Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 4 dari 5)

Tulisan ini lanjutan dari Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 3 dari 5)

Secara umum pekerjaan rumah tangga yang menyita banyak waktu ada di 4 area, yakni membersihkan dan merapikan rumah (Housekeeping), memasak, menyeterika, dan mengasuh anak.

Housekeeping

Di Inggris dan mungkin di negara-negara maju pada umumnya, kita nggak bisa membangun rumah sembarangan. Perlu perijinan macam-macam. Pada umumnya, pemerintah sudah membangun rumah-rumah dengan berbagai kualitas untuk dijual kepada masyarakat. Karena itu rumah-rumah di Inggris dalam satu kompleks selalu seragam. rumah inggris 4 (Rumah kami mirip seperti gambar di atas. Terraced house, yakni dinding kanan-kiri nempel dengan tetangga, 3 bedrooms, 1 bathroom, 1 livingroom, 1 diningroom yg mungkin menyatu dengan kitchen/dapur.).

Setelah sekian tahun hidup dan beranak-pinak di Inggris, akhirnya terpaksa mengadaptasi gaya hidup orang Inggris yang terbiasa hidup tanpa asisten/pembantu rumah tangga dalam urusan  bebersih dan beberes rumah, atau biasa disebut housekeeping. Prinsip dalam urusan housekeeping rumah tangga di mayoritas negara maju, sama seperti menata ruangan kantoran, yakni menerapkan 5S yang di Indonesia diadaptasi menjadi 5R. Yakni: Simple, Set in order, Shine, Standard, dan Sustain.

1) Simplify (Ringkas)
Maksudnya, adalah sort alias sortir. Miliki barang yang diperlukan saja. Sisanya, buang, jual, atau sumbangkan ke charity (badan amal). Tak heran di negara-negara maju sangat mudah kita jumpai barang-barang bekas yang kualitasnya masih baik, yang dijual di toko, di lapangan besar setiap hari tertentu misalnya Sabtu/Ahad (carboot sale), atau dijual secara online. Misalnya di eBay. Memiliki barang cuma sedikit sangat memudahkan untuk membersihkan dan merapikan rumah.

2) Set in order (Rapi)
Set in order, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan secara bebas menjadi Susun, yaitu menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang yang diperlukan. Setiap barang harus mempunyai tempat yang pasti. dan khusus. Biasanya orang dapat menggunakan label atau marking untuk menandai dimana seharusnya suatu barang disimpan dan diambil jika diperlukan.

3) Shine (Resik)
Maksudnya ya, bersih-bersih… Hehe… Misalnya ruang depan, kalau habis main, ya langsung dibersihkan. Kalau habis ada acara kumpul-kumpul, misalnya pengajian atau tahlilan, sesudahnya ya harus langsung dibersihkan. Setelah masak, dapur dibersihkan. Siapa yang membersihkan? Ya karena ngga ada pembantu, makanya punya barang/mainan jangan banyak-banyak supaya nggak sulit membersihkannya.

4) Standard (Rawat)
Jadi 3 S(R) yang pertama menjadi standar kerja yang harus diterapkan. Jadi Standard (Rawat) meminta kita untuk menjaga proses yang sudah dilakukan. Jika sebelumnya sudah bersih, maka Standard meminta kita untuk tetap bersih. Begitu juga dengan S yang lain, selalu menyusun barang pada tempatnya serta selalu memilah mana yang tidak diperlukan untuk disisihkan.

5) Sustain (Rajin)
Melakukannya sebagai kebiasaan. Prinsip Sustain adalah Sinambung, alias mendisiplinkan diri dan orang lain terhadap apa yang sudah ditentukan dan diperoleh lewat 3S pertama. Akan menjadi sesuatu yang mubazir jika konsep yang bagus ini hanya dilakukan oleh 1 orang saja. Keterlibatan setiap anggota keluarga dalam  menjalankan 4S akan berdampak sistemik. Hanya dengan begitu konsep ini dapat terus langgeng dalam rumah tangga.

Memasak

Tidak seperti di Indonesia di mana rumah tangga menyediakan menu makan besar 3x/hari (sarapan, makan siang, dan makan malam), keluarga di Barat dengan segala keterbatasan energi, waktu, dan biaya, berusaha mengelola urusan makan sepraktis mungkin. Banyak tips-tips seputar memasak secara cepat. Berdasarkan pengamatan dan akhirnya mempraktekkan, berikut cara masak super cepat berusaha meniru ibu-ibu di Barat.

