Imlaq dudu Imlek (ODOP Day 31 of 99)

iqra

(sumber gambar: google images)

‘Welldone very good. Test for the whole page next week.’
Demikian tulisan di buku ngajinya krucil pertama. Sabtu pagi, saya dan suami tiba di TPA sekitar 15 menit lebih awal.

“Ngulang dulu, yuk,” kata saya sembari membuka buku ngajinya. Meski saya sudah hampir yakin krucil lulus. Toh hari sebelumnya saya sudah mengajaknya membaca ulang materi yang akan diujikan. Tapi daripada bengong menunggu 15 menit. Lagipula di luar udara sedang dingin karena musim dingin belum betul-betul berakhir.

Saya yang duduk di jok belakang menyodorkan buku ngaji ke depan, tempat si krucil duduk di samping Pak Sopir. Setelah membaca basmalah, krucils pun membaca yang menurut pendengaran saya begini, “Yuriidullahu…”
“Du, Mas, du… Bukan do,” pembantaian dimulai.
“Yuriidullahu liyubayyina lakum…”
“Yi, Mas, liyubayyina, bukan liyubayyeina… Lakum! Kum! Kum! Bukan lakom!”
“Liyubayyina lakum wa yahdiyakum sunanalladziina…”
“Alladziiina… Bukan ladzeena…”
“Sunanalladziina min qoblikum…”
“Ming….. Qoblikum!!!”

Di jok belakang saya memegangi perut dan mulut supaya nggak kelepasan ketawa. Kalau Pakne krucils jadi guru TPA, cuma anak-anak yang bahasa sehari-harinya bahasa Arab yang akan lulus diujinya. Saya, termasuk yang tidak akan lulus dalam ujiannya. Soalnya saya nggak ‘mendengar’ bahwa pronounciation krucils salah.

Keesokan hari saya membaca Alquran seperti biasa. Pakne krucils masuk, bawa mangkok makanan.

Saya langsung berhenti ngaji dan bilang, “Aku ora bakalan ujian, lho, Pak. Dadi rasah dikoreksi.”
Suami cuma nyengir. Terus buka laptop dan duduk membelakangi saya.

Di tengah-tengah saya mengaji, mendadak suami menyela, “Ya ngono, Bu, ojo mateni anak-anakmu!”
Saya bengong. Beberapa detik kemudian baru sadar.
Haduh lah aku tekan endi iki mau ngajine…” kata saya sambil membetulkan kacamata yang melorot.
Imlaq, Bu, dudu Imlek,” sambungnya lagi.

Ternyata saya sampai Al An’am 151 yang berbunyi walaa taqtuluu awlaadakum min imlaaq.

Ada saat-saat tertentu kadang suami mengungkapkan kekhawatirannya tidak mampu menafkahi anak-anak secara layak.
Maka saya pun membalas ucapannya dengan, “Ya, mangkane endi dhuwit blanja? Gak usah wedi mlarat! Nahnu narzuqukum waiyyahum, jarene...”

Malamnya ngajak ngaji krucil kedua. Krucil yang satu ini buanyak banget pertanyaannya. Jadi kalau baca Iqra’ dia biasanya akan mempertanyakan apa arti atau makna yang dibacanya. Dan saya tidak selalu siap menjawab pertanyaannya. Soalnya target saya bukan krucils memahami apa yang dibaca, tetapi cukup sampai mereka bisa membaca alias membunyikan.

Sampai pada kalimat, “Wa zawwajnaahum bi khuurin ‘iin…” langsung ditanya, “What does it mean, Bunda?”
“Haduh, apa yaaaa?” pas lagi bingung kebetuan Pakne Krucils lewat.
“Eh, Pak,” saya langsung mencegat, “Zawwajnaahum bi khuurin ‘iin opo artine?”
Dirabekna karo bidadari,” katanya sambil ngeloyor pergi.
“Ehm, it means, married to angels,” kata saya ke krucil kedua sambil mikir ini sepertinya terjemahan yang keliru. Tapi yo ben. Daripada baca Iqra gak maju-maju.

Dan ternyata, menurut quran.com, khuur diterjemahkan menjadi fair women. Kadzaalika wazawwajnaahum bikhuurin ‘iin diterjemahkan menjadi thus, and we will marry them to fair women with large (beautiful) eyes. 

Anyway, ini adalah contoh tulisan yang tidak baik karena menggunakan bahasa yang campur-aduk; Indonesia, Jawa, Inggris, dan Arab. Lha dos pundi, kadang susah banget nerjemahinnya… fahimtum? You know, lah…

Sa’atan-sa’atan nulis yang not so serious…

Colchester, 9 Februari 2016

Advertisements

3 thoughts on “Imlaq dudu Imlek (ODOP Day 31 of 99)

  1. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s