Arti Waktu untuk Ibu Rumah Tangga

kalender

(Yang putih kalender buatan Fahdiy, yang hijau kalender buatan Dinara)

Saya seringkali ditanya tentang hambatan menulis yang paling besar oleh banyak perempuan dan saya menjawab hambatan terbesar untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis adalah manajemen waktu. Kenapa? Sebab perempuan memiliki tugas domestik yang tidak mengenal waktu, pagi hingga malam.
Maka, jika akan memasukkan satu pekerjaan baru dalam keseharian yaitu pekerjaan menulis, manajemen waktu amatlah penting.
Tanyakan hal ini pada diri sendiri:
1. Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menulis setiap hari?
2. Kapan waktu paling tepat saya menulis yang tidak menggeser waktu saya mengurus keluarga? Pagi, siang, atau malam?
3. Berapa halaman target saya menulis setiap harinya?
Jika Anda sudah menjawab ketiga pertanyaan di atas maka itulah KOMITMEN Anda, selanjutnya Anda KONSISTEN melakukannya. (status Mbak Indari Mastuti Ful, 1 April 2014)

***
Salah satu tantangan yang umumnya dihadapi oleh para ibu rumah tangga adalah memanajemen waktu. Di satu sisi, pandangan masyarakat memberikan penilaian bahwa ibu rumah tangga adalah pengangguran yang memiliki banyak waktu luang. Di sisi lain, faktanya, pekerjaan di dalam rumah tangga sangat banyak. Tak jarang ibu rumah tangga merasa rendah diri karena dianggap pengangguran sementara di sisi lain ternyata tidak mampu menyelesaikan beban pekerjaan rumah tangga yang sangat banyak dan tidak kelihatan hasilnya. Ini terjadi karena banyak ibu rumah tangga menganggap remeh harga dan nilai waktu yang dimilikinya. Akibatnya, orang di sekelilingnya juga menyepelekan nilai waktu yang dimilikinya. Karena itu adalah hal penting bagi para ibu untuk tahu persis harga waktunya sendiri sebelum menginginkan agar orang lain menghargai apa yang dimilikinya.

Karena waktu sangat berharga, ibu rumah tangga harus mampu menyimpan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, ibu harus mengetahui bagaimana menghabiskan waktunya, dan apakah waktunya habis untuk hal-hal yang dianggapnya penting. Agar memahami apa dianggap penting di dalam hidup ini, seorang ibu rumah tangga harus memahami secara jelas nilai apa yang diembannya sehingga ia bisa menentukan prioritas di dalam keseluruhan aktivitasnya. Hanya dengan cara tersebut, ibu dapat memfokuskan dirinya terhadap apa-apa yang dianggapnya penting, dan menemukan waktu untuk segala yang dianggapnya penting.

Agar dapat melaksanakan segala hal yang dianggap penting, ibu perlu fokus kepada hal-hal tersebut. Fokus akan selalu mengarahkan ibu kembali ke jalur yang semestinya apabila di tengah perjalanan ia tergoda kepada hal-hal lain. Fokus bisa didapatkan dengan menuliskan secara jelas apa yang diinginkan dan dituliskan dalam kalimat positif. Setelah itu ibu harus membuat prioritas, dari semua hal penting tersebut, mana yang terpenting dan akan dikerjakan terlebih dahulu.

Ibu juga perlu mengetahui cara mengorganisasi urusan rumah tangga secara sistemik, mampu menaklukkan kebiasaan suka menunda-nunda, tetapi paham bagaimana caranya agar bisa ‘menikmati seluruh waktunya’. Karena kalau tidak menikmti waktu, dan selalu hidup terburu-buru, ibu bisa stress, dan kalau ini sampai terjadi, dampak jangka panjangnya sudah bisa ditebak.

Akhirnya, kita, para ibu rumah tangga ini, harus ingat bahwa betapa pun sangat ingin, kita tidak bisa menambahkan jumlah waktu ke dalam waktu yang kita miliki. Tuhan menganugerahkan waktu yang persis sama kepada setiap manusia di muka bumi. Setiap pagi Tuhan memberikan modal 24 jam, atau 1440 menit, alias 86.400 detik. Ia memberikan modal ini persis sama kepada semua orang di dunia. Tidak lebih, dan tidak kurang. Persis sama. Dan inilah kita, para ibu rumah tangga. Kita berada dalam perencanaan anggaran dari sebuah modal bermerk ternama yang sangat berharga dengan jumlah yang sangat terbatas, yakni 24 jam, atau 1.440 menit, alias 86.400 detik. Modal ini adalah waktu.

Sayangnya, modal yang satu ini tidak bisa disimpan. Ia hanya bisa diinvestasikan. Dan apa pun yang kita perlakukan terhadap modal yang satu ini, ia pasti akan habis.

Kita bisa menganalogkan waktu sebagaimana butir-butir kecil di dalam jam pasir. Anda sendirilah yang menentukan, apakah butir-butir tersebut adalah pasir-pasir yang berharga murah, atau bahkan tidak berharga, ataukah yang di dalamnya adalah debu-debu emas yang teramat sangat berharga, terlalu berharga untuk disia-siakan dan hilang begitu saja.

Jika kita menganggap yang berada di dalam jam pasir kita adalah pasir biasa, kita tidak akan menghargainya. Tetapi coba seandainya kita membayangkan, bahwa di dalam jam pasir itu adalah debu-debu atau butir-butir emas. Normalnya, tidak ada seorang pun yang mau kehilangan emas yang dimilikinya. Itulah detik-demi detik waktu yang kita miliki yang begitu berharga.

Semoga kita semua bisa lebih bijaksana dalam menghabiskan waktu.

Colchester, Essex, 1 Januari 2015

Advertisements

One thought on “Arti Waktu untuk Ibu Rumah Tangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s