Obrolan bu dokter

female doctors

Nonton teman-teman kuliah ngobrol di jejaring sosial…. Semua perempuan.

Dokter spesialis penyakit dalam menulis, “Jika boleh memilih tentu aku akan memilih menjadi ibu rumah tangga….”

Dokter spesialis bedah tulang (ortopedi), “Kenapa, Bu?”

Kakak tingkat angkatan ’96 alumnus American Academy of Financial Management nulis, “Sama, dong…”

Dokter umum di Sidoarjo nimbrung, “Sabar bu..hidup itu pilihan..dan apapun pilihan kita jika diniatkan ibadah insyaAlloh sama2 punya poin di mata Alloh..”
Trus ngasih hashtag #dokter yg kebetulan memilih byk di rumah#

Karyawati perusahaan farmasi nuis singkat, “Setuju,dok, dengan statusnya..”

Dokter spesialis kulit, “Aku juga merasakan begitu, males tingkat dewa….”

Dokter spesialis penyakit paru, “Aku apalagi… gara gara kerja gampang senewen… kasiham anak anak…” sambil pasang emoticon menangis.

Dokter spesialis mata, “Semua dihitung ibadah, Bu…”

Dokter umum di Banyumas, “Ternyata banyak yang sehati, ya 🙂 Fitrah kita emang sebagai ibu…”

Kakak tingkat angkatan ’95, “Jadi ibu rumah tangga, ngurus rumah, suami & anak , dompet tebal, rekening terjamin semua tinggal gesek.. *indahnya bermimpi*”

Dokter spesialis penyakit dalam yg punya status, “Waah ternyata banyak yang satu rasa…. tapi bener juga, tetap harus semangat… apapun garis kita.. mom is a mom with her best of loves…”

***

Dunia mengalami perubahan besar dalam 30 tahun terakhir ini. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan swasta yang lebih kuat daripada negara dan pemerintah, pengaruh swasta juga memiliki imbas besar dalam kehidupan sehari-hari. Manusia di mana pun mereka berada merasa mereka harus bekerja lebih keras, meskipun sebetulnya mereka sudah lebih sejahtera dibandingkan generasi pendahulunya. Ada banyak tekanan untuk konsumtif. Segala sesuatu menjadi lebih cepat. Ilmu lebih cepat updated. Manusia beraktivitas lebih cepat dan lebih mudah stress dan depresi, serta bersikap lebih money-oriented. Nilai-nilai lama (the old values) seperti saling memberi perhatian (caring) dan saling memberi dukungan dalam komunitas (community interdependence), terhapuskan. Orang jadi punya lebih sedikit waktu untuk perkawinan mereka, untuk rumah tangga mereka, untuk komunitas mereka, untuk teman-teman mereka, bahkan untuk anak-anak mereka sendiri.

We weren’t exactly slaves. Kita bukan betul-betul menjadi budak. We had a choice, kita punya pilihan, dan bisa memilih.

But, to use Madeleine BUnting’s phrase, we were ‘willing slaves’, kita menjadi ‘budak yang sebetulnya bisa memilih dan punya kehendak’.
Somehow going along this deteriorating quality of life without question….
Seringkali, kita terpaksa ikut mengalir begitu saja dengan kualitas kehidupan yang menurun tajam ini, tanpa sempat merenungkan atau mempertanyakannya lagi…

Semoga di masa depan kita semua bisa hidup di dalam sistem yang manusiawi, sistem yang datang dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Menyayangi.

(Ditulis setelah kesibukan ngasih sarapan orang serumah dan ditinggal krn suami dan anak2 kecil nganter kakak2nya ke Saturday-Sunday Islamic School. Rumah berantakan, setrikaan numpuk, piring dan gelas kotor ngantri dicuci. Belum baca dan belajar materi ngaji. Dan pastinya, facebook-an gak bisa lama-lama…)

Colchester, Essex, 16 Mei 2015

Advertisements

2 thoughts on “Obrolan bu dokter

  1. Reblogged this on Nirma Istri Zubair and commented:
    Setujuuuuu……selama jadi wanita karir, sejujurnya dari hati yang terdalam, saya sangattttt ingin menjadi Ibu Rumah Tangga….dan Alhamdulillah sekarang terwujud…dengan penuh rasa syukur, walaupun tidak lagi punya kemerdekaan waktu, tidak lagi punya mobil pribadi nyetir bebas kemana-mana, tidak lagi rutin ke Salon, tidak lagi rutin beli baju, tidak lagi punya pembantu dan satpam yang siap support, tidak lagi di mall seharian, tidak lagi bebas terbang kemana-mana….dan ternyata dengan melepas semua itu untuk dapatkan impianku mengurus suami dan jadi ibu rumah tangga, membuat hidup jauh lebih tenang, tentram, bahagia, menabung amal untuk akhirat nanti…Alhamdulillah Ya Rabb…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s