Pengantar Kurikulum 0-5 tahun di Inggris bagian 1 dari 2 (ODOP Day 3 of 99)

P1050187

Sejak menulis tentang Larangan Calistung Sebelum Umur 7 adalah Pembodohan?, beberapa ibu bertanya kepada saya, “Kapan anak Inggris mulai  belajar calistung?”

Sebelumnya saya menjawab, “Sejak umur 3-4 tahun.”
Sekarang kalau ditanya begitu sepertinya saya akan menjawab, “Anak di Inggris belajar calistung sejak bayi.”

Mudah-mudahan beberapa hari ke depan bisa sedikit memberikan gambaran tentang kurikulum/program/target/framework pendidikan, atau apalah namanya dari pemerintah Inggris kepada anak berusia 0-5 tahun.

Pendidikan 0-5 tahun bukanlah pendidikan formal. Pendidikan untuk anak balita dalam prakteknya adalah bermain. Lokasi penyelenggaran antara lain di children centre, sekolah, tempat penitipan anak (nursery), dan perpustakaan.

Kurikulum/program pemerintah Inggris untuk mendidik anak balita disebut The Early Years Foundation Stage (EYFS). Jadi EYFS itu mungkin kalau di Indonesia adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Secara umum tujuan EYFS sama seperti PAUD, yakni untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

Karena kurang lebih memiliki definisi yang sama, EYFS bisa disebut sebagai PAUD-nya di Inggris. PAUD di Inggris terdiri atas tujuh (7) area belajar dan perkembangan. Tiga (3) area ditujukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan antusiasme siswa terhadap aktivitas belajar, membangun kemampuan siswa dalam hal belajar, membangun kemampuan berhubungan dengan orang lain, serta kemampuan tumbuh dan berkembang dengan baik. Sisanya adalah empat (4) area spesifik untuk memperkuat dan menerapkan area primer.

Area primer terdiri atas:
1) komunikasi dan bahasa (communication and language)
2) perkembangan fisik (physical development)
3) perkembangan individu, sosial dan emosional (personal, social, emotional development)

Area spesifik terdiri atas:
3) literasi
4) matematika
5) pengetahuan alam (understanding the world)
6) seni dan desain (expressive art and design)

TUJUAN SETIAP AREA

1) Perkembangan komunikasi dan bahasa (communication and language)
Memberikan kesempatan siswa untuk memperkaya bahasa, untuk membangun rasa percaya diri dan skill dalam mengekspresikan diri, juga membangun kemampuan berbicara dan mendengarkan dalam berbagai keadaan.

2) Perkembangan fisik (physical development)
– Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif secara fisik, interaktif, dan mengembangkan kemampuan koordinasi, kontrol, dan gerakan fisik.
– Siswa memahami pentingnya aktvitas fisik.
– Siswa mampu membuat pilihan yang sehat terutama jika berkaitan dengan makanan

3) Perkembangan individu, sosial dan emosional (personal, social, emotional development)
– Siswa mampu membangun citra positif terhadap diri sendiri dan orang lain
– Siswa mampu membangun hubungan positif dan sikap hormat (respect) terhadap orang lain
– Siswa mampu membangun social skills dan belajar bagaimana mengelola perasaannya
– Siswa mampu memahami perilaku yang diterima dalam bekerja sama berkelompok
– Siswa memiliki rasa percaya diri terhadap kemampuan mereka sendiri.

4) Perkembangan Literasi
– Mendorong siswa untuk menghubungkan bunyi dan huruf dan mulai belajar membaca dan menulis.
– Siswa diberi kesempatan untuk membaca beragam materi literasi (buku, puisi dan beraneka written materials) untuk membangkitkan gairah mereka dalam belajar.

5) Matematika
– Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan dan memperbaiki kemampuan mereka dan hal menghitung, memahami, dan menggunakan angka
– Siswa diberi kesempatan untuk mengerjakan soal-soal penjumlahan dan pengurangan sederhana
– Siswa diberi kesempatan untuk mendeskripsikan bentuk (2 dimensi), bangun ruang (3 dimensi) dan ukuran.

6) Ilmu Pengetahuan Alam (understanding the world)
– Siswa dibimbing untuk memahami semesta baik aspek fisika maupun komunitas melalui kesempatan mengeksplorasi, mengobservasi, dan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan manusia, tempat, teknologi, dan lingkungan.

7) Seni dan desain (expressive art and design)
– Siswa diharapkan mampu bereksplorasi dan bermain dengan berbagai jenis media dan bahan, dan didorong untuk mengungkapkan pemikirannya, ide/gagasannya, dan perasaannya, melalui berbagai kegiatan yang bervariasi dalam seni, musik, gerakan tubuh (pantomim), menari, seni peran (drama), desain, dan teknologi.

Tiga karakter dari proses belajar-mengajar yang efektif adalah:
1) Bermain dan eksplorasi, siswa melakukan penelitian/investigasi dan mengalami sendiri, dan larut dalam kegiatan tersebut.
2) Active learning, siswa berkonsentrasi dan mau terus mencoba ketika menemui hambatan/kesulitan, dan menghargai keberhasilannya.
3) Daya cipta dan berpikir kritis (creating and thinking critically), siswa memiliki ide/gagasan dan mampu mengembangkannya, membuat hubungan antar ide, dan membuat rencana strategis untuk melaksanakannya.

Proses Assesment (evaluasi) keberhasilan di setiap area (bersambung ke bagian 2 klik di sini)

Colchester, 11 Januari 2016

Advertisements

2 thoughts on “Pengantar Kurikulum 0-5 tahun di Inggris bagian 1 dari 2 (ODOP Day 3 of 99)

  1. Belajar calistung sejak bayi? Rasanya gak salah jg sih pendapat itu, secara byk jg yg berpendapat belajar sjk dari dalam kandungan. Pembahasan yg jelas ttg PAUD membuat saya makin mengerti bahwa memulai sekolah sejak PAUD penting jg. 🙂

    Like

  2. Pingback: Daftar Lengkap Nulis Kurikulum 0-5 tahun di Inggris (ODOP Day 99 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s