dosa dan maksiat atau tidak?

Banyak waktu tersia-siakan. Banyak harta terbuang. Banyak potensi tercurahkan hanya untuk mempelajari hal-hal yang sepele, menonton berbagai acara TV, membuka internet, berlama-lama dengan jejaring sosial, membaca majalah, koran, berkunjung ke rumah teman, menelepon atau belanja. Memang semua itu tidak sepenuhnya salah asalkan sesuai porsi dan kebutuhannya. Jangan sampai kita berdalih, “Sudah tidak ada lagi waktu untuk membaca dan menghafal Al-Quran.” Sehingga waktu untuk Al-Quran tinggal sisa dan diurutan yang terakhir, mana waktu utama kita bersama Al-Quran.

Ketika ada yang mengingatkan tentang Kitabullah dan untuk menghafalnya, banyak berdalih, ”Nanti saya akan menghafal.” Kata-kata itulah yang selalu di ulang-ulang selama bertahun-tahun, padahal berapakah jatah umur kita? Hanya Allah yang tahu.

Bahaya terbesar yang dihadapi oleh seorang muslim adalah bila ia melakukan sesuatu hanya untuk dunianya saja, maka akan hancur binasa dan tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Karena yang kekal hanyalah ketaatan dan ibadah disertai niat yang baik dan ikhlas. Pahala ibadah itu kekal. Oleh sebab itu yuk kita kurangi porsi yang melenakan kita dari Al-Quran, jangan berlama-lama menghadiri resepsi, keluar masuk-pasar, berlama-lama menonton TV, asyik dengan jejaring social, pekerjaan-pekerjaan kecil yang menghabiskan waktu dengan sia-sia. Terkadang dosa dan maksiat ibarat gunung karena besarnya, akan tetapi sesorang muslim tidak menyadari. Wallahu’alam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s