ETIKA DAN STRATEGI BISNIS ONLINE

bisnis di fb

Banyak orang menganggap remeh urusan tag, mentyepelekannya dg kalimat, “Saya kira ngetagg itu bagi yang jualan sama saja dengan ketuk pintu. Jika tidak berkenan untagg saja.”

Benarkan nge-tag itu sama seperti ketuk pintu?

Berikut ini penjelasan etika berbisnis online dan mnge-tag akun orang lain… Semoga bermanfaat.

***

Bisnis online memang tumbuh dengan sangat pesat saa  init. Di tengah persaingan yang tinggi, semuanya berlomba menarik pembeli. Salah satunya adalah dengan berpromosi melalui social media Facebook.

Sayangnya promosi yang bisa dilakukan secara gratis ini malah dilakukan secara brutal dan tidak beretika oleh para pemilik Onlineshop. Dengan seenaknya mereka main ‘tag’ produk mereka. Sehingga bertebaran berbagai produk di wall kita. Sebalnya lagi lebih banyak produk yang NGGAK PENTING yang cuma mengotori wall. Mulai dari handphone dan barang elektronik, pakaian wanita, tas, sampai obat herbal dan kosmetik yang bisa saja membahayakan kita saat dikonsumsi.

Terganggukah saya? Jawabannya IYA.

Cara berpromosi yang dianggap efektif ini justru bisa memberi kesan jelek kepada Onlineshop kita. Belum lagi kalau Onlineshop kita malah di REMOVE atau bahkan di BLOCK. Berarti kita malah kehilangan calon/prospek.

Boleh-boleh saja berpromosi melalui Facebook. Tapi lakukanlah dengan sopan.

Pada saat berpromosi ingatlah:
1) Menulis STATUS di Facebook sama dengan kita menawarkan barang dagangan kita kepada orang-orang yang ada di mall.
2) Melakukan SHARE foto sama dengan memajang barang dagangan kita di toko, supaya orang-orang yang lewat tahu produk yang kita jual.
3) Men-TAG orang itu sama saja dengan menyeret orang yang sedang asyik jalan-jalan di mall lalu dipaksa melototin barang dagangan kita. (Sopan ga kira-kira?)
4) Lakukan TAG dengan seijin orang yang bersangkutan. Jika seseorang tertarik dan memberi komentar pada produk kita, mintalah ijin apakah kita bisa men-Tag barang yang mungkin cocok atau dia minati.

Meskipun berjualan di Facebook tidak bertemu muka langsung dengan pembeli, rasanya tidak ada salahnya kita menjaga etika dan kesopanan.

Yuk saatnya memberi citra positif untuk Onlineshop kita…..

***
Toko online memang sedang marak dan tumbuh subur. Bagi konsumen, toko online mudah dijangkau, harganya juga relatif bersaing dengan toko konvensional dan tidak perlu capek jalan-jalan ke swalayan. Bagi pemilik toko online juga dapat menawarkan barang dagangan dan promosi melalui berbagai media sosial, cara promosi yang efektif , gratis dan langsung kena sasaran.

Yakin kena sasaran? Nanti dulu!

Sekarang banyak pedagang online amatiran yang senang main “tag” produk dagangan ke wall orang tanpa pikir-pikir.
“Yang penting promo gratis dan barang laku” begitu mungkin pikir mereka. Yang ada orang jadi sebal. Bisa bayangkan kalau setiap hari masuk ke wall pribadi anda bermacam produk mulai dari tas wanitra, elektronik, handpone, obat-obatan dari entah berantah yang katanya herbal (belum tentu ada ijin resmi), hingga produk-produk obat yang mungkin bagi sebagian orang tabu misalnya obat disfungsi seksual dan obat pembesar payudara.

Sungguh tidak sopan dan tidak berketika!

Saya juga punya bisnis online. Tapi saya punya etika untuk tidak memanfaatkan facebook orang lain sebagai sarana promosi tanpa permisi. Kadang saya heran kok mereka santai-santai saja bisnis dengan cara murahan dan tidak etis ini, padahal setahu saya pebisnis dengan cara menyebalkan ini adalah lulusan dari universitas atau sekolahan yang yang bereputasi baik. Memang sih, pendidikan bukan jaminan mutlak, tetapi setidaknya mereka juga pernah belajar etika dan privasi. Apakah rupiah sudah memburamkan mata hati dan menutup kesopanan mereka.

Mungkin para penjual ini cuek saja dianggap tak beretika, Sistem foto produk-uplod-tag memang sangat praktis untuk berjualan. Tapi sebagai pemilik akun yang sering ditempeli untuk promosi kadang kita sendiri yang repot, meluangkan waktu untuk blok, remove orang atau remove produk tag nya saja. Saran saya tidak usah sungkan menge-blok, untag atau remove, karena mereka juga tidak sungkan men”tag” anda sembarangan.

Buat para pedagang online yang brutal.. belajarlah jualan dengan etika bisnis yang baik. Promosi memang hak anda tetapi bukan berarti harus mengganggu privasi orang lain. Setidaknya jika anda ingin numpang promosi di wall orang secara gratisan mintalah ijin kepada pemilik akun terlebih dulu. Anda bisa kok promosi di wall anda sendiri, calon pembeli yang tertarik akan mengirimkan pesan biasanya dan anda dapat lakukan proses perdagangan tersebut dengan nyaman melalui inbox. Alangkah lebih bijak jika anda menggunakan FB khusus untuk berjualan dan tidak mencampurkan akun pribadi anda. Bila memang niat untuk bisnis profesional buatlah web sendiri atau minimal blog jika ingin tanpa biaya. Jangan korbankan citra diri anda menjadi pedagang online yang kampungan.