Selain NASI, kami beradaptasi dengan makanan berikut ini:

1) Pasta. Kalau di Indonesia biasanya disebut makaroni, dan mie. Di Barat, kalau saya nggak salah, semua termasuk jenis pasta. Pasta termasuk jenis bahan masakan yang wajib ada di rumah. Paling gampang ya tinggal direbus, diberi minyak sedikit, mentega, ditaburi keju. Selesai. Kalau mau makin ribet bisa ditambahkan tuna, brokoli, irisan wortel, tomat, jamur, dan lain sebagainya. Ingin lebih ribet lagi bisa dijadikan makaroni skutel. Pasta yang berbentuk bakmi biasa disebut spageti biasanya untuk bahan dasar mi goreng. Kalau ada sisa-sisa ayam atau daging bisa ikut dimasukkan. Gambar-gambar pasta untuk makan malam

pasta1

 (Pasta spaghetti yang seperti bakmi)

pasta2

(Pasta jenis fussili yang spiral)

pasta3

(Pasta bentuk tabung… lupa namanya… Paccheri? Atau penne?)

pasta4

(Pasta bentuk kerang alias conchiglie)

2) Kentang panggang (baked potatoes). Nah ini salah satu favoritnya Dinara. Sepertinya ini salah satu makanan wajib orang di Inggris. Yang paling simpel, kentang panggang ditaburi keju. Taburannya bisa bermacam-macam sesuai selera; saus tomat, kacang merah, tuna, irisan cabe, irisan sosis, irisan sayur panggang, dan sebagainya.

Dari yang simpel yang kita sering bikin seperti di bawah ini jacket potato1(gambar kentang ditaburi keju dan di-microwave)

kalau nggak males banget, bisa jadi seperti ini: jacket potato3jacket potato2 3) Pizza. Beli base-nya, dan taburan isinya dibuat sendiri. Secara saya bukan penggemar pizza, terus terang saya belum pernah bikin pizza sendiri. Kalau keluarga pengen makan pizza, ya beli saja… Hehe… Apalagi kalau ada tamu, sekalian beli yang diameternya 20 inci atau 50 cm… pizza

(Pizza paling dasar, tomat dan keju alias tomato and cheese pizza)

4) Sandwich. Mulai dari isi dadar telor dengan irisan selada, timun, dan tomat; sampai isi tuna dan jagung manis dan bermacam-macam lagi. sandwichsandwich2

(Gambar sandwich yang di-toast soalnya kami lebih suka toasted sandwiches)

5) Sup. Ngga ada yang lebih mudah dan sehat.

6) Stir fry. Pada dasarnya adalah sayur-sayuran yang ditumis. Contoh gambarnya begini stirfry1 Cuma kalau saya biasanya dikasih nasi… Bablas jadi vegetable fried rice. Jadi nasgornya nggak rumit seperti nasgor Indonesia yang semua bumbu harus dihaluskan. Bawang-bawangan dirajang, goreng. terus sayur-sayuran dimasukkan. Terus nasi dimasukkan. Dikasih oyster sauce, kecap, garam, merica. Sudah selesai. Hehehe… Tinggal ditambahi ceplok. vegfriedrice 7) Telor. Dari ceplok (mata sapi), dadar/omelet, sampai telor rebus. ceplok omeletomeletgenduttelorcemplung telorcemplung2 (Dari atas ke bawah: ceplok alias telor mata sapi, omelet alias dadar, omelet/dadar gendut, telur rebus dicemplungkan sayur kari, telor rebus dioplos bumbu masakan India sisa beli di kedai warung makanan halal)

8) Ikan tanpa duri. Teri atau fish fillets… fishfinger fishcakes

(Fish fingers dan fichcakes untuk anak-anak)

fish fillet

(Ortunya fish fillets, misalnya salmon atau haddock)

9) Salad, alias sayur mentah. Terus terang saya nggak bisa bikin salad yang yummy. Mendingan kulup atau lalapan mentah dan sambal tomat mentah/mateng. Salah satu cara saya makan salad adalah dibungkus tortilla, jadi salad wrap. Bisa dibungkus daun selada. Kalau saya biasanya dibungkus pakai tortilla tortilla

(Gambar tortilla, roti tipis)

saladwrap1saladwrap2

(Gambar salad wraps)

10) Grill, roast, bake, bukan hanya untuk ayam, burger, iga panggang, ikan, tapi juga sayuran semacam terong, peppers, tomat, zucchini, bawang bombai dan bawang bombai merah, kentang, wortel, asparagus, parsnip, butternut squash… grillveg

 (Grill vegetables, sayur dibakar di atas api)

roastveg bakeveg

(roast and baked vegetables, sayur-sayurnya dioven… apa beda roast dan bake? google aja, ya.. hehe)

Menyeterika

Mencuci pakai mesin cuci. Mengeringkannya bisa bermacam-macam. Ada yang pakai mesin pengering, atau cukup dijemur di back garden (kalau punya, dan kalau summer).

