Guided Reading & Dinara pakai kerudung ke sekolah

dinara hijab

Keterangan dari Bu Guru, “The Eagles (nama kelompoknya Dinara) took it in turns to read each other parts of the story today. They had mastered the skill of listening and following a story as well as reading their own part confidently. We highlighted how punctuation gives us a clue of how the story should be read. For example: change your voice when you see exclamation marks or speech marks. The children gave each other time to work out how unfamiliar words should be read before offering help. It was a pleasure to listen to them read :)”

Contoh halaman buku lihat gambar di bawah ini.

Rocky and The Wolf Cub
Buku Rocky and The Wolf Cub. Entah apa isi dan ceritanya…

Memandikan krucils yang sekolah, biasanya adalah tugas bapaknya karena saya yang bikin sarapan di dapur. Pagi itu setelah berpakaian, Dinara menemui saya. Tidak ada pembicaraan khusus. Yang spesial, ia mengenakan seragam sekolahnya, plus kerudung. Saya juga kalem-kalem saja, nggak pake heboh.

“Kenapa dia pake kerudung?” tanya saya kepada Si Ayah.
“Nggak tahu,” jawab Si Doi, “Tiba-tiba minta pakai saja.”

Sebetulnya Dinara malu-malu dan takut-takut memakai kerudung ke sekolah. Berkali-kali dia bilang, “I’m shy, Bunda… I’m too shy…”
Di sekolahnya yang sekarang, Dinara adalah satu-satunya muslimah selain Dara-zayna. Kalau teman sesama muslim lumayan banyak. Ada Ashfat yang keturunan Bangladesh, dan sisanya Iman, Akta, dan 2 lagi anak lagi-laki Malaysia yang kami nggak terlalu akrab.
Saya cuma bilang, “Dinara, nobody’s looking at you. No one watches you at the moment. I’ll talk to your teacher that you want to try to wear hijab today. No worries.”

Sebelum meninggalkan Dinara, saya lapor ke Miss Free, “Dinara wants to wear her headscarf today. If she wants to she can take it off anytime.”
Sebetulnya sambutan walikelas pun nggak ada masalah. Malah cenderung memuji, “Wow, Dinara, you look prettier and beautiful with your new outfit.”

Demikianlah sudah 2 hari Si Gadis berkerudung ke sekolah. Mulai dari berangkat sampai pulang sekolah, “I didn’t take it off, Bunda,” lapornya di hari pertama.
“MashaAllah, good work, Dinara,” kata saya santai, “Allah will love you ore and make you a shalihah insyaAllah…”

Ngomong-ngomong, hafalan Dinara pun sudah nambah dari An Naas, dan Al Ikhlas ke Al Fiil. Gegaranya ya di madrasahnya surat pertama yg harus dihafal adalah Al Fiil. Sementra Fahdiy bisa dibilang sebetulnya sudah hafal semua dari Al Fiil s/d An Naas, cuma bolong di Al Falaq dan harus sering mengulang-ulang.

Ibunya sendiri An Naba’, An Nazi’at, ‘Abasa, At Takwir, Al Infithor insyaAllah sudah hafal. Juz 30 bagian kedua Al Infithor, Al Muthoffifiin, Al Insyiqaq, dan Al Buruj insyaAllah juga sudah. Tinggal harus sering diulang-ulang supaya menancap.

Mulai hari ini targetnya adalah At Thoriq. Al A’la alhamdulillah sudah lama hafal. Al Ghasyiyah dan Al Balad inget-inget lupa. Kadang inget sering lupa. Yang menantang adalah Al Fajr.

Bi idznillah, mudah-mudahan sepekan ke depan bagian kedua Juz 30 bisa dihafalkan… InsyaAllah semakin semangat karena habis dapet ‘doorprize’ berupa anak mau pakai kerudung ke sekolah. Ini pasti ‘pertanda’, bahwa meskipun statistik blog turun drastis karena nggak di-share lewat facebook, tapi Allah kasih hadiah yang lebih indah.

Ya Allah, jadikanlah anak-anak saya semuanya pengemban dakwah, penghafal Alquran, berprestasi secara akademik, mencintai seni dan sastra, semuanya sehat, dan diberikan umur panjang yang barokah.

Colchester, 30 April 2016

Advertisements

One thought on “Guided Reading & Dinara pakai kerudung ke sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s