Bagaimana ingin jadi pebisnis online yang sukses??? mari kita lakukan tanpa melupakan kesopanan. Jadilah Pedagang online yang bijak dan berbudaya.

Semoga sukses!

***
Etika dan Strategi Pemasaran di Facebook

Kehadiaran Facebook membawa perubahan besar untuk gaya hidup masyarakat dunia terutama kalangan orang muda yang akrab dengan internet atau dunia maya.

Facebook gemilang mengibarkan bendera peringatan bahwa era jejaring sosial telah dimulai. Terjadilah perubahan dalam banyak aspek, misalnya pola pikir, cara berkomunikasi, bisnis, pemasaran dan banyak lagi.

Saat ini banyak pembisnis yang menggunakan Facebook sebagai alat pemasaran. Tapi tidak lantas semuanya berhasil dan cemerlang. Faktanya untuk sukses dalam Facebook marketing, dibutuhkan pengetahuan di atas pengguna biasa.

Agar efektif, promosi di Facebook juga harus kreatif. Salah satu faktor sederhananya adalah menguasai etika dan strategi pemasaran di Facebook. Berikut adalah beberapa etika dan strategi penting dalam pemasaran di Facebook

1# Hormati privasi

Setiap orang punya area pribadi yang tidak ingin dicampuri oleh orang lain. Facebook sangat memahami itu, bahkan sangat mungkin salah satu sebab ia digandrungi orang setengah penduduk bumi adalah karena menerapkan kebebasan mengatur privasi kepada setiap penggunanya sesuai kebutuhan masing-masing. Berkaitan dengan marketing, siapa orang yang nyaman dengan gangguan? Iklan tidak akan berhasil ketika memaksa. Jangan beriklan di kronologi orang tanpa aturan. Jangan terlalu sering men tag atau menandai apapun kepada orang lain. (SAYA ULANGI: JANGAN TERLALU SERING MEN-TAG ATAU MENANDAI APAPUN KEPADA ORANG LAIN). Tidak semua orang suka dilibatkan secara tiba-tiba. Percayalah ada cara lain berpromosi yang lebih ramah dan ampuh.

2# Tepat Market

Faktanya tidak semua orang membutuhkan produk Anda. Dan Anda harus tahu bahwa menjual kepada orang yang memiliki minat dan kepentingan terhadap produk Anda selalu jauh lebih mudah dibandingkan merayu dan menyadarkan orang bahwa mereka suatu saat akan membutukan produk Anda. Bukan berarti Anda tidak boleh menawarkan produk Anda kepada orang di luar prospek yang sudah ada. Tapi porsinya yang harus Anda bedakan. Demi efektifnya proses marketing yang Anda lakukan, misalnya Anda memilih berpromosi di grup, maka pilihlah grup yang berhubungan dengan produk yang Anda jual.

3# Ramah bahasa

Bersikaplah profesional, gunakan kalimat iklan yang menunjukan bahwa produk Anda berkelas dan pantas mereka beli. Kalimat iklan yang buruk bisa memberi kesan bahwa produk Anda murahan dan diproduksi oleh pihak yang amatir. Yang perlu Anda perhatikan dalam kalimat iklan adalah menjaga kesantunan agar aman masuk segala kalangan. Jangan sisipkan unsur kebencian, menjelek-jelekan pihak lain, melakukan provokasi, amoral, kata-kata kasar, mengancam dan sebagainya. Bukan produk yang laku, justru sebaliknya iklan Anda akan menuai masalah, karena banyak pihak yang merasa terganggu dan dirugikan.

4# Menarik

Dalam Facebook marketing, untuk menarik perhatian, kekuatan gambar cendrung lebih baik dibandingkan kata-kata. Karena manusia adalah makhluk seni yang idealnya lebih menyukai keindahan, buatlah gambar yang bukan sekedar gambar biasa. Kalau perlu investasikan sedikit uang Anda untuk membayar seorang ahli dalam membuat banner-banner menarik. Iklan Anda akan tampil profesional dan membuat orang merasa tidak perlu menghapus pertemanan dengan Anda. Mereka dengan sukarela akan menikmati iklan Anda. Tentu ini fakta baik untuk bisnis Anda ke depan. Selamat mempraktekan.

5# Porsi dan segmentasi

Pentingnya segmentasi (pengelompokan) adalah untuk menentukan porsi atau takaran yang tepat dalam berpromosi kepada tiap-tiap orang. Anda tidak mungkin menyamakan kalimat penawaran atau jumlah iklan yang harus Anda kirim antara kepada orang yang baru Anda add dan kepada orang yang sudah sejak lama menggandrungi produk Anda. Solusinya misalnya Anda membuat grup rahasia yang anggotanya khusus terdiri dari konsumen tetap, Anda juga bisa membuat grup lain yang berisi prospek Anda. Dengan pengelompokan yang jelas, maka iklan Anda akan jauh lebih efektif. Penjualan akan lebih banyak terjadi dan bisnis berjalan lancar.

Sumber tulisan:
Etika Berjualan via Facebook, http://wirausahaajalah.blogspot.co.uk/2013/03/etika-berjualan-via-facebook.html
Facebook, Lahan Jualan Secara Brutal oleh Orang Tak Beretika, http://media.kompasiana.com/new-media/2012/02/19/facebook-lahan-jualan-secara-brutal-oleh-orang-tak-beretika-436696.html
Etika dan Strategi Pemasaran di Facebook, http://riyanputra.net/etika-dan-strategi-pemasaran-di-facebook/

Advertisements

One thought on “ETIKA DAN STRATEGI BISNIS ONLINE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s