Kurikulum Desain dan Teknologi untuk Siswa TK (usia 5-7 tahun) di Inggris (ODOP Day 46 of 99)

dt1dt2

Sumber gambar: Membuat model dan memasak, di Petergate Infant School

Membaca kurikulum desain dan teknologi, saya jadi teringat ucapan Menteri Pendidikan RI saat ini, Anies Baswedan, ketika mengunjungi SD Negeri Sukmajaya di kawasan Parung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, November 2014.

Di SD tersebut, Anies Baswedan bertanya kepada para siswa tentang 2 hal; Pertama, kalau sudah besar, murid-murid itu “mau jadi apa”. Kedua, mereka mau “membuat apa” kalau sudah besar.

Banyak anak-anak tahu menjawab pertanyaan “mau jadi apa”. Namun, hampir semua bingung dengan pertanyaan “akan membuat apa”.

Setelah keluar dari kelas, Anies Baswedan mengatakan, “Ketika ditanya mau jadi apa, semua bisa jawab. Namun, ketika ditanya mau buat apa, semuanya bingung. Pertanyaan penting buat anak kita, bukan mau jadi apa, tetapi mau berkarya apa.”

Pada saat saya membaca berita di Kompas Online di atas 2 tahun lalu, saya juga tidak tahu mengapa Anies Baswedan merasa perlu menanyakan 2 hal tersebut kepada murid-murid SD. Baru setelah membaca kurikulum desain dan teknologi saya sedikit memahaminya.

Mata pelajaran desain dan teknologi di tingkat primary school (usia 4-10 tahun) memberi siswa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan terkait desain, struktur, mekanisme, kontrol benda-benda elektronika, dan mengenal luas beragam jenis bahan, termasuk bahan pangan. Desain dan teknologi mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan mendorong mereka untuk memikirkan isu-isu penting.

Secara umum pemerintah memandang mata pelajaran desain dan teknologi masih harus dipertahankan karena mempertimbangkan negara harus memelihara kreativitas alamiah siswa, dan mengarahkan bakat siswa dalam inovasi lewat mata pelajaran di mana siswa diharapkan mampu membuat sesuatu yang ada fungsinya.

***

Tujuan dari kurikulum nasional untuk mata pelajaran desain dan teknologi adalah memastikan bahwa siswa mendapatkan kesempatan untuk:
– mengembangkan keahlian kreatif, teknis, dan praktis; yang diperlukan dalam mengatasi persoalan sehari-hari dan berpartisipasi dalam dunia teknologi global.
– secara terus-menerus memiliki motivasi untuk membangun dan mengaplikasikan pengetahuan, pemahaman, serta skill tersebut di atas untuk mendesain dan membuat prototipe yang berkualitas tinggi dan membuat beraneka ragam jenis produk yang bemanfaat bagi banyak orang.
– melakukan kritik secara mandiri kepada karya sendiri, mampu mengevaluasi dan menguji ide-idenya serta produk-produk yang dihasilkannya, juga mengkritik, mengevaluasi, serta menguji hasil karya orang lain.
– memahami dan menerapkan prinsip-prinsip nutrisi dalam makanan dan belajar memasak.

Melalui berbagai aktivitas praktek dan memerlukan kreativitas, siswa belajar tentang mendesain dan membuat sesuatu. Siswa semestinya diberi kesempatan yang sangat luas, misalnya tugas di rumah dan sekolah, kebun/taman dan playgrounds, komunitas lokal, industri, dan lingkungan yang lebih luas.

Siswa diajarkan untuk:

Mendesain:
– menetapkan tujuan desain, fungsi, gambaran produk yang akan dihasilkan berdasar kriteria suatu desain,
– mengembangkan desain dasar, membuat modelnya dan mengomunikasikan idenya melalui aktivitas berdiskusi, menggambar/melukis, meniru (templates?), membuat replika/tiruan dan bila memungkinkan mendesain dengan teknologi komunikasi dan informasi.

