Syarat usia masuk PAUD-TK-SD Negeri di Inggris (ODOP Day 69 of 99)

PrimarySchoolAdmissions2016

Wajib belajar di Inggris dimulai sejak anak berusia 4 tahun. Sejak awal November tahun lalu sampai awal Januari tahun ini, pihak sekolah, baik lewat guru-guru di kelas Dara-zayna maupun lewat surat yang dibagikan, tak henti-hentinya mengingatkan para orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya ke PAUD atau SD yang diinginkan. Poster sebagaimana di atas, dipajang di depan pintu kelas, dengan harapan dibaca para orang tua yang menjemput.

Baik di poster, di website pemerintah, tertulis, Parents of children born during the period 1 September 2011 to 31 August 2012 can apply for primary school places between 9 November 2015 and 15 January 2016 (Para orang tua yang memiliki anak yang terlahir antara 1 September 2011 sampai dengan 31 Agustus 2012, bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar pada tanggal antara 9 November 2015 hingga 15 Januari 2016).

Kami mendaftar secara online, tanpa harus menunjukkan akta kelahiran. Biasanya akta kelahiran akan diminta pihak sekolah setelah anak resmi diterima sebagai siswa.

Dengan adanya syarat umur semacam itu, seluruh siswa kelas Reception (PAUD usia 4-5 tahun) yang akan ditempati Dara September 2016 ini, pasti berisi siswa yang sudah berusia 4 tahun, yang terlahir antara 1 September 2011 s/d 31 Agustus 2012. Kelak di pendidikan yang lebih tinggi semua akan berada pada rentang usia yang sama semacam ini.

Bagaimana jika di kemudian hari ditemukan anak super jenius, atau sebaliknya, ada anak yang memerlukan kebutuhan khusus? Tentu saja anak-anak ini memerlukan dan akan mendapatkan pendidikan yang berbeda. Di sini hanya akan ditulis yang normal saja.

Pendidikan di Inggris sangat ketat mengatur urusan umur ini. Sehingga bisa dipastikan anak yang diterima di Year 3 (setara SD kelas 1 di Indonesia), pasti sudah melewati ulang tahun ke-7.

Tetapi, tidak semua orang tua gembira dengan kebijakan ini. Beberapa orang tua, merasakan peraturan ini terlalu ketat. Bagi orang tua yang memiliki anak-anak yang dilahirkan di bulan Juni-Juli-Agustus, mereka memandang sebetulnya anak belum siap ketika terpaksa harus menjalani kewajiban bersekolah di bulan September. Anak-anak yang terlahir di bulan Juni-Juli-Agustus ini biasa disebut sebagai summer-born children, karena lahir di musim panas. Selama bertahun-tahun orang tua para summer-born children berjuang agar anak-anaknya bisa tinggal di kelas Nursery (PAUD 3-4 tahun) setahun lebih lama, dan baru wajib sekolah di kelas Reception (PAUD 4-5 tahun) setelah anak berumur 5 tahun. Para orang tua ini berargumentasi anak belum siap secara mental, ketika bulan Juni-akhir Agustus berulang tahun ke-4, dan bulan September anak sudah harus bersekolah formal 6 jam/hari.

Berdasar penelitian, anak-anak summer-born berpeluang mengalami ketertinggalan di bidang akademik dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya yang lebih tua beberapa bulan. Bahkan bisa jadi teman sekelasnya 1 tahun lebih tua. Misalnya dalam contoh poster di atas: ada anak yang lahir 1 September 2011, dan ada anak yang lahir 31 Agustus 2012, semua berada daam satu kelas yang sama, menerima materi pelajaran dengan bobot sama beratnya, dengan cara pengajaran yang sama.

Argumentasi lain yang sering dikemukakan oleh para orang tua summer-born children adalah prematuritas. Misalnya, jika anak diprediksi lahir di bulan Oktober, dan ternyata lahir di bulan Agustus, maka bisa jadi sebetulnya anak berusia belasan bulan lebih muda daripada teman-teman seangkatannya.

