Target kurikulum Inggris untuk PAUD usia 4-5 tahun (bagian 1 dari 7) (ODOP Day 22 of 99)

dinara cooking

Banyak orang tua di Indonesia meremehkan pendidikan PAUD dan TK dengan mengatakan, “Di PAUD dan di TK anak nggak belajar apa-apa. Kalau cuma mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, saya juga bisa mengajarkan di rumah. Anak saya nggak saya masukkan PAUD. Nanti di TK biar setahun saja, langsung masuk TK B/nol besar. Terus nanti langsung masuk SD.”

Terlepas dari kualitas pendidikan di Indonesia yang sering dikeluhkan para orang tua siswa dari kalangan menengah ke atas, sebetulnya orang tua semestinya memahami target yang dipelajari anak di PAUD dan bagaimana guru mengajarkannya. Sambil terus memberikan sumbang saran kepada negara agar ke depan menjadi lebih baik, ada banyak hal yang bisa kita lakukan tanpa harus menunggu sistem pendidikan di Indonesia sempurna.

Pemerintah Inggris menargetkan mayoritas anak di Inggris berusia 40-60 bulan memiliki kemampuan berikut ini:

Area primer terdiri atas:
1) komunikasi dan bahasa (communication and language)
2) perkembangan fisik (physical development)
3) perkembangan individu, sosial dan emosional (physical development)

Area spesifik terdiri atas:
3) literasi
4) matematika
5) pengetahuan alam (understanding the world)
6) seni dan desain (expressive art and design)

Di tulisan ini sesuai booklet aslinya, saya tulis dengan menggunakan anak sebagai subyek, dengan bahasa aku:

1) Target pada kemampuan berkomunikasi dan berbahasa (Communication and Language)
Target pada kemampuan mendengar dan menyimak (Listening and attention)
– Ketika menyanyi, membacakan syair, bercerita/mendongeng, yang dilakukan bersama orang dewasa; aku mampu mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap apa yang kami nyanyikan/syairkan/ceritakan
– Aku bisa mendengarkan jika engkau mengatakan yang engkau ingin aku mengerjakannya, dan lantas aku bisa mengerjakannya.

Cara membantuku belajar:
– Bermain mencari harta karun bersamaku di mana aku mendengarkan perintahmu dengan seksama untuk menemukan *petunjuk* berikutnya.

Target pada kemampuan memahami (Understanding)
Pada prinsipnya sama dengan target pada kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, yakni:
– Ketika menyanyi, membacakan syair, bercerita/mendongeng, yang dilakukan bersama orang dewasa; aku mampu mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap apa yang kami nyanyikan/syairkan/ceritakan
– Aku bisa mendengarkan jika engkau mengatakan yang engkau ingin aku mengerjakannya, dan lantas aku bisa mengerjakannya.

Cara membantuku belajar:
–  Ketika engkau mendongeng, atau kita membaca cerita bersama, bertanyalah kepadaku mengapa sesuatu (di dalam dongeng/buku cerita) terjadi, atau bertanyalah kepadaku tentang apa yang akan terjadi kemudian.

Target pada kemampuan berbicara (Speaking)
– Aku bisa menggunakan banyak kosakata untuk menceritakan sesuatu yang kubuat atau apa-apa yang telah/pernah kukerjakan.
– Aku senang jika engkau menggunakan banyak kosakata baru ketika berbicara kepadaku tentang apa yang sedang kukerjakan atau benda apa yang sedang kupakai. Berikutnya aku akan mencoba menggunakan kata-kata ini ketika bermain.
– Aku bisa berpura-pura menjadi orang lain dan melakukan pekerjaan yang berbeda-beda, misalnya menjadi dokter dan merawat pasien yang sakit dengan obat-obatan dan perban
– Aku bisa menggunakan kata-kata seperti ‘yang pertama’, ‘berikutnya’ dan ‘kemudian/lalu’ ketika aku bercerita atau menceritakan hal yang pernah kuperbuat (Paling gampang kalau anaknya suka bikin makanan. Kita bisa memintanya bercerita, “Bagaimana caranya membuat sandwich?” Di sini anak akan menggunakan, “Pertama, ambil roti, Terus diolesi mentega.”)
– Aku senang berdandan berpura-pura (misalnya berdandan seperti dokter, polisi, ustadzah) dan bermain orang-orangan dengan jalan cerita yang kuketahui, yakni apa-apa yang pernah kulihat atau kudengar (Nggak perlu dimarahi kalau punya siswa anak dokter terus dia menyuntik boneka-bonekanya, atau anak dari ibu rumah tangga penuh waktu yang nampak sibuk ‘menggoreng’ mainan-mainannya.)

Cara membantuku belajar:
– Ketika mendongeng atau membacakan buku cerita bersama, bertanyalah kepadaku bagaimana kisahnya akan berakhir.
– Membuat kalimat berima yang lucu bersamaku, di mana kita menggunakan kata yang diawali huruf depan yang sama, atau kata-kata yang memiliki rima yang sama (Fahdiy, datang ke sini mari kita pergi beli roti mari bersama baby Mahdi… Atau Dinara, Dara, dan Bunda berbelanja bersama-sama. Ayah yang pemarah dan Mbah yang peramah bermain tanah di sebelah rumah… Not a very good example, I know… Gak pinter bikin kalimat berima… hehe)
– Bermain I spy (Aku mengintai) bersamaku (Ibu mengatakan, “Aku mengintai sesuatu yang dimulai dengan huruf B. Buku” dan anak bisa menyambung, “Balon.” lantas ibu menyambung, “Bola,” kemudian giliran anak, “Baju,” dan seterusnya sampai nggak ada lagi. Lantas bisa disambung dengan ‘mengintai’ sesuatu diawali huruf yang lain lagi.)
– Menggunakan nada suara yang berbeda-beda ketika mendongeng atau membacakan cerita, misalnya suara besar untuk singa mengaum, suara gemetar ketakutan, nada marah, nada terisak-isak menangis, tertawa, nada suara melukiskan keheranan, dlsb.

Bersambung…

Colchester, 31 Januari 2016

Advertisements

One thought on “Target kurikulum Inggris untuk PAUD usia 4-5 tahun (bagian 1 dari 7) (ODOP Day 22 of 99)

  1. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s