Membuat:
– Mampu menyeleksi dari banyak alat, memilih dan menggunakan alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengerjakan desainnya (memotong membentuk, menempel/merekat, dan merampungkannya)
– menyeleksi, memilih, dan menggunakan bahan dan komponen, termasuk bahan konstruksi, kain, dan bahan makanan; yang diperlukan

Evaluasi:
– mengeksplorasi dan mengevaluasi produk-produk yang dihasilkan.
– mengevaluasi ide/gagasan dan produk yang tidak sesuai kriteria desain yang ditetapkan semula

Memiliki Pengetahuan teknis (technical knowledge)
– membangun struktur, mengeksplorasi bagaimana mereka bisa membuat sesuatu menjadi lebih kuat, lebih kaku, dan lebih stabil.
– mengeksplorasi dan menggunakan peralatan mekanik dalam produknya (misalnya levers, gliders, wheels and axles… lihat gambar… ngga tau bahasa indonesianya… ini alat pertukangan dan teknik semua…)

leversgliders

gambar levers dan gliders

wheels and axlesdt3

gambar wheels and axles dan salah satu hasil kalau jadi 😀

***

dt5dt6

Sebelah kiri siswa (sumber gambar lupa) membuat sandwich, sebelah kanan siswa St Patrick Primary School membuat mobil-mobilan

Contoh desain dan teknologi untuk Year 1 dan Year 2 (5-7 tahun)
– Mendesain dan membuat sandwich
– Mendesain dan membuat sarung bantal
– Membuat desain logo
– membuat model ruangan 3 dimensi
– membuat monster
– membuat topeng
– membuat magnet tempel kulkas
– mendesain dan menjahit dompet untuk tempat penyimpanan mobile phone
– mengenal beragam ukuran, bentuk, dan jenis baterai
– pergi ke bengkel untuk melihat bahwa satu sepeda memerlukan banyak bahan/material
– mengunjungi gedung-gedung berkaca, melihat batu-batu mulia, patung, pabrik sepatu, mengamati berbagai jenis lantai, melihat peralatan dapur, pisau, sekop, botol dengan berbagai bahan, beragam karya seni pahat dan ukir dari kayu, batu, balok es.

Catatan:
Yang pernah dikerjakan krucils:
– Membuat mobil-mobilan dari kardus
– Membuat alat transportasi balon udara
– Tugas rumah membuat kreasi dengan pancake

Berikut ini contoh praktek mata pelajaran D&T di beberapa sekolah.
Di Petersgate Infant School, D&T diajarkan lewat aktivitas berikut:
Untuk usia 4-5 tahun: prakarya gunting tempel, memasak, berkebun (dihubungkan dengan seni, sains tentang kesehatan, higiene, dan nutrisi, dan biologi)
Untuk usia 5-6 tahun: Memasak, berkebun, membuat pesawat dari karton (dihubungkan dengan sains seperti di atas)
Untuk 6-7 tahun: memasak, membuat mobil dari kardus yang bisa mengangkut sayur-sayuran, membuat model/boneka dari kain.
lihat kegiatan dan karya siswa klik di sini

The Blue Coat School tingkat Year 1 (5-6 tahun) menghubungkan D&T dengan seni, membuat instrumen musik dari kardus yang diisi sehingga berbunyi gemerincing… (baru tau instrumen musik setelah baca penjelasannya… kirain membuat ember hias… klik di sini)

dt7

Gambar mainan katak dan monster buaya dengan pivot karya siswa Year 1 (5-6 tahun) di Hacton Primary School.

Ngomong-ngomong, mungkin di Indonesia akan segera diperlukan banyak yang mampu mendesain dan membuat reusable bags atau bags-for-life, setelah pemerintah sukses mencanangkan tas kresek wajib bayar Rp200-.

Colchester, 25 Februari 2016

 

Advertisements

One thought on “Kurikulum Desain dan Teknologi untuk Siswa TK (usia 5-7 tahun) di Inggris (ODOP Day 46 of 99)

  1. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s