Kasus lain yang agak lucu adalah kembar di mana yang satu lahir menjelang tengah malam 31 Agustus dan saudaranya lahir belasan menit kemudian di tanggal 1 September. Karena peraturan ini, kedua anak kembar terpaksa harus berpisah kelas. Bagi anak yang lahir 1 September dan menjadi anak paling tua di kelasnya, biasanya ortunya tidak kuatir. Tetapi bagi anak yang terlahir di bulan Agustus, biasanya anak nampak belum siap ketika dipaksa bersekolah bersama teman-temannya yang setahun lebih tua.

nursery admissions

Poster pendaftaran Nursery (PAUD usia 3-4 tahun) yang akan sekolah September 2016. Di poster yang diproduksi oleh Pemda Hertfordshire dituliskan jelas Applying for a school nursery place for 2016-2017. For children born between 1 September 2012 and 31 August 2013 (Pendaftaran sekolah nursery untuk tahun ajaran 2016-2017. Bagi anak-anak yang lahir antara 1 September 2012 dan 31 Agustus 2013)

school admissions3

Poster untuk pendaftaran TK (Primary), SD kelas 1 (Junior) dan SD kelas 3 (Middle). Ditulis dengan jelas bahwa Primary untuk anak yang lahir antara 1 September 2011 dan 31 Agustus 2012; Junior untuk anak yang lahir antara 1 September 2008 dan 31 Agusus 2009; dan Middle School untuk anak yang lahir antara 1 September 2006 dan 31 Agustus 2007.

Setelah puluhan tahun berjuang, 8 September 2015 Menteri Pendidikan Nick Gibbs mengumumkan bahwa pemerintah Inggris memberikan fleksibilitas kepada para summer-born children. Para orang tua yang anaknya lahir antara 1 April hingga 31 Agustus, tidak dipaksa memasukkan anaknya ke Reception di bulan September setelah anak berusia 4 tahun. Tetapi boleh memulai Reception setelah anak berusia 5 tahun. Peraturan ini sifatnya ‘diperbolehkan’, alias pilihan. Jika orang tua mengnginkan anak masuk Reception segera setelah anak berumur 4, maka pemerintah tidak melarang.

Dengan demikian, kelak di September 2018, kelas Year 3 (setara SD kelas 1), bisa jadi berisi siswa berusia 7-9 tahun. Ada yang masuk Year 3 berusia 7 tahun, ada yang 8 tahun. Dan ini semua diperblehkan oleh negara.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Kelihatannya, di masa depan pemerintah akan lebih ketat mengatur usia masuk sekolah dasar. Kebijakan ini sudah dimulai di beberapa SD Negeri sejak tahun ajaran 2015/2016. Dalam ampera.co (23 Mei 2015), Kepala Disdikpora Palembang, Ahmad Zulinto menegaskan, “Jadi bagi anak yang sudah menerimah ijazah, taman kanak-kanak (TK), belum tentu bisa masuk SD apabila usianya belum 7 tahun.”

Ia mengatakan, syarat masuk SD minimal usia 7 tahun tersebut, bukan hanya berlaku di Kota Palembang, melainkan seluruh wilayah yang ada di Indonesia, karena sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 04/UI/PB/2011.

“Pada PPDB, khususnya SD 2015 ini, akan memprioritaskan calon siswa baru yang berusia 7 tahun,” katanya.

Menurut Zulinto, anak yang belum berusia 7 tahun bisa saja masuk SD. Asalkan, kuota murid SD yang ada di SD Negeri tersebut belum terpenuhi.

Di masa depan, SD Negeri akan memprioritas siswa yang mendaftar untuk masuk kelas 1 sudah berusia 7 tahun, meski belum bisa calistung. Jika anak berusia kurang dari 7 tahun, tetapi belum bisa calistung, anak hanya bisa diterima jika kuota di SD Negeri tersebut belum terpenuhi. Rentang umur anak yang diterima di SD Negeri di Yogyakarta bisa dilihat/diklik di Usia Terendah Masuk SD Negeri Yogyakarta 2013 berikut ini.

Menurut saya, persyaratan umur 7 tahun dalam penerimaan siswa di SD Negeri, jauh lebih baik daripada hasil tes calistung dalam penerimaan siswa kelas 1 SD. Mudah-mudahan kebijakan pemerintah Indonesia yang baru ini bisa sedikit mengurangi kasus-kasus ‘mental hectic’ yang banyak terjadi di Indonesia.

Colchester, 19 Maret 2016

 

Advertisements

3 thoughts on “Syarat usia masuk PAUD-TK-SD Negeri di Inggris (ODOP Day 69 of 99)

  1. Pingback: Belajar dari kasus Dino (ODOP Day 70 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

  2. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

  3. Pingback: Akhirnya Si Bungsu Pergi Sekolah (ODOP Day 15 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s