Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 3 dari 5)

vacuumTulisan ini lanjutan dari Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 2 dari 5)

(BIasanya sebelum bebersih, semua memasukkan mainan ke kotaknya dan buku ke kotak buku. Fahdiy (6,5 tahun) memunguti, memilah dan membuang sampah-sampah besar ke dalam bak sampah umum, kompos dan daurulang (masih harus dipilah plastik dan kertas. Dinara (5 tahun) menyapu. Dara-zayna (3 tahun) nge-vacuum. Trus semuanya menginem alias mengepel ala inem, alias ngepel jongkok. Tugas Bunda? Jaga Mahdi (1 tahun) hehe… Ngomong-ngomong ini Dara vacuum sambil maem muffin yang gampang rontok kalau digigit. Jadi sebetulnya nyuruh krucils beberes dan bebersih itu cuma buat ngelatih mereka, karena ya untuk standar dewasa, tetep pasti akan selalu terasa kurang beres dan kurang bersih…)

Jika anak prasekolah berniat membantu pekerjaan rumah tangga, orangtua dapat memfasilitasinya tentunya dengan memerhatikan sejumlah hal. Dengan membantu pekerjaan rumah tangga, si kecil akan mendapatkan manfaat berikut ini:

1. Melatih kemandirian.
Melakukan tugas sederhana sesuai perkembangan usianya sangat bermanfaat untuk melatih kemandirian anak. Nantinya, anak akan terbiasa melakukan berbagai hal sendiri, seperti mengambil pakaian dari lemari, mengambil makanan sendiri, membereskan sepatu yang  telah selesai digunakan, dan lainnya.

2. Melatih motorik kasar dan halus.
Ketika menolong ibu melipat baju, sesungguhnya si prasekolah melatih motorik halusnya. Motorik halus yaitu kekuatan jari-jemari tangannya. Sedangkan saat membantu ayah mengelap mobil yang telah selesai dicuci, ini akan menguatkan otot-otot lengannya.

3. Menambah kosakata. 
Sambil membantu, biasanya anak prasekolah yang berada dalam fase ingin tahu akan mengajukan banyak pertanyaan. Nah, di sinilah kesempatan orangtua menambah kosakata dengan menyebut benda-benda yang ditanyakan anak. Bisa juga meminta anak mengambil benda-benda yang disebutkan.Anak akan belajar nama benda tersebut.

4. Melatih konsentrasi.

Pekerjaan sederhana yang dilakukan juga bermanfaat untuk melatih konsentrasi anak. Ia harus bersungguh-sungguh supaya lipatan bajunya rapi, ia harus berkonsentrasi untuk merapikan mainannya, dan lain sebagainya.

5. Melatih kebersihan dan kerapihan.
Anak-anak yang terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah, umumnya lebih rapi dan senantiasa menjaga kebersihan. Itu terjadi karena anak terlatih mengerjakan sesuatu dengan standar lebih. Contoh, saat membantu melipat baju bersih, ia akan berusaha supaya lipatannya rapi. Saat menaruh sepatu di rak, itu akan memberinya pemahaman, semua enak dilihat kalau serba teratur.

6. Menjalin kedekatan dengan orangtua.
Aktivitas ini sekaligus bermanfaat untuk menjalin kedekatan anak dengan orangtua. Sembari “bekerja”, ajak di prasekolah ngobrol apa saja. Ini akan membuatnya lebih terbuka dan merasa dekat dengan orangtuanya.

7. Memunculkan suasana gembira.

Membantu pekerjaan rumah bisa membuat fun semua. Saat bajunya basah karena membantu mencuci mobil ayah, Anda bisa langsung memandikan anak. Aktivitas seperti ini tentunya menyenangkan bagi anak-anak.

Sebelum mengajak anak mengerjakan sebagian pekerjaan rumah tangga, ada dua hal yang seharusnya dipahami orang tua. Pertama adalah jenis pekerjaan yang hendak didelegasikan. Dan kedua adalah kemampuan anak yang biasanya berkaitan dengan usia anak.

