Sleepover (ODOP Day 86 of 99)

dinara dan saded
Dinara dan Saded

Beberapa ‘tradisi’ anak-anak Inggris, di antaranya adalah playdate dan sleepover. Playdates maksudnya anak-anak main bersama di rumah salah satu anak dan menjadi tanggungjawab orangtua pemilik rumah. Orang tua teman-teman anak hanya mengantar, tidak turut berada di rumah.

Berbeda dengan playdate yang sebetulnya hanya bermain beberapa jam atau seharian, kalau sleepover artinya anak menginap di rumah orang lain. Saya pribadi belum berminat mengundang teman-teman krucils untuk playdate di rumah. Alasan terkuat ya karena rumahnya nggak pernah awet rapi. Alasan kedua, nggak sanggup kalau teman anak punya alergi aneh-aneh dan harus menyediakan menu yang tidak biasa.

Dan sebetulnya saya punya alasan ketiga. Yakni pengaruh teman-teman anak terhadap anak sendiri. Saya belum yakin melepas anak-anak untuk bermain berjam-jam dengan teman-temannya di ‘sekolah negeri’ tanpa pengawasan orang dewasa yang saya tahu persis reputasinya bahwa ia ‘profesional’. Cukuplah berita soal bullying, pelecehan seksual, pencabulan anak, atau perilaku buruk lainnya, jadi bacaan saja buat saya. Semoga Allah Swt melindungi anak-anak kita dari hal-hal buruk semisal demikian.

Sejak tahun lalu Dinara sudah sering playdate ke rumah salah satu teman, sebut saja namanya Amel. Saya dan suami tidak berkeberatan karena keluarga Amel adalah keluarga Indonesia, kedua orang tuanya dosen. Ibu Amel adalah bekas PhD student di University of Essex yang baru saja kembali ke tanah air setelah sukses mempertahankan thesisnya di akhir tahun lalu.

Saat itu Dinara baru berumur 5 tahun dan Amel 9 tahun. Meski betah bermain berjam-jam di rumah tetangga, tetap saja pada akhirnya Dinara akan pulang dan tidur di rumahnya sendiri.

Bulan ini Dinara berusia 6 tahun. Sejak sebulan terakhir ia sudah berani sleepover di rumah sebut saja namanya Ifa. Ifa lebih tua dari Amel, sudah teenager, dan sudah baligh. Sama seperti keluarga Amel, keluarga Ifa juga keluarga dosen. Ibunya Ifa saat ini adalah PhD student di University.

Akhir bulan lalu, Kibar Colchester berkumpul dan menyelenggarakan silaturahmi dalam bentuk makan siang bakda shalat Jumat di tepi danau di universitas. Setelah acara usai, Dinara tidak mau pulang, malah mau sleepover ke rumah Ifa. Saya pikir akan seperti tahun-tahun sebelumnya, ia akan minta dijemput anti malam. Ternyata tidak.

Hari Sabtu kami bertemu d Star Wars Party-nya keluarga Malaysia. Saya pikir Dinara akan rindu dengan keluarganya. Ternyata tidak. Ia menambah jatah sleepover-nya.

Hari Ahad jam 9 malam saya dan Dara jalan kaki ke rumah Ifa. Niatnya menengok Si Gadis. Agak cemas karena keluarga Ifa sedang ada tamu dari Manchester. Pasti sibuk dan kuatir Dinara merepotkan.

Dinara saya dapati sedang bermain sendiri. Ifa sudah lelap, mungkin lelah setelah 3 hari ketempelan Adik Asuh… Hehe…
Suasana semarak khas orang-orang Indonesia perantauan kalau bertemu sesama perantau. Mungkin karena Ifa sudah tidur, Dinara jadi bingung mau main apa, dan akhirnya bilang, “I want to play with my computer…”
“Ya sudah ayo pulang, diambil dulu,” bujuk saya, “Nanti kalau Ayah mengizinkan Bunda antarkan lagi ke sini…”
Akhirnya Krucil-2 pun pulang. Lucu juga jam 9 lebih pulang jalan bareng dua anak perempuan kecil. Tapi alhamdulillah selamat sampai rumah, dengan pengawalan dua anak laki-laki yang sudah remaja (kakaknya Ifa dan satu tetangga Indonesia lagi) yang membuntuti di belakang kami bertiga.

Hari ini kami sekeluarga menengok teman keluarga Iraq yang menambah jumlah anggota keluarga, alias menilik bayi. Dan lagi-lagi Dinara nggak mau pulang karena ada teman bermain di sana, Saded (dibaca Sadiid), yang setahun lebih tua. Ayahnya Saded PhD student juga di university dan kami sudah berteman baik sejak tiba di Colchester dua tahun lalu. Sekitar jam 8 malam, selepas maghrib, Krucil baru tiba di rumah (Isya’ hari ini jam 21.33).

Di satu sisi saya merasa lega karena krucil menunjukkan kemampuan untuk mandiri, belajar beradaptasi dan bersosialisasi. Di sisi lain, masih juga ada perasaan semacam, ‘Inikah saatnya? Bilakah tiba waktunya akhirnya anak-anak independent, bukan saja nggak mbuntut ke mana Emak berada, tapi bahkan sudah berani berada di luar rumah tanpa orang tua? Kok cepat sekali belum teenager anak-anak sudah pergi dari sisi ortunya?’

Sudah waktunya saya move on. Masuk ke grup ibu-ibu dengan anak-anak pada kelompok tujuh tahun kedua…

Colchester, 6 April 2016

Advertisements

One thought on “Sleepover (ODOP Day 86 of 99)

  1. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s