Akhirnya selesai nulis kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 59 of 99)

done3

Alhamdulillah, akhirnya selesai nulis kurikulum 0-5 tahun di Inggris. Serial ini sebetulnya dibuat masih mengikuti tulisan “Larangan calistung sebelum umur 7 adalah PEMBODOHAN?” yang menanggapi tulisan Bu Dwi Estiningsih yang berjudul “Kebohongan Publik dalam Sistem Pendidikan: Larangan Calistung di TK”.

Ide dasarnya bukan supaya para orang tua dan guru di Indonesia kemudian merasa harus mengikuti sistem pendidikan di Inggris. Sama sekali tidak. Tetapi sekadar memberikan gambaran bahwa kurikulum pendidikan, dan sekolah, lebih dari sekadar calistung.

Tapi kemudian jadi banyak banget yang nge-share kasus-kasus ‘mental hectic’ yang menimpa siswa-siswa TK-SD di Indonesia. Ya sudah nanti coba dibedah satu per satu.

Terus ini kenapa jadi balik ke day 59? Nggg…. Karena setelah dilihat-lihat lagi ternyata Day 59-nya enggak ada… Hihihi… Nggak tahu gimana nulisnya kok tetiba dari Day 58 melompat ke Day 60. Padahal seharusnya hari ini adalah Day 70… *sigh*.

Jadi banyak banget utangnya ya… Moga-moga bisa dikejar akhir pekan bisa menulis 4 judul. Rencananya nulis tentang seputar usia anak masuk SD dan mental hectic terkait kasus Johana dan Dino. Terus nulis kurikulum pendidikan agama Islam versi tempat ngajinya krucils di Qalam Academy.

Dan salah satu cita-cita sebetulnya pengen nulis kegiatan sehari-hari… Semacam hari ini Sport Relief Day.

Begini ceritanya.

Dari beberapa hari sebelumnya eike sudah terima selebaran bahwa hari ini Sport Relief Day. Sehubungan dengan itu maka sekolah Fahdiy di Junior School menyatakan siswa ‘diharapkan’ hadir ke sekolah memakai busana bebas bertema olahraga sambil bawa sumbangan £1. Karena Sport Relief ini memang charity alias lembaga amal non-pemerintah (website resmi klik di sini).

Trus kemarin trima SMS dari sekolah Dinara dan Dara yang cuma saya baca sekilas, dengan kesimpulan bahwa SMS tersebut mengingatkan bahwa hari ini adalah hari terakhir nyumbang Easter Egg Raffle. Judulnya aja sih ada Easter-easter-nya padahal sumbangannya masuk ke kas sekolah, just informasi.

Dan ternyata… eng ing eng… Dinara mogok nggak mau masuk kelas karena dia satu-satunya anak yang pake seragam sekolah di PAUD&TK-nya. Ngga ding. Berdua sama Dara yang juga keliru. Untung gurunya bisa ngajak dia masuk. Tampang Dinara udah mendung berat kayak dalam puisi ayahnya yang akhirnya sama si bunda dimuat di undangan kawinan karena udah mati gaya mau naruh dekorasi apalagi di undangan, “cinta adalah mendung
yang menggantung di atas bebukitan sejak pagi/ tapi cinta adalah juga mendung yang menggugurkan air kasih sayang dan membasuh duka hari…”

Demi supaya mendung itu nggak ambrol menjadi banjir di kelas, Miss Free bilang Bunda akan ngambil baju bertema sport dan balik ke sekolah. So dengan ngos-ngosan eike sprint sambil dorong Mahdi. Nyampai rumah jam 09.05 Pakne Krucils yang sedang semedi di toilet dipaksa cepat-cepat biar nggak keasyikan baca paper ato ngecek email via mobile phone di kamar mandi  bisa nganter baju bertema sport sebelum cabut ke kantor.

Hasil akhirnya gimana? Gak tahu. Yang ditugasi bawa baju ke sekolah gak bisa ditelpon.

Ini kali kedua salah nangkap isi SMS. Kali pertama adalah keliru mengartikan kirain bawa uang buat nyumbang sekolah yang mau beli Easter Egg. Ternyata maksudnya adalah siswa diharapkan nyumbang Easter Egg. Untungnya ada minimarket TESCO di seberang sekolah, dan secara datangnya pagi banget (Dara masuk 08.30, Fahdiy 08.40, Dinara 08.50) masih sempat pontang-panting nyeret dua krucis nomor genap buat beli cklat untuk disumbangkan ke sekolah.

Hari ini keliru lagi… Jadi nggak pede mau ikut test IELTS… kuatir buang duit aja kayaknya udah ketauan deh skornya… Wkwkwk… Boro-boro ikut IELTS lha One Day One Post (ODOP) aja Day 59 ditulis setelah Day 68…

Ajaibnya meski sama-sama anak perempuan, Dara lebih ‘tidak fashionable’ daripada Dinara. Dia kalau mau sekolah bajunya suka-suka. Ngga ada angin ngga ada petir tetiba mau sekolah pakai baju princess. Ya sudahlah secara anak nursery kecil (usia 3-4 tahun) sebetulnya nggak wajib berseragam. Jadi hari ini dia nyantai meski jadi anak yang satu-satunya gak berbaju sport theme karena udah biasa beda sendiri kalo yang lain pake seragam dia datang pake baju princess…

Demikianlah karena musti memakaikan kaos kaki-sepatu-jaket ke krucils 3 dan krucils 4 dan kembali ke sekolah untuk ngambil krucils 1 dan krucils 2 maka tulisan ini diakhiri di sini…

Colchester, 18 Maret 2016

Advertisements

One thought on “Akhirnya selesai nulis kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 59 of 99)

  1. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s