Berikut ini adalah contoh daftar pekerjaan rumah tangga pada umumnya:

1. Menyiapkan atau memasak makanan dan minuman
2. Menyapu lantai rumah dari debu dan kotoran
3. Mengepel lantai rumah dari debu dan kotoran
4. Mencuci piring dan peralatan makan lainnya
5. Mencuci baju beserta pakaian lainnya
6. Membuang sampah di rumah ke pembuangan sampah
7. Membersihkan debu-debu yang ada di rumah
8. Merawat dan menyiram tanaman
9. Membersihkan lingkungan di depan rumah
10. Menguras bak di kamar mandi
11. Menyikat lantai dan dinding kamar mandi
12. Menjemur dan menyeterika pakaian yang telah dicuci
13. Belanja keperluan sehari-hari
14. Membersihkan kaca-kaca yang ada di rumah
15. Merapikan tempat tidur dan perabot kamar tidur
16. Memasukkan pakaian ke dalam lemari pakaian
17. Memberi makan binatang peliharaan / ternak
18. Mengurus anak-anak dari a sampai z
19. Membayar tagihan listrik, telepon, air, dan lain-lain
20. Membersihkan/mencuci mobil dan sepeda motor
21. Membersihkan semak/got/selokan di sekitar rumah
22. Membersihkan langit-langit dari sarang laba-laba
23. Merapikan dan membersihkan perabot rumah tangga
24. Membasmi binatang pengganggu (nyamuk, kecoa, tikus, dll)
25. Dan lain sebagainya, dan seterusnya

Sebagian pekerjaan didelegasikan kepada suami dan anak-anak sesuai umurnya.

Berikut ini ada beberapa petunjuk untuk mengajar anak-anak bekerja.

Membereskan kamar
Biasakan anak-anak untuk membereskan kamar segera setelah bangun. Melipat selimut, menarik seprei supaya ranjang tampak rapi dan jangan biarkan mereka meninggalkan baju kotor di lantai. Ajarkan mereka untuk selalu menaruhnya di keranjang baju kotor. Dengan demikian kamar tidak berantakan. Begitu pula mainan hendaknya dikembalikan ke tempatnya semula.

Membersihkan rumah
Anak balita dapat dididik membersihkan debu dengan bulu ayam. Yang penting bukanlah bersihnya perabot atau hasil pekerjaannya melainkan membiasakan anak itu bekerja sejak kecil. Anak yang lebih besar dapat menyapu, mengepel lantai, membersihkan kamar mandi atau halaman. Untuk anak-anak yang lebih besar kita hendaknya mengharapkan mereka bekerja lebih baik. Bila mereka bekerja sembarangan, mintalah mereka mengulangnya.

Mencuci piring
Sehabis memasak atau makan malam, berilah anak-anak tugas untuk mencuci piring. Anak-anak yang kecil dapat membantu mengelap piring atau sendok yang basah.

Mencuci baju
Bila anak-anak masih kecil ajarlah mereka menyortir baju-baju, memisahkan yang putih dari yang berwarna. Anak-anak yang lebih besar dapat membantu melipat pakaian bersih, ajarkan bagaimana melipat baju dengan rapi. Atau mereka dapat membantu menyetrika baju.

Memasak
Jangan hanya mengajar anak perempuan memasak, anak lelaki juga perlu belajar memasak. Suami saya belajar memasak dari ibunya sejak dia masih kecil, karena dia anak sulung ketika belum ada adiknya ke mana ibunya pergi dia membuntuti. Dari situ dia belajar bagaimana menanak nasi, mengukur berapa banyak air untuk beras dan memasak sayur. Saya sendiri karena sering membantu ibu saya memasak, mengerti apa saja yang diperlukan untuk memasak suatu makanan. Dari rasa yang dikecap lidah kita dapat membedakan apa bumbu yang dipakai.

Menjaga adik
Anak yang lebih besar dapat diberi tugas menjaga adiknya. Dengan demikian hubungan antar saudara menjadi akrab. Si kakak menjadi terbiasa melindungi dan memperhatikan adiknya. Tergantung berapa umur si kakak kita dapat memberikan tugas yang sesuai.

Belanja 
Bila jalanan ke kedai di dekat rumah tidak berbahaya lalu lintasnya, anak-anak yang sudah agak besar dapat membantu membeli kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian mereka juga belajar menghitung uang dan berbelanja.

Membersihkan halaman
Untuk membuat rumah tampak asri dan bersih, anak-anak dapat diberi tugas mengurus halaman. Menyiram tanaman, memotong rumput dan menyapu daun-daun yang rontok dapat dikerjakan anak-anak yang lebih besar, sedangkan anak-anak balita dapat memungut sampah yang berceceran.

Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kemampuan masing-masing dan yang paling memahami tentu adalah orangtuanya. Berikut ini hanya gambaran pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan anak-anak di Barat yang biasa hidup tanpa keluarga besar atau asisten/pembantu.

