Christmas Eve 2014

dinara

Christmas Eve, sehari sebelum Christmas, alias tanggal 24 Desember, adalah puncak segala keramaian di pusat perbelanjaan. Biasanya toko-toko besar akan tutup 2 hari setelahnya. Dalam 2 hari itu, hanya toko-toko kecil yang buka. Itu pun dengan durasi waktu yang lebih singkat. Sejak beberapa hari sebelumnya kami sudah menimbun sembako agar tak berdesakan di toko. Tapi nggak harus sebegitunya, sih. Soalnya toko-toko yang dikelola muslim jelas tetap buka di hari Natal dan tanggal 1 Januari nanti.

“Aku perlu ke kantor sebentar. Ada yang mau konsultasi.”
“Ikuut… Lagian krucils udah bosan masa libur 2 pekan di rumah melulu…”

Di kampus, terpaksalah Bapak Dosen merelakan ruangannya jadi tempat penitipan anak. Doi ngungsi ke ruangan students… Ho ho ho…

“Duh, tanamanku kering… Beberapa hari aku lupa menyiramnya…” Ayah menuangkan air di gelas ke pot anman di atas meja kantor. Lantas kabur ke ruangan mahasiswa.

“Why did Ayah water the plant, Bunda?” krucils mulai, deh.
“Because every living things need water. Plants, flowers, animals, need water to live…”
“Me too?”
“Yes. That is why Allah makes the rain fall… Because Allah knows all of living things need water… “

Terus Dinara bilang, “Bunda, I want to draw jungle… And animals… And clouds make rain…”
Dan di atas inilah gambar hutan, dengan monyet dan jerapah, awan dan hujan, di papan tulis kantor.

Fahdiy sudah menggambar rombongan zombie, tapi keburu dihapus sebelum gambarnya difoto. Fahdiy lebih tertarik dengan recycle bins alias tempat sampah daurulang di kantor.

Hasil evaluasi pelajaran hari itu: Saya tidak tahu soal daurulang sampah. Ketika krucils bertanya, ke mana sampah-sampah itu dibawa, saya cuma bisa bilang sampah-sampah itu dibawa naik truk yang besar, ke tempat yang jauh, untuk diolah, yang entah bagaimana caranya.

Saya tidak bisa langsung menghubungkan hujan sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah. Saya sudah lupa siklus air. Dan saya lupa mengenalkan doa اللهم صَيبًا نافِعا (Allahumma shoyyiban naafi’an) yang artinya, “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat… O Allah! let it be a beneficial downpour.”

Di lain waktu mungkin kita para ibu, bisa memanfaatkan lagunya Mbak Neno Warisman ini:

Allah Turunkan Hujan

Allah turunkan hujan
Dari gumpalan awan
Dari langit yang tinggi
Membasahi seluruh bumi
Bumi jadi subur
Tanah jadi gembur
Allah tumbuhkan sayur mayur
Bumi jadi subur
Tanah jadi gembur
Pantaslah kita bersyukur

Allah makes the rain fall
From clauds up in the sky
The rain falls to the ground
And wets the earth thats dry
The rain makes the earth rich
The plants grow all around
Our garden are so full of life
The rain makes the earth rich
The plants grow all around
We thank God for beauty thats abound

Di rumah, Christmas Eve ditutup dengan mengulang kembali huruf hijaiyah, membaca huruf dengan tanda fathah, bersama Bunda. Dan belajar matematika dalam bahasa Inggris. Yang terakhir ini sudah jelas, tidak bersama Bunda…

Colchester Essex, 25 Desember 2014

Advertisements

2 thoughts on “Christmas Eve 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s