Easter Egg Hunt 2015

easter-egg-hunt-girls

Liburan Paskah (Easter Holiday) 2 pekan kali ini saya sudah menyiapkan acara untuk krucils di rumah. Ditambah lagi, kenyataan selama liburan 2 minggu, kami nggak berlibur ke tempat-tempat rekreasi di tempat yang jauh, karena Pakne Kruclis nggak rela ikutan libur 2 minggu…

Sejak 20-an Maret, Dinara sudah menerima undangan Easter Egg Hunt Party dari teman sekelasnya. Mulanya saya ragu-ragu karena nggak pernah melihat sendiri easter Egg Hunt. Beruntung, ketika Easter Assembly di sekolah, di aula, saya duduk bersebelahan dengan ibunya Yasmina yang mengundang Dinara.

Kesempatan itu saya manfaatkan untuk bertanya-tanya tentang acara Party yang akan diselenggarakan. Bukannya kenapa-napa, kuatirnya acaranya seperti Easter Assembly di sekolah, yang mengundang Pastur untuk memberikan ‘taushiyah’ seputar Paskah.

Hari Jumat 24 Maret adalah hari terakhir sekolah term ini. Sabtu-Ahad krucils yang besar seperti biasa masih harus ke Islamic School-nya. Hari -hari berikutnya, maib saja di rumah. Bebers rumah karena mau ditinggal ke luar kota akhir pekannya.

Kamis tanggal 2 kita meng-SMS Yasmina, bilang kalau Dinara datang party tapi telat. Party-nya dimulai jam 14.00, sementara jam segitu Jumatan baru selesai. Ayah dibutuhkan karena lokasi party ternyata di pedesaan di luar kota, di Ipswich.

Rencananya, kami mengantarkan Dinara party. Karena kami kira nggak boleh ditunggui ortunya, inginnya sih jalan-jalan di town centre-nya Ipswich.

Rencana tinggal rencana. Setelah muter-muter tersesat mencari lokasi, dengan berbekal satnav dan nelpon ortunya Yasmina 2x, kami tiba di lokasi jam 15.00. Padahal party direncanakan selesai jam 16.00.

Saat kami tiba, teman-teman Dinara sudah selesai Easter Egg Hunt-nya. Semua lantas dikumpulkan di sebuah gudang besar yang sudah disulap jadi ruangan untuk pesat anak-anak.

Mulanya Dinara ngambek karena terlambat. Yaaa gimana dong… Khan menghormati yg mengundang jadi biarpun telat musti hadir karena sudah janji. Setalah dibujuk-bujuk akhirnya dinara mau bergabung dengan sekitar 15 teman sekelasnya.

Acaranya, menghitung dan memasukkan telur-telur coklat ke goodie bag (kantong plastik masing-masing. Lantas prakarya, mewarnai telur-telur plastik, menggambar dan melukis bebas, menempel dan mewarnai. Terus masak. Sebetulnya bukan memasak, tetapi membuat Easter Egg Nest Cupcake.

easter cupcake

Setelah itu acara diakhiri. Sebagai hiburan tambahan, anak-anak diperbolehkan naik mobil pemadam kebakaran yang dikemudikan oleh pacarnya ibunya Yasmina.

Di sepanjang acara, Dinara main sendiri dengan teman-temannya. Saya cuma menunggui. Tapi, lantaran 3 anak lainnya bosen nunggu di mobil, ujungnya pada ikutan turun… Jadilah makin meriah ketambahan fahdiy dan Dara…

Yaa ginilah kalau anaknya banyak dan kecil-kecil semua…

Easter kali ini kami nyumbang 2 telor coklat raksasa untuk diundi dalam rangka penggalangan dana untuk sekolah. Dinara menang dan membawa pulang kembali satu telor coklat raksasa, entah milik kita atau bukan. Sementara Fahdiy, nggak menang telor satu pun. Sebagai hiburan sekolah sudah menyediakan Easter Nest Cupcake untuk semua anak.

Sabtu tanggal 4 kami bersilaturahmi ke keluarga Pak Dono dan Mbak Lusi di Manchester. Nginep di sana. Pulang Ahad siang. Ternyata oleh Rana, putrinya Mbak Lusi, Fahdiy diberi telor coklat raksasa.

egg

Jadi impas Dinara punya satu, Fahdiy punya satu. Dimakan rame-rame berempat.

Berita kurang baiknya, Mahdiy pilek lagi. Dan sesak lagi. Persediaan salbutamol habis. Jadi musti ke puskesmas ini ceritanya…

Colchester, Essex, 8 April 2015

Sumber gambar: google images

Advertisements

2 thoughts on “Easter Egg Hunt 2015

  1. Easter Egg Hunt Party, hemmm saya mau tanya, apa acara tersebut memang khas ngerayain paskah atau sekedar acara liburan semata mbak? soalnya pakek telur dan bertepatan hari paskah, seperti identik perayaan hari besar agama lain..mohn penjelasan..thanks

    Like

    • tergantung fakta yang dihadapi, mbak. kalau yg dihadiri anak-anak ini ya memang hiburan saja tidak ada unsur ibadahnya.Di Barat sendiri saking sekulernya banyak yg sudah tdk ada ibadahnya lagi, tapi orientasinya murni sekadar bisnis. ini juga jadi masalah kita di Jawa karena ternyata mulai dari nasi tumpeng, atap masjid berbentuk meru, ketupat, yang sebetulnya akarnya dari Hindu dan kejawen, selalu diperdebatkan di dalam lingkaran dan sepanjang yg saya tahu nggak ada judgment final. Hukumnya tetap sama, yg membedakan adlh pemahamn thd fakta. Pemahaman saya hari ini juga sangat mungkin berubah besok.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s