Target Pendidikan Inggris untuk PAUD 3-4 Tahun (bagian 2 dari 7) (ODOP Day 13 of 99)

P1040191

Haruskah siswi PAUD Islami berhijab sempurna?

Ketika membuat tulisan ini saya teringat dengan sebuah diskusi di facebook. Seorang muslimah (yang belum menikah) mengungkapkan keheranannya melihat anak-anak perempuan muslimah berusia sekitar 5 tahun yang belum berhijab sempurna. Ungkapan tersebut lebih ditujukan kepada ibu dari gadis-gadis kecil tersebut yang menurutnya bersalah karena tidak membiasakan anak-anak perempuannya berhijab sempurna di luar rumah.

Diskusi semakin hangat ketika ada seorang ibu lainnya lantas membagi pengalaman bahwa ia juga belum mewajibkan putrinya yang balita untuk menutup aurat sepanjang waktu karena sang putri sangat mudah berkeringat di cuaca panas. Beliau lantas menerangkan, “Saya justru kasihan dengan anak-anak kecil yang ketika sudah kelihatan tidak nyaman, berkeringat, dan ingin melepas hijabnya, malah dimarahi oleh ibunya. Mungkin ibunya malu kalau sampai anaknya tidak memakai hijab. Saya justru kuatir melatih anak berhijab dengan cara semacam itu justru menzalimi anak itu sendiri…”

Ibu lainnya lagi terang-terangan menyatakan meski dirinya melatih muslimah balitanya untuk berhijab ia tidak memaksa anaknya untuk berhijab sempurna sepanjang waktu. Alasannya antara lain adalah memberikan ruang perkembangan fisik kepada anak; baik motorik kasar maupun motorik halus. Pernyataan beliau langsung ditanggapi oleh ibu yang juga guru PAUD yang menyatakan bahwa meski di PAUD Islami yang diasuhnya semua siswi diwajibkan berhijab sempurna, semua murid memiliki perkembangan fisik yang baik.

Seorang ibu lain yang saya kira cukup bijaksana lantas berusaha menengahi dengan mengingatkan untuk mengembalikan kepada dalil di dalam agama Islam, dan bukan membuat hukum berdasarkan asumsi dan hawa nafsu masing-masing. Beliau menyatakan bahwa menurut dalil di dalam Islam, muslimah yang belum baligh belum diwajibkan berhijab sempurna.

Sebetulnya perkembangan fisik dan kemampuan fisik apa yang menjadi target PAUD di Indonesia? Allahua’lam, saya juga tidak memiliki datanya. Berikut ini sekadar gambaran target pemerintah Inggris dalam hal perkembangan dan kemampuan fisik untuk seluruh siswa PAUD berusia 30-50 bulan (3-4 tahun)

Semoga bermanfaat.

***

Pemerintah Inggris menargetkan semua anak di Inggris berusia 30-50 bulan memiliki keterampilan yang dibagi dalam 2 area yakni area primer dan area spesifik. Area primer meliputi; 1) kemampuan dalam berkomunikasi dan berbahasa, 2) kemampun dalam perkembangan fisik, dan 3) kemampuan dalam perkembangan individu, sosial, dan emosional.
Sementara area spesifik terdiri atas: 4) kemampuan literasi, 5) matematika, 6) pengetahuan alam, dan 7) seni dan desain.

Ditulis dengan menggunakan anak sebagai subyek (kata ganti ‘aku)

Target dan struktur pengajaran untuk anak 30-50 bulan (3-4 tahun)

AREA PRIMER

1) Target pada kemampuan berkomunikasi dan berbahasa (Communication and language)