Usia 2 dan 3 tahun

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Memasukkan/menyimpan mainan ke dalam kotak
  • Membantu merapikan tempat tidur

Tugas dalam keluarga:

  • Memasukkan baju kotor ke keranjang/ember cucian
  • Memberi makan dan minum binatang piaraan (with supervision)
  • Mengelap tumpahan makanan/minuman
  • Mengelap debu
  • Meletakkan piring-gelas kotor di wastafel
  • Merapikan selimut tempat tidur

Usia 4 dan 5 tahun

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Memakai baju secara mandiri (bantuan orang lain minimal)
  • Merapikan tempat tidur dengan bantuan orang tua
  • Membawa barang pribadinya dari mobil ke dalam kamarnya

Tugas dalam keluarga:

  • Semua pekerjaan batita
  • Membantu menyiapkan makan keluarga
  • Menyiapkan meja makan dan menata makanan (dengan pengawasan ortu)
  • Membersihkan meja makan (dengan pengawasan ortu)
  • Membantu ortu membawa belanjaan yang ringan
  • Memasangkan kaos kaki dengan pasangannya
  • Menerima telpon rumah dengan pengawasan ortu
  • Bertanggungjawab atas makan dan minum binatang peliharaan
  • Menggantungkan handuk di tempatnya
  • Menyapu (dengan sapu kecil)
  • Merapikan tempat tidur secara mandiri
  • Memasukkan baju kotor ke mesin cuci
  • Mengeluarkan baju bersih dari mesin cuci
  • Memilah sampah yang kompos, umum, daurulang (plastik/kertas/gelas)
  • Meletakkan alat makan kotor di wastafel
  • Menyiram tanaman

Usia 6 dan 7 tahun

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Merapikan tempat tidur setiap hari
  • Menggosok gigi sendiri
  • Menyisir rambut
  • Memilih baju sendiri
  • Menulis thank you notes dengan pengawasan

Tugas dalam keluarga:

  • Semua pekerjaan batita dan balita
  • Bertanggungjawab atas makanan, minuman dan mengajak binatang peliharaan jalan-jalan (exercise, dog walking)
  • Vacuum atau menyapu satu ruangan (misal kamarnya sendiri)
  • Mengepel satu ruangan
  • Melipat pakaian/kain yg tidak perlu disetrika (dengan pengawasan, kalau saya, misalnya kaos singlet, celana dalam, dan segala jens ‘pedalaman’ :D)
  • Meletakkan pakaiannya yang sudah disetrika ibunya di lemari bajunya sendiri
  • Membantu menyiapkan makanan keluarga (dibantu ortu)
  • Mengosongkan keranjang sampah dalam rumah
  • Menerima telepon (dengan pengawasan ortu)
  • Mencuci alat makan plastik
  • Memungut sampah di sekitar rumah
  • Mengambil surat dari kotak pos
  • Menyapu dedaunan kering
  • Membantu membongkar dan menata belanjaan
  • Membantu mencuci mobil/motor

Usia 8 hingga 11 tahun

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Mandi sendiri, gosok gigi sendiri
  • Membersihkan diri setelah buang air kecil dan besar
  • Menjaga kebersihan kamar tidur
  • Bertanggungjawab atas PR dari sekolah
  • Bertanggungjawab atas barang-barang milik pribadi (sepeda yang dibawa ke sekolah, menyimpan mainan, buku, buku harian, dlsb)
  • Bisa menulis thank you notes
  • Bisa bangun sendiri pakai alarm weker (aturannya anak SD nggak boleh punya gadget)

Tugas dalam keluarga:

  • Semua pekerjaan batita, dan balita sebelumnya
  • Mencuci peralatan makan dan masak
  • Menyiapkan beberapa jenis makanan secara mandiri tanpa pengawasan
  • Mencuci mobil dengan pengawasan
  • Membantu membersihkan kamar mandi
  • Menyapu daun-daun kering
  • Mengoperasikan mesin cuci dengan pengawasan orang tua
  • Mengeluarkan baju bersih dari mesin cuci dengan pengawasan orang tua
  • Mengeluarkan tempat sampah ke jalan raya untk diambil tukang sampah
  • Yang ini saya nggak paham maksudnya… saya gaptek—>Screen phone calls using caller ID and answer when appropriate
  • Membersihkan kandang binatang peliharaan
  • Mengeruk salju yang menutupi jalan
  • Mengganti seprei dan sarung bantal