Baju dikeluarkan dari mesin cuci, lantas dijemur pakai hanger seperti di gambar ini hanger3

Kemudian langsung disimpan beserta hangernya seperti ini hanger4

hanger

hanger2

Secara umum keluarga di Barat tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk menyeterika. Yang diseterika cuma yang penting-penting saja, misalnya pakaian kerja, seragam sekolah, atau baju pesta.

ironingLiz Fraser, presenter Holiday Programme di BBC sekaligus ibu 3 anak, menulis, “Ironing. Don’t, unless it’ s abolutely essential, for example white shirts or clothes for an important meeting or party. Do what’s required and leave the rest- Life’s too short to iron pants.”

Mengasuh Anak

Berbeda dengan pekerjaan rumah tangga lainnya, mengasuh anak bukan pekerjaan yang bisa dipercepat. Kita bisa menyapu, mem-vacuum, mengepel, menyeterika, memasak dengan cepat-cepat, atau lebih cepat dari biasanya. Tetapi pekerjaan momong bocah tidak bisa dipercepat.

Pemerintah paham betul betapa beratnya pekerjaan mengasuh anak, terutama anak di bawah 5 tahun. Di negara-negara Asia seperti Indonesia, mengasuh anak-anak dikerjakan berjamaah, bukan hanya oleh orang tua, tetapi bantuan bisa didapatkan dari kakek-nenek, paman-bibi, keluarga besar lainnya, tetangga di sekitar rumah, asisten/pembantu dan baby-sitters, juga dengan teman sepengajian

Di Barat, di mana individu tidak selalu tinggal berdekatan dengan keluarga besarnya, (contohnya adalah kami), pemerintah memahami jika mengasuh anak bisa mengakibatkan ibu kesepian. Karena itu pemerintah mengusahakan agar pekerjaan mengasuh anak balita menjadi pekerjaan yang menyenangkan, mengajak orang tua (biasanya ibu rumah tangga) untuk keluar rumah, bertemu banyak orang, terlibat kegiatan dan bersosialisasi dengan sesama ibu dengan anak kecil lainnya. Ini semua dilakukan pemerintah karena ibu yang kesepian dan mengalami lelah mental bisa terancam depresi, dengan akibat buruk melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya sendiri.

Playground adalah salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak. Berbekal hasil sensus penduduk, pemerintah membangun playground, children libraries, dan children’s centre sesuai jumlah anak di daerah tersebut. Semakin padat ssebuah pemukiman, semakin banyak jumlah anak kecilnya, jumlah playground, children’s library, dan children’s centre-nya juga akan semakin banyak.

(Gambar fasilitas di  playground)

DSCF1713DSCF1714 DSCF1718DSCF1719

Sebagian kegiatan di children’s library adalah singing dan story time seperti gambar berikut ini:

DSCF1727totstimetotstime.jpg2totstime3

Sebagian aktivitas di children’s centre

1) Stay and Play, main di dalam atau di luar Playroom. Boleh memanfaatkan semua fasilitas secara gratis.

childrencentre1childrencentre5

(Gambar kegiatan Stay and Play di Radford Children’s Centre Nottingham)

2) Outdoor Fun, acara di luar ruangan. Misalnya jalan-jalan ke daerah yang banyak pohon-pohonnya… Misalnya Family Autumnal Walk seperti gambar berikut ini.

childrencentre3childrencentre4childrencentre2childrencentre6

3) Baby Clinic, atau Baby Drop In, sebetulnya kalau di Indonesia ya Posyandu itulah… Acara intinya menimbang bayi dan konsultasi dengan pekerja Children’s Centre. Tapi di situ disediakan banyak mainan sehingga bisa mengantri timbang dan konsultasi sambil bermain.

baby clinic2baby clinic

(Gambar bayi ditimbang di Baby Clinic Chilren’s Center)

