Belajar dari Kasus Johana (ODOP Day 71 of 99)

stress

Untuk cerita lengkapnya, klik di sini. Saya sarikan intinya saja.

Johana berusia 5 tahun 11 bulan ketika mengikuti tes calistung untuk diterima di sebuah SD.

Materi tes tersebut adalah sebagai berikut :

1) Mengenal huruf, dimana tercetak huruf a-z dalam sebuah kotak dan anak ditugaskan menulis kembali huruf tersebut pada kota kosong dibawahnya;

2) Mengenal angka, hampir sama dengan mengenal huruf, dimana tercetak angka 1-20 dan anak ditugaskan menulis kembali angka tersebut pada kotak kosong dibawahnya;

3) Mengenal anggota tubuh, dimana tercetak gambar seorang gadis kecil, dan dari setiap bagian tubuh gadis kecil tersebut, mulai dari kepala, rambut, telinga, hidung, mulut, tangan dan kaki dan dihubungkan dengan sebuah garis yang mengarah pada kotak kosong disampingnya, dan anak ditugaskan untuk menulis bagian-bagian tubuh tersebut pada kotak kosong dimaksud;

4) Mengenal warna, dimana terdapat sederetan kotak dengan warna merah, hijau, kuning, biru dan ungu, lalu anak ditugaskan untuk menulis warna tersebut pada kotak kosong dibawahnya.

Menurut Sang Ayah, nilai Johana secara keseluruhan adalah C. Menurut penjelasan Kepala Sekolah:
1) Tes ini diadakan baru dalam waktu tiga tahun terakhir, termasuk tahun ini;
2)  Tes ini diadakan sekolah, karena pernah kecolongan, ada siswa yang diterima rupanya ‘idiot’, dan ada juga yang ‘hyper aktif’;
3) Tes ini bukanlah menjadi penentu utama diterima atau tidaknya si anak di sekolah tersebut;
4) Orangtua dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan sekolah perihal potensi anak;
5) Ketika orang tua bisa menyakinkan sekolah, maka anak tersebut bisa diterima;
6) Syarat lain yang juga diperhatikan, adalah kecukupan umur, dimana sekolah ini menetapkan umur minimal masuk kelas I SD adalah 5,5 tahun.

Fakta lain, Ayah Johana menulis:
– Dari TK tempat Johana belajar, ada semacam ‘peringatan’ dari Miss-nya, agar Johana harus bisa membaca, karena tinggal beberapa hari lagi dia harus masuk SD.
– Sejak mulai belajar calistung di TK, Johana terkesan malas belajar.
– Dengan nilai keseluruhan C, sebenarnya sebenarnya Johana tidak diterima di SD. Tetapi Sang Ayah “berhasil meyakinkan Kepsek tentang potensi dan kemampuan anak, karena saya mengenalnya dengan baik. Faktanya memang benar bahwa dia belum bisa membaca dan menulis. Tapi dari sisi lain, kecakapan berbicara, pemahaman konsep benda, ruang, waktu, kesopanan, keberanian, dll, saya kira tidak ada yang perlu saya ragukan.”

Tes calistung sebagai bagian dari penerimaan siswa kelas 1 SD sudah banyak yang mengkritik. Kebijakan pemerintah Indonesia terbaru pun melarang hasil tes calistung sebagai syarat penerimaan siswa.

Kebijakan pemerintah Indonesia sama persis dengan pemerintah Inggris yang menjadikan usia sebagai syarat penerimaan siswa. Kalau pun ada tes untuk siswa TK di Inggris, maka hasil tes tersebut tidak berpengaruh terhadap pendaftaran siswa ke SD. Karena tes lulus TK itu sebetulnya mengevaluasi sekolahnya, bukan gurunya (kapan-kapan ditulis).

Jika diperhatikan, ada kesamaan antara Dino (klik di sini) dan Johana:
1) Anak-anak yang dipaksa orang tuanya masuk SD sebelum berusia 7 tahun.
2) Orang tuanya yang berambisi sekolah, bukan anaknya. Pada kasus Dino, orang tua membebani anak dengan beraneka macam les. Pada kasus Johana, orang tua memaksakan anak untuk masuk SD meski dalam nilai seleksi sebenarnya anak tidak diterima.
3) Sekolah yang menerima siswa kelas 1 SD pada usia kurang dari 7 tahun.
4) Lemahnya penegakan hukum di Indonesia sehingga pemerintah tidak mampu menertibkan sekolah-sekolah yang melanggar peraturan seperti sekolah Dino dan Johana.

Colchester, 20 Maret 2016

Advertisements

One thought on “Belajar dari Kasus Johana (ODOP Day 71 of 99)

  1. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s