2) Target pada perkembangan fisik (Physycal Development)
Target pada kemampuan mengendalikan dan bergerak (Handling and moving)
– Aku suka berlari-lari, berjalan, melompat dengan satu dan dua kaki, main lompat tali, dan bergerak ke berbagai arah yang berbeda-beda.
– Aku bisa menaiki dan menuruni anak tangga seperti orang dewasa, melangkah satu kaki di setiap anak tangga.
– Aku bisa membawa sesuatu sambil menuruni anak tangga, dengan berhati-hati.
– Aku bisa berlari lantas berhenti, berlari ke arah yang berbeda, dan mengurangi kecepatan agar tidak menabrak orang/sesuatu.
– Kalau engkau memberi contoh bagaimana berdiri di atas satu kaki, aku bisa mencontoh beberapa detik tanpa terjatuh.
– Aku bisa menangkap bola yang besar kalau ada yang melemparkan kepadaku.
– Aku bisa memutar-mutar lenganku ketika bermain dengan pita/tali panjang, sehingga pita membentuk lingkaran atau bergerak naik turun di udara.
– Aku bisa menggunakan gunting kecil untuk memotong kertas.
– Aku bisa memegang pensil di dekat ujung seperti orang dewasa, dengan menggunakan ibu jari dan 2 jari, bukan dengan seluruh telapak tangan.
– Aku bisa membuat garis dan coretan yang kuinginkan dengan pensil.
– Kalau engkau menulis namaku, aku bisa mencontoh beberapa hurufnya dan menulisnya ulang di kertasku.

Cara membantuku belajar:
– Memberiku kesempatan menggunakan gunting anak-anak untuk memotong plastisin/playdough, memasak mi mainan, atau memotong kertas
– Bermain halang rintang di taman bermain atau di kebun, di mana aku harus berlari mengelilingi pagar atau kursi-kursi, merangkak di bawah selimut yang dibentangkan dan merangkak menerobos kardus yang dibentuk menjadi terowongan

Target pada pemahaman terhadap kesehatan dan perawatan diri (Health and Self Care)
–  Aku bisa mengatakan kalau aku lapar dan ingin makan sesuatu.
– Aku tahu kalau aku berlari, tubuhku menjadi panas, berkeringat, dan aku terengah-engah.
– Aku memahami bahwa aku harus berhati-hati ketika menggunakan gunting untuk memotong kertas, atau pisau makan untuk mengoles mentega dan selai.
– Meski kadang mengompol, tapi aku hampir selalu bisa pipis dan BAB di toilet tepat waktu tanpa keburu ngompol/BAB di tengah jalan, dan bisa membersihkan alat kelaminku sendiri (pakai tisu).
– Aku bisa mencuci tanganku sendiri dan mengeringkannya sendiri.
– Kalau ada yang membantu merentangkan jaketku, aku bisa langsung memakainya dengan memasukkan kedua lengan. Aku bisa melanjutkan me-restliting jaketku setelah ada yang membantu memulainya. Dan aku bisa memakai celana panjang sendiri.

Cara membantuku  belajar:
–  Memastikan aku menggosok gigi minimal 2x/hari

Colchester, 21 Januari 2016

Advertisements

7 thoughts on “Target Pendidikan Inggris untuk PAUD 3-4 Tahun (bagian 2 dari 7) (ODOP Day 13 of 99)

  1. suka dengan artikelnya
    saya juga termasuk yang tidak memaksakan jilbab pd anak yang belum baliq tapi tetap diberi pengertian bahwa itu wajib jika sudah baliq. Memang PR yang besar ya buar orangtua untuk terus belajar dan menerima ilmu dengan ikhlas

    Like

  2. Belajar sesuatu memang lebih baik sejak dini termasuk pakai jilbab tapi kalau memaksakan kehendak kepada anak kok rasanya kurang pas. Soalnya anak saya 3thn kalau dipaksa melakukan sesuatu biasanya malah berontak.

    thanks sharingnya Mbak 🙂

    Like

  3. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

  4. Pingback: Toast Snack di kelas PAUD 3-4 tahun – Rumah kecil di seberang universitas

  5. Pingback: Toast Snack (PAUD 3-4 tahun) – Rumah kecil di seberang universitas

  6. Pingback: Akhirnya Si Bungsu Pergi Sekolah (ODOP Day 15 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s