Usia 12 dan 13 tahun

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Bertanggungjawab atas pesonal hygiene, barang-barang milik pribadi, dan PR dari sekolah
  • Menulis undangan dan thank you notes
  • Menge-set alarm weker secara mandiri
  • Bisa mengganti  baterai weker sendiri
  • Bisa mengganti seprei, sarung bantal dan sarung selimut
  • Menjaga kebersihan kamar tidur dan bisa ‘deep cleaning’ minimal 2x/tahun

Tugas dalam keluarga:

  • Semua tugas batita, balita, dan anak SD
  • Mengganti bola lampu
  • Mengganti vacuum bag
  • Mengelap debu, vacuum, membersihkan kamar mandi, mencuci peralatan masak dan makan
  • Bisa membersihkan cermin
  • Mengasuh adik-adiknya
  • Mengasuh anak-anak yang lebih muda (babysit)
  • Menyiapkan makan untuk sekeluarga, meski tidak rutin
  • Mencuci baju dengan tangan
  • Menjemur baju di jemuran
  • Menyapu/vacuum dan mengepel dengan benar dan bersih
  • Berkebun
  • Memotong rumput pakai mesin

Umur 14 dan 15

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Bertanggungjawab penuh atas semua hal yang ada dalam daftar umur 12 dan 13 tahun
  • Bertanggungjawab mandiri atas kartu perpustakaan dan buku-buku yang dipinjam dari perpus umum

Tugas dalam keluarga:

  • Semua dalam daftar usia 12 dan 13
  • Mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga tanpa pengawasan
  • Bisa diminta bantuan pekerjaan di luar rumah (kebun, ladang, kandang sapi dan kuda…?)
  • Mengurus anak-anak ang lebih muda
  • Menyiapkan makan mulai dari tahu bahannya, beli di mana (belinya masih harus diawasi) sampai menghidangkannya, meski tidak rutin
  • Membersihkan jendela kamar lantai 2 dan 3 dari luar rumah pakai naik tangga, dengan pengawasan

Usia 16 hingga 18 tahun

Pekerjaan rumah tangga individual:

  • Bertanggungjawab atas semua yang ada dalam daftar usia 14 dan 15 tahun
  • Bisa cari uang secara mandiri (loper koran? nulis cerpen dikirim ke majalah? ngeblog? nyuci mobil di musim panas? menjual hasil masakan atau jahitan?)
  • Bertanggungjawab dalam memilih pakaian yang ingin dibeli
  • Bertanggungjawab atas kendaraan bermotor yang mereka pakai (ngisi bensin, gas, air, minyak rem, ngganti oli, cek rutn ke bengkel, daaannn sebagainya yang tercantum dalam materi teori yang musti dipelajari supaya lulus ujian teori SIM-nya…)

Tugas dalam keluarga:

  • Bisa melakukan pekerjaan rutin rumah tangga (standarnya, anak sudah bisa ditinggal ortunya berbulan madu ke luar kota… atau luar negeri…)
  • Mampu bertanggungjawab atas sekitar rumah (kebersihan dan ketertiban sekitar rumah… jangan sampai ditinggal ortunya pengajian ke luar kota, anaknya bikin party ngundang teman2nya sekota…)
  • Menyiapkan makan untuk sekeluarga mulai dari tahu bahannya, tempat belinya, cara masaknya, sampai menghidangkannya secara layak
  • Bisa ‘deep cleaning’ peralatan rumah tangga misalnya kulkas beserta freezer-nya, kompor, oven, gudang, dan sejenisnya.

Sumber tulisan:
7 Manfaat Si Kecil Membantu Tugas Rumah Tangga, Female Kompas
Mengajar Anak Tugas-Tugas Rumah Tangga, keluarga.com
DAFTAR TUGAS/PEKERJAAN YANG DILAKUKAN PEMBANTU/IBU RUMAH TANGGA SEHARI-HARI, organisasi.org
Age Appropriate Chores for Children, berbagai sumber

Colchester, Essex, 19 Februari 2015

Advertisements

4 thoughts on “Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 3 dari 5)

  1. Pingback: Rumah Tangga tanpa Asisten/Pembantu (bagian 2 dari 5) | Rumah kecil di seberang universitas

  2. Pingback: Practical Life (Montessori Bagian 2) (ODOP Day 70 of 99) – Rumah kecil di seberang universitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s