4) Young Parents Drop In, forum untuk mengumpulkan orang tua berusia kurang dari 21 tahun beserta anak-anaknya. Karena di Inggris tingkat kehamilan remaja termasuk tinggi, hasilnya ya banyak yang masih teenagers sudah jadi orang tua…

5) Twins and Multiples Group, forum untuk mempertemukan para orang tua yang punya anak kembar baik kembar dua atau lebih. Diharapkan bisa saling berbagi masalah, saling support, memberikan dukungan berdasarkan pengalaman anggota lain. twin

(Ilustrasi ibu-ibu di Minster View, Warminster, dengan anak-anak kembarnya)

6) Toy Library, semacam perpustakaan tapi yang dipinjamkan adalah mainan. Harga sewa mainan bervariasi setiap children’s centre. toy library

(Koleksi mainan Oak Tree Children’s Centre di kota Herdfordshire.)

7) Baby PEEP, alias Baby Parents Early Education Partnership. Forum ini untuk para orang tua yang baru, maksudnya baru punya anak pertama dan bingung bukan main harus bagaimana dengan anaknya… Hehehe… Jadi di forum ini mereka dan bayinya dikumpulkan untuk dikasih tahu begini dan begitu… Kalau di Indonesia, tugas ini dikerjakan oleh dukun beranak, atau biasanya nenek si baby dari pihak ibu.

peep(Ilustrasi Baby PEEP di Surestart Children’s Centre di Leatherhead, Surrey)

8) Physical Fun, acara intinya sih dancing pakai music. Katanya baik untuk perkembangan motorik kasar anak dan tentunya ortunya juga harus ikutan nge-dance.

9) Baby Massage, diajari cara memijat bayi. baby massage

(Pijat bayi di Beacon and Pendleside Children’s Centre)

10) Dads&Family,, ini sebetulnya Stay and Play tapi targetnya kepada para ayah yang biasanya kerja dan nggak sempat menemani anak bermain. Biasanya diselenggarakan hari Sabtu. dads dads2

(Kegiatan Saturday Dads di St Martin’s Sure Start Children’s Centre, Surrey)

11) Parenting Courses. Kenapa jadi ortu aja perlu ‘kursus’? Katanya sih The Parenting Children Course diperuntukkan tidak hanya kepada orang tua kandung, tetapi juga orang tua adopsi, calon orang tua yang sedang menunggu kehadiran buah hati, dan semua pengasuh anak. Kenapa? Karena anak tidak datang dengan buku panduan. Jadi forum ini bertujuan memberikan informasi dasar tentang seputar pengasuhan dan pendidikan anak.

12) Antenatal Classes/Antenatal Clinic, alias forum ibu-ibu hamil ketemu dengan midwives, health visitors, dan mungkin juga dokter spesialis kandungan. antenatal

(Ilustrasi peserta antenatal class di Liverpool)

Di masa depan, bukan tidak mungkin gaya hidup tanpa asisten/pembantu rumah tangga, dan jauh dari keluarga besar, menjadi tren di Indonesia. Sekarang saja sudah kita jumpai betapa sulitnya para ibu mencari asisten/pembantu rumah tangga. Juga keluarga-keluarga baru yang hidup terpisah jauh dari keluarga besarnya.

Negara-negara maju paham betul sulitnya mengurus rumah tangga. Negara berusaha memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas berkualitas untuk mendukung keberlangsungan rumah tangga, dan memudahkan pekerjaan rumah tangga. Kalaulah dengan hebatnya fasilitas yang diberikan negara, kita melihat hancurnya institusi rumah tangga di Barat, yang bisa dinilai dari rendahnya angka pernikahan, tingginya angka perceraian, besarnya jumlah single mothers, dan banyaknya kasus teenage pregnancy, saya kira ada satu hal yang tidak bisa dilakukan oleh negara-negara maju Barat.

Yaitu, membangun ketakwaan. Baik di level individu dan masyarakat, apalagi sebagai landasan negara.

Colchester, Essex, 8 Maret 2015

Sumber gambar:
Sumber gambar rumah: google images
Sumber gambar makanan: google images
Sumber gambar pakaian: google images
Sumber gambar playgroud: koleksi pribadi
Sumber gambar library: koleksi pribadi dan google images
Sumber gambar children centre: koleksi pribadi dan google images

Advertisements

3 thoughts on “Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 4 dari 5)

  1. Pingback: Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 5 dari 5) | Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s